Model Komunikasi Pengasuh Pondok Pesantren dalam Membentuk Akhlak Santri
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsibc.v5i1.16884Keywords:
Komunikasi, Pondok Pesantren, AkhlakAbstract
Abstract. Humans communicate in life and relationships. Moral development is the basis of every education, which protects humans from the influence of misleading outside cultures. The communication model used by the cottage caregiver in fostering the morals of the students of the Islamic Unity Pesantren Manbaul Huda is Harlod Lasswell's communication model which plays a role in shaping the morals of the cottage students. The method used in this research is descriptive analysis method. The results showed that the Islamic Unity Boarding School 110 Manba''ul Huda also has the main components of the boarding school by using the theory of pesantren by Manfred Ziemek. The results of the research on the caregiver communication model carried out by the Islamic Unity Boarding School 110 Manba'ul Huda can be seen in every activity and rules of the boarding school which are able to form students with morals: Discipline, Honest, Independent, and Responsible.
Abstrak. Manusia berkomunikasi dalam kehidupan dan pergaulan. Pembinaan akhlak adalah dasar dari setiap pendidikan, yang melindungi manusia dari pengaruh budaya luar yang menyesatkan. Model komunikasi yang digunakan pengasuh pondok dalam pembinaan akhlak santri Pesantren Persatuan Islam 110 Manbaul Huda adalah Model komunikasi Harlod Lasswell berperan dalam pembentukan akhlak santri pondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba''ul Huda juga memiliki komponen utama pondok pesantren dengan menggunakan teori pesantren oleh Manfred Ziemek. Hasil dari penelitian model Komunikasi pengasuh yang dilakukan pondok Pesantren Persatuan Islam 110 Manba’ul Huda terlihat pada setiap kegiatan dan aturan pondok yang mampu membentuk santri yang berakhlak: Disiplin, Jujur, Mandiri, dan Bertanggung jawab.
References
[2] Kurniawan, D. (2018). Komunikasi model laswell dan stimulus-organism-response dalam mewujudkan pembelajaran menyenangkan. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(1), 60-68.
[3] Kurniawan, D. (2018). Komunikasi model laswell dan stimulus-organism-response dalam mewujudkan pembelajaran menyenangkan. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 2(1), 60-68.
[4] Randa, G. (2019). Strategi Komunikasi Pengasuh Dalam Pembinaan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Al-Mubarak Di Kota Bengkulu (Doctoral dissertation, IAIN BENGKULU).
[5] Kuswandi, I. (2019). Model komunikasi kyai di perguruan tinggi. Hikmah, 13(2), 309-324.
[6] Mawaddah Tujarah, M. (2023). MODEL KOMUNIKASI HUMANISTIK PENGASUH DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN JABAL NUR KANDIS (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
[7] ADAWIYAH, R. MODEL KOMUNIKASI PESANTREN MAHASISWA DALAM MENJAGA NILAI-NILAI MORAL DI KABUPATEN JEMBER.
[8] Rochim, M. F., & Tolchah, M. (2024). Ruang Lingkup Materi Pendidikan Agama Islam dalam Al Quran. Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 10(3), 1228-1241.
[9] Babun, S. (2011). Dari Pesantren Untuk Umat Reinventing Eksistensi Pesantren di Era Globalisasi. Surabaya: Imtiyaz.
[10] Solihat, I. (2017). Strategi komunikasi persuasif pengurus gerakan pemuda hijrah dalam berdakwah (Bachelor's thesis, Jakarta: Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah).
[11] Anwar, D. (2001). Kamus lengkap bahasa Indonesia: dilengkapi dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Karya Abditama.