Strategi Dakwah Bil Lisan Ustadz Abiazkakia di Media Sosial Tiktok

Authors

  • Muhammad Farhan Al Fairuz Holak Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Ida Afidah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia
  • Asep Ahmad Siddiq Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsibc.v4i1.11121

Keywords:

Tiktok, Dakwah Bil Lisan, Strategi Dakwah

Abstract

Abstract . Social media has become an effective tool in communicating nowadays. Messages conveyed via social media are received very quickly and have a wide reach. Tiktok is one of the social media that is currently in demand. This platform provides music video features that attract a large audience. Da'wah through Tiktok with an interesting video concept and a message that is easy to accept is important so that the audience is interested and doesn't get bored. Ustadz Abiazkakia via the account @abiazkakiaa is one of the preachers on Tiktok. Through this account, Ustadz Abiazkakia preaches in a unique and interesting way for Tiktok users. The aim of this research is the da'wah strategy used by Ustadz Abiazkakia in the Tiktok media. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type, with Al-Bayanuni's theory of preaching strategies which includes sentimental strategies, rational strategies and sensory strategies. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. The research results show that (1) Ustadz Abiazkakia's da'wah program is da'wah content and live streaming. The da'wah program is presented using language that is easy for the public to understand, carrying a light theme. (2) the da'wah strategy used by Ustadz Abiazkakia, namely verbal da'wah which includes sentimental strategies, rational strategies and sensory strategies.

Abstrak. Media sosial menjadi alat yang efektif dalam berkomunikasi di zaman sekarang. Pesan yang disampaikan melalui media sosial sangat cepat diterima dan memiliki jangkaun yang luas. Tiktok merupakan salah satu media sosial yang diminati saat ini. Platform ini menyediakan fitur video musik yang menarik banyak khalayak. Dakwah melalui Tiktok dengan konsep video yang menarik dan pesan yang mudah diterima menjadi hal yang penting agar penonton tertarik dan tidak bosan. Ustadz Abiazkakia melalui akun @abiazkakiaa merupakan salah satu pelaku dakwah di Tiktok. Melalui akun tersebut Ustadz Abiazkakia melakukan dakwah dengan cara yang unik dan menarik bagi para pengguna Tiktok.  Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana strategi dakwah yang digunakan oleh Ustadz Abiazkakia di media Tiktok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teori strategi dakwah Al-Bayanuni yang mencakup strategi sentimental, strategi rasional dan strategi inderawi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) program dakwah yang dimiliki Ustadz Abiazkakia yaitu konten dakwah dan live streaming. dalam program dakwah yang disajikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh khalayak, membawa tema yang ringan. (2) strategi dakwah yang digunakan Ustadz Abiazkakia yaitu dakwah bil lisan yang mencakup strategi sentimental, strategi rasional dan strategi inderawi.

References

McQuail, Dennis. 2011, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Salemba Humanika

Shannyra Septhy Permana P. 2019. “Pengaruh Penggunaan Media Sosial Aplikasi TikTok Terhadap Kreativitas Pada Siswa SMA Negri X Bandung”. Hal 2

P, Fitri Yuliani. 2022. “Mengapa Harus Disampaikan dengan Tiktok” https://mediaindonesia.com/opini/422976/mengapa-harus-disampaikan-dengan-tiktok diakses pada 04 Oktober 2023

[Fauzi, Ikbar. 2022. “Pengaruh Media Sosial dan Game Online Terhadap Pelaksanaan Ibadah Siswa (Studi Kasus SMK Citra Bangsa Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor)”. Hal. 2

Rakhmawati, I. (2016). Perkembangan Media Sebagai Sarana. AT-TABSYIR: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam, 4(1), 49–70.

Downloads

Published

2024-02-12