Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES <p><strong>Bandung Conference Series: Economics Studies </strong>merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Ilmu Ekonomi yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional UNISBA yang diselenggarakan tahunan oleh UPT Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bandung. <strong><a title="BCSES" href="https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES" target="_blank" rel="noopener">BCSES</a> </strong>ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN <a title="ISSN BCSES" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220214211595835" target="_blank" rel="noopener">2828-2558</a> yang diterbitkan oleh <a title="UPT Publikasi" href="https://portal-publikasi.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">UPT Publikasi Ilmiah</a>,&nbsp;<a title="unisba" href="https://www.unisba.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Islam Bandung</a>. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-<em>indeks</em>&nbsp;di&nbsp;<a title="GS" href="https://scholar.google.com/citations?user=l9Fm52wAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>,&nbsp;<a title="Id Garuda" href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/27851" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>,&nbsp;<a title="doi" href="https://search.crossref.org/?q=unisba&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, dan&nbsp;<a title="DOAJ" href="https://doaj.org/search/journals?ref=quick-search&amp;source=%7B%22query%22%3A%7B%22filtered%22%3A%7B%22filter%22%3A%7B%22bool%22%3A%7B%22must%22%3A%5B%7B%22terms%22%3A%7B%22bibjson.publisher.name.exact%22%3A%5B%22Universitas%20Islam%20Bandung%22%5D%7D%7D%5D%7D%7D%2C%22query%22%3A%7B%22query_string%22%3A%7B%22query%22%3A%22universitas%20islam%20bandung%22%2C%22default_operator%22%3A%22AND%22%2C%22default_field%22%3A%22bibjson.publisher.name%22%7D%7D%7D%7D%7D" target="_blank" rel="noopener">DOAJ</a>. &nbsp;Terbit setiap <strong>Maret</strong> dan <strong>September.</strong></p> en-US uptpublikasi@unisba.ac.id (Unang Arifin) bcses@unisba.ac.id (Rahmat Ramadhan) Sun, 26 Jan 2025 12:17:05 +0800 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pengaruh Migran Masuk, Indeks Pembangunan Manusia dan Laju Pertumbuhan Ekonomi terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di 5 Provinsi Indonesia Tahun 2015-2022 https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16151 <p><strong>Abstract.</strong> Unemployment is one of the most serious problems faced by developing countries such as Indonesia. The unemployment rate in Indonesia must be addressed immediately because it can lead to an increase in poverty in Indonesia. Therefore, this study aims to determine the effect of in-migrants, Human Development Index and Economic Growth Rate on the Open Unemployment Rate in Banten Province, West Java, Riau Islands, DKI Jakarta, and East Kalimantan Province in 2015-2022, and to determine the more dominant influence on the Open Unemployment Rate in Banten Province, West Java, Riau Islands, DKI Jakarta, and East Kalimantan Province among the three namely in-migrants, Human Development Index and and Economic Growth Rate. This type of research is descriptive quantitative, using panel data of five provinces in Indonesia in 2015-2022. The method used for this research is panel data regression analysis with Fixed Effect Model (FEM) estimation. The results showed that Inward Migrants had a negative effect on the Open Unemployment Rate, Human Development Index had a positive effect on the Open Unemployment Rate, and Economic Growth Rate had a negative effect on the Open Unemployment Rate. In addition, the results show that of the three factors, Human Development Index has the most dominant variable coefficient in influencing the Open Unemployment Rate.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah yang cukup serius dihadapi oleh Negara berkembang seperti Negara Indonesia. Tingkat pengangguran di Indonesia harus segera diatasi karena dapat menimbulkan peningkatan kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh migran masuk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Provinsi Kalimantan Timur tahun 2015-2022, dan mengetahui pengaruh yang lebih dominan terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, dan Provinsi Kalimantan Timur diantara tiga yaitu migran masuk, IPM dan LPE. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data panel lima provinsi di Indonesia tahun 2015-2022. Metode yang digunakan untuk penelitian ini analisis regresi data panel dengan estimasi model <em>Fixed Effect Model </em>(FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Migran Masuk berpengaruh negatif terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh positif terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka. Selain itu, haril penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga faktor tersebut, IPM memiliki koefisien variabel yang paling dominan dalam memengaruhi Tingkat Pengangguran Terbuka.</p> Dyah Kharisma Syafadilla, Ria Haryatiningsih Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16151 Sun, 26 Jan 2025 00:00:00 +0800 Pengaruh Investasi Infrastruktur, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan, Nilai Tambah Manufaktur, dan Tingkat Inflasi terhadap Daya Saing Industri Manufaktur Negara-Negara Asean https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16507 <p><strong>Abstract.</strong> The manufacturing sector in ASEAN countries faces uneven competitiveness despite its strategic role in the region's economy. Various challenges, such as export competitiveness lagging behind non-ASEAN countries, remain prevalent. Therefore, improvements in several aspects, including infrastructure, education, internal industry conditions (value added), and economic factors (inflation control), are necessary. This study aims to analyze the influence of infrastructure investment, government expenditure in the education sector, manufacturing value-added, and inflation on the competitiveness of the manufacturing industry in ASEAN for the period 2012–2021. A quantitative approach is used with panel data regression methods. The Fixed Effect Model (FEM) is selected based on the Hausman test. Competitiveness is measured using the Revealed Competitive Advantage (RCA) Index, developed from David Ricardo's Comparative Advantage theory and further refined by Balassa. The study's results show that infrastructure investment, education expenditure, and manufacturing value-added have a significant positive impact on competitiveness, while inflation has a significant negative impact. Simultaneously, these variables explain 78% of the variations in manufacturing competitiveness in ASEAN. Based on these findings, it is essential for ASEAN countries to enhance infrastructure investment, allocate adequate education budgets, develop high-value-added manufacturing, and implement effective inflation control measures.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Sektor manufaktur di negara-negara ASEAN menghadapi ketidakmerataan daya saing meskipun memiliki peran strategis dalam perekonomian kawasan. Berbagai tantangan seperti daya saing ekspor yang masih kalah bersaing dengan negara-negara diluar kawasan ASEAN. Oleh karena itu diperlukan pembenahan diberbagai aspek seperti infrastruktur, pendidikan, kondisi internal industri (<em>value added</em>) dan ekonomi (pengendalian tingkat inflasi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh investasi infrastruktur, pengeluaran pemerintah di sektor pendidikan, nilai tambah manufaktur, dan inflasi terhadap daya saing industri manufaktur di ASEAN periode 2012-2021. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode regresi data panel. Model Fixed Effect Model (FEM) dipilih berdasarkan uji Hausman. Daya saing diukur menggunakan Indeks Daya Saing <em>Revealed Competitive Ad</em>v<em>antage </em>(RCA) yang dibangun dari teori <em>Comparative Advantage</em> David Ricardo dan dikembangkan oleh Balassa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur, belanja pendidikan, dan nilai tambah manufaktur berpengaruh positif signifikan terhadap daya saing, sedangkan inflasi berpengaruh negatif signifikan. Secara simultan, variabel-variabel tersebut menjelaskan 78% variasi daya saing manufaktur di ASEAN. Berdasarkan hasil tersebut maka penting bagi negara-negara ASEAN utuk meningkatkan investasi infrastruktur, alokasi anggaran pendidikan yang memadai, pengembangan manufaktur bernilai tambah tinggi, serta pengendalian inflasi yang efektif.&nbsp;</p> Lovie Dwifany Lesmana, Hantoro Ksaid Notolegowo Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16507 Wed, 29 Jan 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Penggunaan QRIS pada Pekerja Sektor Formal di Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16807 <p><strong>Abstract.</strong> QRIS was officially launched by Bank Indonesia on August 17, 2019 after going through a series of trials and evaluations and has been effective since January 1, 2020. The purpose of this study was to determine the factors that determine the preference for using QRIS on formal sector workers in Bandung City with variables of convenience, benefits and risks. The analysis method used in this research is descriptive statistics. The data used in this study are primary data distributed through questionnaires with a likert scale. The population in this study were formal sector workers in Bandung City totaling 792,294 thousand people. The sampling technique used purposive sampling technique as many as 100 respondents. The results showed that the factors that determine the preference for using QRIS on formal sector workers in Bandung City are convenience, benefits and risk factors. The most dominant factor is the convenience factor which produces an average score value of 366 or can be interpreted as very decisive.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> QRIS secara resmi diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi dan mulai berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan preferensi penggunaan QRIS pada pekerja sektor formal di Kota Bandung dengan variabel kemudahan, manfaat dan risiko. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang disebar melalui kuesioner dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor formal di Kota Bandung sebanyak 792.294 ribu jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menentukan preferensi penggunaan QRIS pada pekerja sektor formal di Kota Bandung adalah faktor kemudahan, manfaat dan risiko. Faktor yang paling dominan adalah faktor kemudahan di mana menghasilkan nilai skor rata-rata sebesar 366 atau dapat di interpretasikan sangat menentukan.</p> Deti Nursaadah, Dewi Rahmi Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16807 Thu, 30 Jan 2025 00:00:00 +0800 Efektivitas Program Pendampingan Kelompok Usaha terhadap Kesejahteraan Anggota Koperasi Syariah Hayatussunnah Masjid Mungsolkanas Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16826 <p><strong>Abstract.</strong> Hayatussunnah Sharia Cooperative is present as an economic institution that can help overcome obstacles such as lack of knowledge and skills, which make it difficult for them to develop their business. With the Business Group Assistance Program, it is one of the programs aimed at helping business actors in the form of providing capital loans with mudharabah contracts, providing entrepreneurship training so that they can develop their businesses and provide welfare for Cooperative members. This study aims to determine the effectiveness of the business group assistance program in improving welfare. The research method used in this study is a descriptive quantitative method with a Likert scale analysis tool. The findings of this study imply that the Business Group Assistance Program is effective in improving welfare as indicated by an increase in income after business actors receive program assistance. The average value of the effectiveness measurement of all indicators is 2.68% which means "Effective" with details of program socialization indicators 2.77% (Effective), program understanding 2.81% (Effective), right on target 2.86% (Effective), achievement of goals 2.77% (Effective), real change 2.56% (Effective), program monitoring 2.52% (Effective), income 2.59% (Effective), and education 2.61% (Effective).</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Koperasi Syariah Hayatussunnah hadir sebagai lembaga ekonomi yang dapat membantu mengatasi kendala seperti kurangnya pengetahuan dan keterampilan, yang membuat mereka kesulitan untuk mengembangkan usahanya.. Dengan adanya Program Pendampingan Kelompok Usaha merupakan salah satu program yang ditujukan untuk menolong pelaku usaha dalam bentuk memberikan pinjaman modal dengan akad mudharabah, memberikan pelatihan kewirausahaan agar dapat mengembangkan usahanya dan memberikan kesejahteraan para anggota Koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program pendampingan kelompok usaha dalam peningkatan kesejahteraan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif dengan alat analis skala likert. Hasil temuan dari penelitian ini menyiratkan Program Pendampingan Kelompok Usaha efektif dalam peningkatan kesejahteraan yang ditunjukan dengan terjadinya peningkatan pendapatan setelah para pelaku usaha menerima bantuan program. Nilai rata-rata pengukuran efektivitas dari keseluruhan indikator yaitu 2,68% yang artinya “Efektif” dengan rincian indikator sosialisasi program 2,77% (Efektif), pemahaman program 2,81% (Efektif), tepat sasaran 2,86% (Efektif), tercapainya tujuan 2,77% (Efektif), perubahan nyata 2,56% (Efektif), pemantauan program 2,52% (Efektif), pendapatan 2,59% (Efektif), dan pendidikan 2,61% (Efektif).</p> Millenio Probo Susanto, Asnita Frida B. R. Sebayang Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16826 Thu, 30 Jan 2025 00:00:00 +0800 Pengukuran Kinerja PT Kereta Api Indonesia Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16940 <p><strong>Abstract.</strong> As a state-owned enterprise, PT KAI operates with a dual focus: fulfilling its public service obligations while ensuring business sustainability. Its role as a government entity requires prioritizing public services, whereas its business aspect necessitates financial viability. The success of PT KAI as a state-owned enterprise depends on its operational performance. However, the current output does not fully reflect an efficient utilization of inputs in generating services. This study evaluates PT Kereta Api Indonesia’s performance from 2009 to 2022 and identifies the sources of inefficiency in its input and output utilization. Performance is assessed through efficiency analysis using the Data Envelopment Analysis (DEA) method, specifically the Charnes-Cooper-Rhodes (CCR) model with a Constant Return to Scale (CRS) assumption, focusing on both input and output orientation. The study includes 12 Decision Making Units (DMUs). The input variables analyzed are train kilometers, production facilities, operating rail length, and operating costs, while the output variables consist of passenger kilometers, freight tonne kilometers, and revenue. The findings indicate that out of the 12 DMUs, six operate efficiently. For the inefficient DMUs, inefficiencies stem from both input and output variables.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> PT KAI memiliki dua elemen esensial, yaitu unsur pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik dan unsur bisnis yang berorientasi pada profit. PT KAI harus bisa memberikan pelayanan publik sembari menjaga keberlanjutan usahanya.&nbsp; Esensi PT KAI sebagai BUMN dapat diraih ketika PT KAI memiliki kinerja yang baik. Adapun output yang dihasilkan oleh PT KAI belum bisa mencerminkan bahwasannya PT KAI sudah menggunakan <em>input</em> dalam menghasilkan <em>output </em>tertentu secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui kinerja PT KAI selama tahun 2009-2022 dan untuk mengetahui bagian <em>input</em> dan <em>output </em>mana saja yang menjadi sumber inefisiensi kinerja PT KAI. Kinerja tersebut diukur dari aspek efisiensi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode <em>Data Envelopment Analysys</em> model Charnes-Cooper-Rhodes dengan asumsi <em>Constant Return to Scale</em> berorientasi <em>input </em>dan <em>output.</em> Jumlah <em>Decission Making Unit</em> dalam penelitian ini adalah 12 DMU. Variabel <em>input</em> dalam penelitian ini adalah kilometer kereta, sarana produksi, panjang rel yang beroperasi, dan biaya operasional. Sedangkan untuk variabel <em>output</em> yang digunakan adalah kilometer penumpang, ton kilometer barang dan pendapatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 12 DMU yang dianalisis terdapat 6 DMU yang sudah efisien kinerjanya. DMU yang tidak efisien, sumber inefisiensinya berasal dari seluruh variabel <em>input </em>dan juga variabel <em>output</em>.</p> Mochammad Zam Zam Al Baihaqi, Asnita Frida B. R. Sebayang Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/16940 Thu, 30 Jan 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi dalam Menggunakan Transportasi Ojek Online Gojek https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17004 <p><strong>Abstract.</strong> The development of transportation infrastructure in Bandung, supported by technological integration through online ride-hailing services like Gojek, has become a key solution to meeting mobility needs amidst urban challenges such as traffic congestion and limited public transportation. This study aims to analyze four key factors—price, comfort and safety, time, and driver service—that influence public preferences for using Gojek's online transportation services in Bandung. The research employs descriptive statistical analysis methods, utilizing both secondary data from various references and primary data collected through questionnaires using a Likert scale distributed to Gojek users. The sampling technique applied is convenience sampling. The results indicate that price, driver service, comfort and safety, and time are influential factors in user preferences. Among these, price emerges as the most dominant factor, with the highest average score of 341.4, followed by driver service (334.4), comfort and safety (333.11), and time (329.6). The prominence of price underscores its significant role in determining user preferences.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Peningkatan infrastruktur transportasi di Kota Bandung, didukung oleh integrasi teknologi melalui layanan ojek online seperti Gojek, telah menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di tengah tantangan perkotaan seperti kemacetan dan keterbatasan transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis empat faktor utama harga, kenyamanan dan keamanan, waktu, serta pelayanan pengemudi yang memengaruhi preferensi masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi online Gojek di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan data yang terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari berbagai referensi, serta data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert kepada pengguna Gojek. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga, pelayanan pengemudi, kenyamanan dan keamanan, serta waktu berpengaruh terhadap preferensi pengguna. Di antara faktor- faktor tersebut, harga menjadi yang paling dominan dengan skor rata-rata tertinggi sebesar 341,4, diikuti oleh pelayanan pengemudi (334,4), kenyamanan dan keamanan (333,11), serta waktu (329,6). Dominasi faktor harga menegaskan bahwa aspek ini sangat menentukan dalam preferensi masyarakat.</p> Ilham Dzulhajj Lazuardi, Dewi Rahmi Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17004 Thu, 30 Jan 2025 00:00:00 +0800 Jumlah UMKM dan Ekspor UMKM terhadap Pertumbuhan Ekonomi https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17365 <p><strong>Abstract.</strong> The number of MSMEs and MSME exports play an important role in economic growth. Developing MSMEs can increase export value through competitive products, while increasing export value can encourage MSME growth by creating new market opportunities and increasing income. The aim of this research is to find out whether the number of MSMEs and the value of exports affect economic growth in West Java Province. The data analysis method used is quantitative analysis, namely using Multiple Linear Regression analysis and using the computer program Eviews version 12. The research results show that the number of MSMEs has a positive and significant effect on economic growth, meaning that when the number of MSMEs increases, economic growth will also increase. Meanwhile, MSME exports have a positive and significant effect on economic growth, meaning that when MSME exports increase, economic growth will also increase. The Determination Coefficient (R2) shows that it is 0.960. This shows that the number of MSMEs and MSME exports simultaneously have an influence of 96.07% on economic growth.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Jumlah UMKM dan ekspor UMKM memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. UMKM yang berkembang bisa meningkatkan nilai ekspor melalui produk yang kompetitif, sedangkan peningkatan nilai ekspor dapat mendorong pertumbuhan UMKM dengan menciptakan peluang pasar baru dan meningkatkan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jumlah UMKM dan ekspor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif yaitu menggunakan analisis Regresi Linear Berganda dan menggunakan alat bantu program komputer Eviews versi 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, artinya ketika jumlah UMKM meningkat maka pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat. Sedangkan ekpor UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, artinya ketika ekspor UMKM meningkat maka pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat. Koefisien Determinasi (R2) menunjukkan bahwa 0,960. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah UMKM dan ekspor UMKM secara simultan memberikan pengaruh sebesar 96,07% terhadap pertumbuhan ekonomi.</p> Susiani Dewi Kusuma, Meidy Haviz Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17365 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Udang Indonesia ke China Periode 1993-2022 https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17409 <p><strong>Abstract.</strong> Exports contribute to increasing national income. One of the leading export commodities in Indonesia in the fisheries sector is shrimp. The destination country for Indonesian shrimp exports is China, it can be seen from the increase in the average growth of its export volume by 0.52%. This study aims to analyze and describe the factors that affect Indonesia's shrimp exports to China in 1993-2022. This type of research is descriptive quantitative using secondary data in the form of publication data on shrimp export volume, Chinese import tariffs, Indonesian inflation, Chinese interest rates and China's population in 1993-2022. The method used is multiple linear regression The results showed that the import tariff variable has a negative and significant relationship with the volume of Indonesian shrimp exports, Indonesian inflation has a positive and insignificant relationship to the volume of Indonesian shrimp exports, interest rates have a positive and significant relationship to the volume of Indonesian shrimp exports and the population has a negative and insignificant relationship to the volume of Indonesian shrimp exports and get R-Squared results of 61% so that the remaining 39% is influenced by other variables not included in the study.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Ekspor berkontribusi pada peningkatan pendapatan nasional. Salah satu komoditas ekspor unggulan di Indonesia pada sektor perikanan adalah udang. Negara tujuan ekspor udang Indonesia adalah China hal tersebut terlihat dari peningkatan rata-rata pertumbuhan volume ekspor nya sebesar 0,52%. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor udang Indonesia ke China tahun 1993-2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data publikasi volume ekspor udang, tarif impor China, inflasi Indonesia, suku bunga China dan jumlah penduduk China pada tahun 1993-2022. Metode yang digunakan regresi linear berganda Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tarif impor mempunyai hubungan negatif dan signifikan dengan volume ekspor udang Indonesia, inflasi Indonesia mempunyai hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap volume ekspor udang Indonesia, suku bunga mempunyai hubungan yang positif dan signifikan terhadap volume ekspor udang Indonesia dan jumlah penduduk mempunyai hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap volume ekspor udang Indonesia dan mendapatkan hasil R-Squared sebesar 61% sehingga sisanya 39% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian.</p> Lavita Olivia, Ria Haryatiningsih Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17409 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Persepsi Pegawai tentang Pengembangan SDM dan Hubungannya dengan Kinerja Pegawai Bidang Tata Ruang Sumedang https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17446 <p class="PROSIDING-ABSTRAK" style="margin-left: 0cm;"><strong>Abstract.</strong> Human resources refer to all individuals who contribute to an institution. Humans have the potential that can be beneficial as drivers of the operational activities of the institution in the process of achieving its goals. Therefore, human resource development becomes a very important aspect. Development is the result of improving and enhancing abilities, skills, attitudes, and traits to become better and more prepared. Human resource development plays a crucial role in employee performance. High-quality and capable human resources can be seen in how employees perform within an institution. In this study, data was collected using questionnaires distributed to all employees of the Spatial Planning Division of Sumedang Regency, utilizing a Likert Scale tool toassess employee perceptions of human resource development. Data analysis was performed using Correlation Analysis to measure the strength of the relationship between Human Resource Development and Employee Performance. The data analysis results showed that there is a very good perception regarding human resource development, with an average percentage of 53.2%. There is also a strong relationship between Human Resource Development and Employee Performance in the Spatial Planning Division of Sumedang Regency, with the strength of the relationship reaching more than 45%.</p> <p class="PROSIDING-ABSTRAK" style="margin-left: 0cm;"><strong>Abstrak.</strong> Sumber daya manusia adalah seluruh manusia yang berkontribusi pada suatu instansi. Manusia mempunyai potensi yang dapat bermanfaat sebagai penggerak kegiatan operasional instansi dalam proses mencapai tujuan, karena itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi aspek yang sangat penting. Pengembangan yaitu hasil dari memperbaiki dan meningkatkan kemampuan, keterampilan, sikap dan sifat menjadi lebih baik dan lebih siap. Pengembangan sumber daya manusia mempunyai peran penting terhadap kinerja pegawai, sumber daya manusia yang berkualitas dan mempuni akan dapat terlihat dari bagaimana kinerja pegawai dalam suatu instansi. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh pegawai Bidang Tata Ruang Kabupaten Sumedang, dengan menggunakan alat ukur Skala Likert guna mengetahui persepsi pegawai mengenai pengembangan sumber daya manusia. Teknik analisis data menggunakan Teknik Analisis Korelasi guna mengukur seberapa erat hubungan Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Kinerja Pegawai. Dari hasil olah data yang peneliti lakukan dinyatakan bahwa terdapat persepsi yang sangat baik mengenai pengembangan sumber daya manusia dengan rata rata persentase sebesar 53,2% lalu terdapat keeratan hubungan antara Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Kinerja Pegawai di Bidang Tata Ruang Kabupaten Sumedang dengan keeratan hubungan mencapai lebih dari 45%.</p> Argya Maulidya Junica, Asnita Frida B. R. Sebayang Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17446 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Kopi Arabika di Provinsi Sumatera Utara https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17459 <p><strong>Abstract.</strong> Arabica coffee is the type of coffee that dominates coffee plantations in North Sumatra Province compared to other types of coffee. The distinctive taste of North Sumatra Arabica coffee has succeeded in attracting coffee lovers in the international market, this has become an export opportunity for the economy so that it can increase the income and welfare of coffee farmers in North Sumatra. This export opportunity must be supported by optimal coffee production results, both in terms of quality and quantity. Therefore, this research was conducted to measure how much influence various factors have on the amount of Arabica coffee production in eight districts in North Sumatra Province. The method used is a panel data regression analysis method using a random effect model and the help of Eviews 13 software. The results of the research show that the land area variable has a significant effect on Arabica coffee production, while the agricultural sector labor variable and the selling price variable for coffee producers do not have a significant effect on coffee production. arabica. Meanwhile, the variables of land area, agricultural sector labor, and selling prices of coffee producers together (simultaneously) have a significant effect on land area.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kopi arabika menjadi jenis kopi yang mendominasi perkebunan kopi di Provinsi Sumatera Utara dibanding dengan jenis kopi lainnya. Cita rasa khas kopi arabika Sumatera Utara berhasil memikat para penikmat kopi di pasar Internasional, hal ini menjadi peluang ekspor bagi perekonomian sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kopi di Sumatera Utara. Peluang ekspor ini harus didukung oleh hasil produksi kopi yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh berbagai faktor terhadap jumlah produksi kopi arabika pada delapan Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah metode analisis regresi data panel dengan menggunakan random effect model dan bantuan software Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan variabel luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi arabika, sementara variabel tenaga kerja sektor pertanian dan variabel harga jual produsen kopi tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kopi arabika. Sedangkan, variabel luas lahan, tenaga kerja sektor pertanian, dan harga jual produsen kopi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap luas lahan.</p> Rista Apriliani, Meidy Haviz Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17459 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Inklusi Keuangan Syariah terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Tahun 2012-2022 https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17537 <p><strong>Abstract.</strong> Indonesia's economic growth shows an increase in better people's welfare conditions. However, there is still a striking income inequality in various regions, despite progress in financial literacy and inclusion. This study aims to analyze the impact of economic growth and Islamic financial inclusion on income inequality in Indonesia during the period 2012-2022. The method used in this study is descriptive verification with a quantitative approach, using multiple linear regression with time series data. Data processing was carried out using the Ordinary Least Square (OLS) method through Eviews 12 software. The test results show that the research model is free from classical assumptions. The t-test results also show that economic growth does not have a significant effect on income inequality, while Islamic financial inclusion has a negative and significant effect. This indicates that increasing Islamic financial inclusion can contribute to reducing income. Simultaneously, economic growth and Islamic financial inclusion have an effect on income inequality with a variation reaching 85.78%. This study emphasizes the importance of the existence of Islamic financial inclusion in efforts to reduce income inequality in Indonesia. Therefore, policies that encourage access to Islamic finance for all levels of society need to be strengthened, so that income distribution can be more equitable.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan peningkatan kondisi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Namun, masih terdapat ketimpangan pendapatan yang mencolok di berbagai wilayah, meskipun ada kemajuan dalam literasi dan inklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan ekonomi serta inklusi keuangan syariah terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia selama periode 2012-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan regresi linier berganda dengan data time series. Pengolahan data dilakukan dengan metode Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak Eviews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model penelitian terbebas dari asumsi klasik. Hasil uji t juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan keuangan inklusi syariah berpengaruh negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan inklusi keuangan syariah dapat memberikan kontribusi pada penurunan pendapatan. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan syariah memberikan pengaruh terhadap ketimpangan pendapatan dengan variasi mencapai 85,78%. Penelitian ini menekankan pentingnya eksistensi inklusi keuangan syariah dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong akses terhadap keuangan syariah kepada seluruh lapisan masyarakat perlu diperkuat, agar distribusi pendapatan dapat lebih merata.</p> Syalida Azzahra, Ima Amaliah Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17537 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Strategi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17754 <p><strong>Abstract.</strong> Batik is one of Indonesia's cultural heritages that has high artistic and economic value. Cirebon Regency is known as one of the batik production centers that has great potential in supporting local economic growth. However, the challenges faced by batik MSMEs in this area include limited capital, low adoption of technology, limited skilled labor, and competition with manufactured batik products. Therefore, this study aims to analyze the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in the development of batik MSMEs in Cirebon Regency and to formulate the right strategy to increase the competitiveness of the local batik industry. This study uses a qualitative approach with the SWOT analysis method. Data were obtained through interviews with batik MSME managers and distributing questionnaires to eight respondents consisting of business owners, employees, consumers, business partners, and representatives from related agencies. The results of the study showed that there were seven main strength factors, including strategic location, product quality, digital marketing, and utilization of local raw materials.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi. Kabupaten Cirebon dikenal sebagai salah satu sentra produksi batik yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, tantangan yang dihadapi oleh UMKM batik di daerah ini meliputi keterbatasan modal, rendahnya adopsi teknologi, keterbatasan tenaga kerja terampil, serta persaingan dengan produk batik pabrikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan UMKM batik di Kabupaten Cirebon serta merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing industri batik lokal.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis SWOT. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengelola UMKM batik serta penyebaran kuesioner kepada delapan responden yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, konsumen, mitra usaha, serta perwakilan dari dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh faktor kekuatan utama, di antaranya adalah lokasi strategis, kualitas produk, pemasaran digital, dan pemanfaatan bahan baku lokal.</p> Siti Afifah Maharani, Ade Yunita Mafruhat Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17754 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Pengaruh Teknologi Informasi, Tingkat pendidikan, dan Tingkat Kesehatan terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Barat Tahun 2019-2023 https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17761 <p><strong>Abstract.</strong> Poverty is not only an economic issue but also involves education, health, and basic rights, hindering sustainable development. While information technology was expected to reduce poverty, low digital literacy in rural areas limits its impact on productivity. This study examines the influence of Information Technology, Education, and Health on poverty reduction in West Java (2019-2023) using multiple linear regression (OLS) with panel data from various sources. Findings show that Information Technology had no impact on poverty rates, while Education and Health influenced poverty but not as hypothesized, with Health having a significant effect. To bridge the digital divide, the government should enhance IT infrastructure and digital literacy programs in rural areas.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kemiskinan bukan hanya masalah ekonomi tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, dan hak-hak dasar, yang menghambat pembangunan berkelanjutan. Meskipun teknologi informasi diharapkan dapat mengurangi kemiskinan, rendahnya literasi digital di daerah pedesaan membatasi dampaknya terhadap produktivitas. Penelitian ini mengkaji pengaruh Teknologi Informasi, Pendidikan, dan Kesehatan terhadap pengurangan kemiskinan di Jawa Barat (2019-2023) menggunakan regresi linier berganda (OLS) dengan data panel dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan, sementara Pendidikan dan Kesehatan berpengaruh tetapi tidak sesuai dengan hipotesis, dengan Kesehatan memiliki efek yang signifikan. Untuk menjembatani kesenjangan digital, pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur TI dan program literasi digital di daerah pedesaan.</p> Gilang Kartika Darmawan, Ima Amaliah Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17761 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Strategi Pengembangan Usaha Penambakan Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17770 <p><strong>Abstract. </strong>Fish farming in the Jatiluhur Reservoir, Purwakarta Regency, holds great potential to support the local economy. However, this industry faces various challenges, such as suboptimal management practices, intense competition, and environmental impacts. This study aims to formulate sustainable development strategies through SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through closed and open-ended questionnaires involving 77 fish farming operators. The analysis revealed that the primary strengths lie in the supportive water quality and well-established marketing networks. Conversely, weaknesses such as limited business capital and inadequate management remain significant barriers. Opportunities arise from increasing domestic fish demand and government support, while threats include market price fluctuations and water pollution due to excessive farming activities. Based on these findings, recommended strategies include optimizing business management, diversifying products, adopting environmentally friendly technologies, and enhancing coordination with stakeholders to ensure sustainability. This research is expected to guide business operators and policymakers in developing a fish farming sector that is not only productive but also environmentally friendly. The main recommendations emphasize strengthening environmental regulations and providing incentives for innovative aquaculture technologies.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Budidaya ikan di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian lokal. Namun, usaha ini dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti pengelolaan manajemen yang kurang optimal, persaingan ketat, dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan terbuka kepada 77 pelaku usaha.Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada kualitas air yang mendukung dan jaringan pemasaran. Sebaliknya, kelemahan seperti keterbatasan modal usaha dan manajemen menjadi penghambat utama. Peluang muncul dari meningkatnya permintaan ikan domestik dan dukungan pemerintah, sedangkan ancaman meliputi fluktuasi harga pasar dan polusi air akibat aktivitas budidaya yang berlebihan. Berdasarkan temuan ini, strategi yang disarankan mencakup optimalisasi manajemen usaha, diversifikasi produk, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keberlanjutan usaha. Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi pelaku usaha dan pemerintah dalam mengembangkan sektor perikanan yang tidak hanya produktif tetapi juga ramah lingkungan. Saran utama adalah memperkuat regulasi lingkungan dan memberikan insentif bagi inovasi teknologi budidaya.</p> Reynaldi Pratama Putra, Ima Amaliah Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17770 Fri, 31 Jan 2025 00:00:00 +0800 Strategi Pengembangan Idustri Kecil Kelom Geulis di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17804 <p><strong>Abstract.</strong> Tasikmalaya City is one of the most famous trading centers in West Java, especially the kelom geulis industry. Tamansari District is the center of kelom geulis production in Tasikmalaya City, but in the industry there are inhibiting factors in marketing. This study aims to determine internal and external factors and how the development strategy is for kelom geulis, as well as to analyze the implementation of sharia marketing at Sheny's kelom geulis shop. The research method is a qualitative method with SWOT analysis. The data source used in this study is primary data with an interview analysis method. The results of this study indicate that the strategies used in developing the Kelom Geulis business through a mix in Tamansari District, Tasikmalaya City are: Product strategy to improve product quality, price strategy, namely adjusting to competitors and adjusting to their quality, place strategy aims to facilitate consumers in making transactions, and promotion strategy, namely having good relations with customers and conducting promotions through social media, and the implementation of the marketing mix has been carried out well and in accordance with the principles of Islamic sharia in the marketing process.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Kota Tasikmalaya merupakan salah satu kota pusat perdagangan yang cukup terkenal di Jawa Barat, khususnya industri kelom geulis. Kecamatan Tamansari adalah pusatnya produksi kelom geulis di Kota Tasikmalaya, namun dalam industri terdapat faktor–faktor penghambat dalam pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dan bagaimana strategi pengembangan pada kelom geulis, serta menganalisis implementasi pemasaran syariah pada toko kelom geulis Sheny. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan analasis SWOT. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dengan metode analisis wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang digunakan dalam mengembangkan usaha kelom geulis melalui bauran di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya yaitu: Strategi produk untuk meningkatkan kualitas produk, strategi harga yaitu menyesuiakan dengan para pesaing dan menyesuaikan dengan kualitasnya, strategi tempat bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi, dan strategi promosi yaitu berhubungan baik dengan pelanggan dan melakukan promosi melalui media sosial, serta penerapan marketing mix sudah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan prinsip syariah islam proses pemasarannya.</p> M. Muldan Agung Pragustian, Meidy Haviz Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17804 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Menentukan Marginal Propensity to Save (MPS) Generasi Milenial di Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17931 <p><strong>Abstract.</strong> In the increasingly developing digital era, the financial behavior of the millennial generation has become an important focus in economic and financial studies. The millennial generation, is the largest demographic group in Indonesia with a proportion of 25.87% of the total population. In Bandung itself, the millennial generation reaches 25% of the total population, or around 789,650 people. Data from Bank Indonesia (2023) shows a trend where Indonesia's savings to GDP ratio has decreased from 31.5% in 2019 to 30.2% in 2022. Especially for the millennial group, only 41.2% of millennials have regular savings, with an average of MPS is 0.23, which means that for every additional income of IDR 1,000,000, only IDR 230,000 saved. The aim of this research is to analyze the factors that determine the tendency to save for the millennial generation, especially in Bandung. By using descriptive statistical analysis methods. The data used in this research is primary data obtained from the results of a questionnaire with data measurement using a likert scale for the people of Bandung City, who are the millennial generation. The research results show that the factors that determine the MPS of the millennial generation in Bandung are behavioral factors and financial literacy. Meanwhile, the dominant factor is the financial literacy factor.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Di era digital yang semakin berkembang, perilaku keuangan generasi milenial menjadi sorotan penting dalam kajian ekonomi dan keuangan. Generasi milenial, yang saat ini berusia 25-40 tahun, merupakan kelompok demografis terbesar di Indonesia dengan proporsi 25.87% dari total populasi. Di Kota Bandung sendiri, jumlah generasi milenial mencapai 25% dari total penduduk, atau sekitar 789.650 jiwa. Data dari Bank Indonesia (2023) menunjukkan tren di mana rasio tabungan terhadap PDB Indonesia mengalami penurunan dari 31.5% pada tahun 2019 menjadi 30.2% pada tahun 2022. Khusus untuk kelompok milenial, hanya 41.2% milenial yang memiliki tabungan regular, dengan rata-rata Marginal Propensity to Save (MPS) sebesar 0.23, yang berarti dari setiap tambahan pendapatan Rp1.000.000, hanya Rp230.000 yang ditabung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang menentukan kecenderungan menabung untuk generasi milenial khususnya di Kota Bandung. Dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan pengukuran data menggunakan skala likert kepada masyarakat Kota Bandung, yang merupakan generasi milenial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menentukan Kecenderungan menabung generasi milenial di Kota Bandung adalah faktor perilaku dan literasi keuangan. Adapun, faktor dominan yang menentukan kecenderungan menabung generasi milenial di Kota Bandung adalah faktor literasi keuangan.</p> Ajeng Hardiani Alvita, Ima Amaliah Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17931 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Faktor-Faktor yang Menentukan Minat Masyarakat dalam Menggunakan E-Wallet di Kota Bandung https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17988 <p><strong>Abstract.</strong> The rapid growth of e-commerce has become a significant phenomenon in Indonesia’s economy, contributing to improved welfare and digital economic distribution. Despite uneven internet access, positive responses from the public and businesses indicate strong potential, supported by the government. This study analyzes the factors influencing people's interest in using e-wallets in Bandung. Using a quantitative descriptive approach, primary data was collected through questionnaires from 100 e-wallet users. The analysis identifies key determinants in e-wallet adoption, including ease of use, security, promotions, and innovative features. Social influences, such as recommendations from friends and family, also play a role. Additionally, the need for efficiency in digital transactions motivates individuals to adopt e-wallets. However, challenges remain, including internet dependency and data security risks, which need to be addressed for broader adoption.</p> <p><strong>Abstrak.</strong> Pesatnya pertumbuhan e-commerce menjadi fenomena penting dalam perekonomian Indonesia, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan distribusi ekonomi digital. Meskipun akses internet belum merata, respons positif dari masyarakat dan pelaku usaha menunjukkan potensi yang kuat, yang didukung oleh pemerintah. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakan e-wallet di Bandung. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 pengguna e-wallet. Analisis ini mengidentifikasi faktor-faktor penentu utama dalam adopsi e-wallet, termasuk kemudahan penggunaan, keamanan, promosi, dan fitur-fitur inovatif. Pengaruh sosial, seperti rekomendasi dari teman dan keluarga, juga berperan. Selain itu, kebutuhan akan efisiensi dalam transaksi digital memotivasi individu untuk mengadopsi e-wallet. Namun, tantangan tetap ada, termasuk ketergantungan internet dan risiko keamanan data, yang perlu ditangani untuk adopsi yang lebih luas.</p> Muhammad Cheryl Alhafiz Tanudireja, Ima Amaliah Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/17988 Sat, 01 Feb 2025 00:00:00 +0800 Pengaruh Indeks Pemberdayaan Gender, Indeks Pembangunan Manusia, dan Unit Usaha terhadap Pengangguran Perempuan di Indonesia https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/18192 <p class="PROSIDING-ABSTRAK"><strong>Abstract.</strong> This study examines the influence of Gender Empowerment Index (GEI), Human Development Index (HDI), and Units of Business on the unemployment rate of women in six Indonesian regions from 2018 to 2023. Female unemployment is a crucial issue because it affects social stability and economic growth. The study uses quantitative methods with a panel data regression analysis where the Common Effect Model is employed. Secondary data was obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The research findings indicate that GEI, HDI, and Units of Business have a significant simultaneous impact on female unemployment. Partially, GEI and HDI show a negative and significant impact on female unemployment, while Units of Business also have a negative and significant impact on female unemployment. These findings suggest that increasing gender empowerment, human development, and business growth can lower the unemployment rate of women in Indonesia.</p> <p class="PROSIDING-ABSTRAK"><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini menganalisis pengaruh Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Unit Usaha terhadap tingkat pengangguran perempuan di enam wilayah Indonesia selama periode 2018-2023. Pengangguran perempuan menjadi isu penting karena berdampak pada stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, di mana model estimasi yang digunakan adalah Common Effect Model. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IDG, IPM, dan Unit Usaha secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran perempuan. Secara parsial, IDG dan IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran perempuan, sementara Unit Usaha juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pengangguran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemberdayaan gender, pembangunan manusia, serta pertumbuhan unit usaha dapat menurunkan tingkat pengangguran perempuan di Indonesia.</p> Fauzan Firdaus Ariefin, Ria Haryatiningsih Copyright (c) 2025 Bandung Conference Series: Economics Studies https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSES/article/view/18192 Sun, 02 Feb 2025 00:00:00 +0800