Komunikasi Interpersonal dalam Memotivasi Penghafal Al-Qur’an RTQ SIB Baiturrahim Riung Bandung

Authors

  • Arini Dewi Al-Faaz Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung
  • Wildan Yahya Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung
  • Parihat Kamil Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i1.17442

Keywords:

Strategi Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Motivasi

Abstract

Abstract. This study aims to identify interpersonal communication strategies in motivating Qur'an memorizers at Rumah Tahfidz Qur'an Semai Insan Bestari Riung Bandung. This research is qualitative, with a descriptive analysis method approach and uses Hovland's S-O-R theory which includes Stimulus, Organism, and Response. The stimulus stage includes motivation, invitation, education, and creating positive activities. The organism stage includes students who understand, pay attention to, and accept any stimulus given by the teachers. And the response stage includes the effect, feedback, impact, or reaction of the given action (stimulus) and produces a positive, neutral, or negative response. In dealing with negative responses given by santri, ustadz/ah provides special treatment, namely through a personal approach or interpersonal communication. This study suggests that interpersonal communication strategies can be more varied in order to increase santri's motivation to memorize the Qur'an.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi interpersonal dalam memotivasi penghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Qur’an Semai Insan Bestari Riung Bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan pendekatan metode deskriptif analisis dan menggunakan teori S-O-R dari Hovland, yang meliputi Stimulus, Organisme, dan Respon. Tahap stimulus meliputi motivasi, ajakan, edukasi, dan menciptakan kegiatan yang positif. Pada tahap organisme meliputi santri yang mengerti, memperhatikan, dan menerima setiap stimulus yang diberikan oleh ustadz/ah. Dan pada tahap respon meliputi efek, feedback, dampak, atau reaksi dari aksi (stimulus) yang diberikan dan menghasilkan reaksi yang positif, netral, atau negatif. Dalam menghadapi respon negatif yang diberikan santri, ustadz/ah memberikan treatment khusus yaitu melalui pendekatan personal atau komunikasi interpersonal. Penelitian ini menyarankan agar strategi komunikasi interpersonal dapat dilakukan lebih bervariatif untuk meningkatkan motivasi santri dalam menghafal Al-Qur’an.

References

Weningtyas, E., & Suseno, M. N. M. (2012). Pengaruh komunikasi interpersonal dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Psikologika: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi, 17(1), 33-42.
Cita, A. (2022). Komunikasi Interpersonal. Jurnal Multi Disiplin Dehasen (Mude).
Soekanto, S. (1986). pengantar penelitian hukum, Jakarta.)
Ari Setyaningrum, J. U. (2015). Prinsip-prinsip pemasaran. Yogyakarta: Andi.)
Effendy, O. U. (2011). Ilmu komunikasi teori dan praktek.)
Rahmat abidin, A., & Abidin, M. (2021). Urgensi Komunikasi Model Stimulus Organism Response (S-O-R) dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(2). https://doi.org/10.334771/alt.v6i2.2525
Cangara, H. (2012). Pengantar ilmu komunikasi.
Mulyana, D. (2014). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Cetakan ke 18. Bandung: Remaja Rosdakarya.)
Kurniawan, D. (2018). Komunikasi Model Laswell dan Stimulus-Organism-Response dalam Mewujudkan Pembelajaran Menyenangkan. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.32585/jkp.v2i1.65
Adi, I. R., Psikologi, P. S., & Sosial, I. K. (1994). Dasar¬ dasar Pemikiran. Jakarta, Raja Grafindo Persada, 154.

Downloads

Published

2025-02-03