Studi Fenomenologi Pada Pengajian Reguler Setiap Hari Rabu di Masjid Jami Nurul Iman

  • Asep Erick Tommy Saepudin Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung
  • Chairiawaty Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung
  • Hendi Suhendi Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung
Keywords: Response, Mosque, Religion

Abstract

Abstract. The mosque is one of the communication media suggestions for muslims. The da’wah activities carried out in the mosque in ancient times until now are the same, which is now better known as recitation. The Nurul Iman jami mosque is one of the mosque used as a medium for da’wah in the Cigugur Tengah area RT 04 RW 10. The large number of poeple in the area who lack understanding of religion encourages religious leaders and community leaders to start recitation at the Nurul Iman jami mosque in 1994. The purpose of this reseacrh is to find out: 1) To find out the community’s acceptance of the reguler Wednesday recittaion at the nurul iman jami mosque. 2) To find out the community’s attention to the routine Wednesday recittaion at the Jami Nurul Iman mosque. 3) To find out the community’s understanding of the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. 4) To exploreand understand in depth how the community responds and reason for the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. The reseacrh method used in this descriptive qualitative method with steps such as participant observation, interviews, documentation, analysis of interview result and conclusions. The technique used in the reseacrh is a phenomenological study according ro Alfred Schuts. Based on the result of the reseacrh obtained, regarding the community’s response to the routine Wednesday recitation activities at the Jami nurul Iman mosque, it can be concluded that the community’s response to the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque is quite good, namely the community’s response to the da’i, material, delivery, and the benefits of the recitation which can be followed by every group. In addition, there are several inhibiting and supporting factors in the routine Wednesday recitation at the Jami Nurul Iman mosque. The suggestion that can be conveyed is that you should make social media so that it can be accessed by the wider community.

Abstrak. Masjid adalah salah satu sarana media komunikasi bagi jaum muslimin. Aktivitas dakwah yang dilakukan di masjid pada zaman dahulu hingga sekarang sama, yang sekarang lebih dikenal sebagai pengajian. Masjid jami Nurul Iman adalah salah satu masjid yang digunakan sebagai media dakwah di daerah Cigugur Tengah RT 04 RW 10. Tujuan penelitian ini : 1) untuk mengetahui penerimaan Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di masjid jmai Nurul Iman. 2) untuk mengetahui perhatian masyaralat terhadap pengajian rutin rabu di masjid Jami Nurul Iman. 3) untuk mengetahui pemahaman  Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di Masjid Jami Nurul Iman. 4) untuk mendalami dan memahami secara mendalam bagaimana respon dan alasan Masyarakat terhadap pengajian rutin rabu di masjid jami Nurul Iman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mempunyai Langkah-langakah seperti participant observation, wawancara, dokumentasi, Analisa hasil wawancara dan penyimpulan. Teknik yang digunakan adalah studi fenomenologi menurut Alfred Schrutz. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menegani respon Masyarakat pada kegiatan pengajian rutin rabu di masjid jami Nurul Iman dapat disimpulkan bahwa respon masyrakat menegnai pengajian rutin rabu di masjid jami Nuruk Iman cukup baik yakni respon Masyarakat terhadap da’I, materi, penyampaian, hingga manfaat dari pengajian tersebut yang dapat diikuti oleh setiap kalangan. Selain itu terdapat beberapa faktor penghambat dan pendukung pada pengajian rutin rau masjid jami Nurul Iman. Saran yang dapat disampaikan ialah sebaiknya membuat media sosial sehingga dapat diakses oleh Masyarakat luas.

References

1. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAI As-Sunnah Deli Serdang Jl Medan-Tg Morawa D, Darmo G, Sari DB, Tg Morawa Kab Serdang KD. KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU Wagiman Manik. Vol. II, Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah Deli Serdang Jurnal WARAQAT ♦. 2017.
2. Salim A. PERAN DAN FUNGSI DAI DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAKWAH. Vol. IX, Jurnal Al-Hikmah.
3. DR. Abdullah Bin Muhammad Bin Abdurahman Bin Ishaq Al-Sheikh. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1. Jilid ke-1. M. Yusuf Harun M.A, editor. Mu-assah Daar al-Hilaal Kairo ; 2001.
4. Fitria R, Aditia R. Prospek dan Tantangan Dakwah Bil Qalam sebagai Metode Komunikasi Dakwah [Internet]. Available from: https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/syiar
5. Daulay MY, Amini NR. Evaluasi Model Pengajian-Pengajian Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.
6. Dolly M, Nasution A, Syahara U, Ananda R, Romah M, Siregar D, et al. Respons Masyarakat dalam Menentukan Manajemen Waktu Pengajian Rutin di Masjid Al Ikhlas Desa Tanjung Selamat.
7. Pengaruh Pengajian Rutin Terhadap Perilaku Keagamaan Anggota Majelis Taklim Permata Desa Karya Bersama .
8. Adnan Achiruddin Shaleh. Pengantar Psikologi. Aksara Timur. 2018;
9. Prof. DR. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. cetakan ke-12. Alfabeta, editor. Bandung: CV Penerbit Alfabeta; 2011. 253 p.
10. Muhammad Amahzun. Manhaj Dakwah Rasullulah . Muhammad Amahzun, editor. Jakarta: : Qisthi Press; 2005.
Published
2025-02-03