Peluang Transformasi Pekerja Informal Menuju Pekerja Formal Di Kota Bandung
Abstract
Indonesia is still undergoing stages or processes to build a better economy so that it becomes a developed country. Labor has an important role in the economic development process. Government policies in infrastructure and governance, labor are key factors that can encourage and accelerate the rise and fall of an economy's competitiveness. In Indonesia, workers are divided into 2, namely formal workers and informal workers. The method in this research is quantitative descriptive with primary and secondary data sources. This research explains that welfare based on consumption patterns has a negative and significant effect on the transformation of informal workers into formal workers in the city of Bandung. This value shows that when welfare is based on high consumption patterns, it will reduce the opportunity for the transformation of informal workers into formal workers in the city of Bandung.
Indonesia masih mengalami tahap atau proses untuk membangun perekonomian yang lebih baik agar menjadi sebuah negara yang maju. Tenaga kerja memiliki peran penting dalam proses pembangunan ekonomi. Kebijakan pemerintah dalam infrastruktur dan governance, tenaga kerja menjadi faktor kunci yang dapat mendorong dan mempercepat naik-turunnya daya saing suatu perekonomian. Di Indonesia, pekerja di bagi menjadi 2 yaitu pekerja formal dan pekerja informal. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa kesejahteraan berdasarkan pola konsumsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap transformasi pekerja informal menuju pekerja formal di Kota Bandung. Nilai tersebut menunjukkan ketika kesejahteraan berdasarkan pola konsumsi tinggi, maka akan menurunkan peluang transformasi pekerja informal menuju pekerja formal di Kota Bandung.
References
Kotler P. Manajemen Pemasaran [Internet]. Jakarta: Indeks; 2005. Available from: Sari, N. P. (2016). Transformasi pekerja informal ke arah formal: Analisis deskriptif dan regresi logistik. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 9(1), 28-36.
Satarudin, S., Suprianto, S., & Sujadi, S. (2021). Survey Pekerja Sektor informal Dan Sektor Formal Era Revolusi Industri di Kota Mataram. Journal of Economics and Business, 7(2), 175-194.
Satarudin, S., Suprianto, S., & Sujadi, S. (2021). Survey Pekerja Sektor informal Dan Sektor Formal Era Revolusi Industri di Kota Mataram. Journal of Economics and Business, 7(2), 175-194.
Harahap, S. L., Nasution, Y. S. J., & Syahriza, R. (2023). Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Perempuan Memilih Profesi Sebagai Pedagang di Pasar Tradisional. Humantech. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(5), 840-851.
Undang-Undang No. 13 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 ayat 2.
Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Pasal 88 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan
UU No. 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan.
Ahmad Kholik, & Dewi Rahmi. (2023). Strategi Pengembangan UMKM Makanan dan Minuman di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 133–142. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2796
Setiadi, A. D., Yunita, A., & 2, M. (2023). Faktor Penentu Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Belitung dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang. 1(1), 9–16. https://doi.org/10.29313/iconomics.v1i1.xxx
Sinarwati, N. K., Eka Putra, I. K., & Rona, I. W. (2023). The Role of Village Government in Achieving Village Without Poverty. MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 272–279. https://doi.org/10.29313/mimbar.v39i2.2081