Strategi Keberterimaan Teknologi Pada Program Desa Cerdas melalui Aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat : Pendekatan Technology Accpetance Model (TAM)

  • Panji Lanang Galih Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Bandung
  • Asnita Frida B.R. Sebayang Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Islam Bandung
Keywords: pemerintah desa, BUMDES, Simpeldesa

Abstract

Abstract. Increasing the intensity of technology in various aspects of life, including governance, economic and social, nowadays are more effective and efficient. Palasari Village, Subang is one them who utilized technological development in the digitization process in governance (public services), economic, and social. Unfortunately, Simpeldesa application in Palasari Village experienced fluctuations in active users. This study aims to analyze use of the Simpeldesa application in Palasari Village, West Java. The objectives of this research are to identify service features that are superior for the residents of Palasari Village and identify the level of consistency & intensity of villagers in using the Simpeldesa application. The method in this research is descriptive quantitative by distributing questionnaires evaluating the use of the Simpeldesa application through the TAM (Technology Acceptance Model) analysis model. The Behavioral Intention to Use indicator obtained the highest acceptability score, which was 437.8 with an accept interpretation scale. The.Smart Government feature is a feature with the highest level of acceptance and satisfaction compared to the Smart Economy and Smart Society features. There are many has to be improved in terms of the intensity of application use by residents, including the need for more intense Technical Guidance for villagers and monitoring & evaluation of application use is also needed so that Palasari Village residents are more adaptive in using technology

Abstrak. Peningkatan intensitas penggunaan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintah, tata kelola ekonomi dan tata kelola social kini lebih efektif dan efisien. Desa Palasari, Subang merupakan salah desa yang telah memanfaatkam pengembangan teknologi dalam proses digitalisasi dalam tata kelola pemerintah (pelayanan publik), tata kelola ekonomi, dan tata kelola social. Meskipun demikian, penggunaan aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari mengalami fluktuatif pengguna aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi Simpeldesa di Desa Palasari, Jawa Barat. Sasaran dari penelitian ini adalah teridentifikasinya fitur layanan yang menjadi unggulan bagi Warga Desa Palasari dan teridentifikasinya tingkat konsistensi & intensitas warga desa dalam menggunakan aplikasi Simpeldesa. Metode yang digunakan pada penelitan ini adalah Desktiptif Kuantitatif melalui penyeberan kuesioner evaluasi penggunaan aplikasi Simpeldesa melalui model analisis TAM (Technology Acceptance Model). Indikator Indikator Intensitas Minat Menggunakan (Behavioral Intention to Use) memperoleh skor keberterimaan tertinggi, yaitu sebesar 437.8 dengan skala interpretasi accept. Adapun fitur .Smart Government merupakan fitur dengan tingkat keberterimaandan kepuasan tertinggi dibandingkan fitur Smart Economy dan Smart Society. Masih terdapat hal yang harus diperbaiki dilihat dari intensitas penggunaan aplikasi oleh warga, diantaranya dibutuhkan Bimbingan Teknis yang lebih Intens kepada warga desa dan juga diperlukan monitoring & evaluasi penggunaan aplikasi agar warga Desa Palasari lebih adaptif dalam menggunakan teknologi

References

[1] K Agustine, M. R. (2016). Koneksi Hukum dan Disrupsi Teknologi melalui Tafsir Konstitusional Mendukung Pembangunan Ekonomi. Legislasi Indonesia.
[2] Angga Erlando, R. D. (2021). Smart Village Digitization Program : Encourging The Development of Village Potential in Juruan Daya, Sumenep. Interdisciplinary Socio-Economic and Community Study.
[3] Arif Eko Wahyudi Arfianto, A. R. (2014). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan Ekonomi Desa. Pemberdayaan Masyarakat.
[4] Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi. BPFE Yogyakarta.
[5] Assaf Arief, M. Y. (2021). Kendala Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Jurnal Ilmiah Teknik Elektro.
[6] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana Aksi Nasional : Tujuan Pembangunan berkelanjutan (TPB) / Sustainable Developmnet Goals (SDGs) 2021 - 2024. DKI Jakarta: Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional.
[7] Badri, M. (2016). Pembangunan Pedesaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Risalah.
[8] Cynthia M. Jones, R. V. (2010). Utilizing The Technology Acceptance Model to Assess The Employee Adoption of Information System Security Measures,. Technology & Information System.
[9] Davis, F. D. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of Information Technology. Management Information Systems.
[10] E. Draai, D. T. (2009). Public participation for effective service delivery : a local government perspective. Journal of Public Administration.
[11] Edi Suwandi, H. F. (2019). Analisis Tingkat Kepuasan menggunakan Skala Liket pada Layanan Speedy. Informasi Teknologi.
[12] Effendi, M. (2010). Peranan Internet sebagai Media Komunikasi. Dakwah dan Komunikasi.
[13] Eneng Tita Tosida, S. Y. (2020). Clustering of Citizen Science Prospect to Construct Big Data-based Smart Village in Indonesia. Informatika dan Multimedia.
[14] Eta Rahayu, E. B. (2014). Penentuan Pusat Pertumbuhan dalam Pengembangan Wilayah. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota.
[15] Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian. Humanika.
[16] Hamid, E. S. (2017). Disruptive Innovation: Manfaat Dan Kekurangan Dalam Konteks Pembangunan Ekonomi. Ekonomi Pembangunan.
[17] Heba Khalil Asfour, S. I. (2014). The Impact of Mobile Banking on Enhancing Customers' E-Satisfication : An Empirical Study on Commercial Banks in Jordan. Journal of International Business Research.
[18] Hendro Setro Wahyudi, M. P. (2014). Teknologi dan Kehidupan Masyarakat. Analisa Sosiologi.
[19] Herdiana, D. (2019). Developing the Smart Village Concept for Indonesian Villages. Jurnal Teknologi dan Informatika.
[20] International Telecommunication Union ( ITU ) World Telecommunication/ICT Indicators Database. (2020). Individuals using the Internet (% of population) - Indonesia. Retrieved from The World Bank: https://data.worldbank.org/indicator/IT.NET.USER.ZS?locations=ID
[21] Jabar Prov. (n.d.). Profil Jawa Barat. Retrieved from Satu Portal untuk Semua Hal Tentang Jawa Barat: https://jabarprov.go.id/
[22] Jabarprov. (2020). 80 persen Desa Di Jawa Barat Sudah Memiliki Akses Internet. Retrieved from Open Data Jabar: https://opendata.jabarprov.go.id/id/infografik/80-persen-desa-di-jawa-barat-sudah-memiliki-akses-internet
[23] JabarProv. (2022). Kondisi Umum Jawa Barat. Retrieved from Portal Jabarprov: https://jabarprov.go.id/
[24] Judy Chuan-Chuan Lin, H. L. (2000). Towards an understanding of the behavioural intention to use a web site. Journal of Information Management, 197 - 208.
[25] Kedeputian Bidang Pengembangan Regional. (2023). CAPAIAN INDIKATOR UTAMA PEMBANGUNAN. Retrieved from Sistem Informasi dan Manajemen Datadasar Regional: https://simreg.bappenas.go.id/home/pemantauan/lpe
[26] Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2017, January Monday). Ekonomi Digital Mempercepat Pembangunan Ekonomi. Retrieved from Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia: https://ekon.go.id/publikasi/detail/1145/ekonomi-digital-mempercepat-pembangunan-ekonomi
[27] Khairunnisa Nur Isnaini, D. S. (2023). Security Analysis of Simpel Desa using Mobile. Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi.
[28] Maria, E. (2017). E-Government dan Korupsi : Studi di Pemerintah Daerah, Indonesia dari Perspektif Teori Keagenan. Jurnal Ekonomi dan Keuangan.
[29] Mashuri, D. N. (2020). Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing. Jurnal Perbankan Syariah, 97-112.
[30] Mayrhofer, M. (2018). User generated content presenting brands on social media increases young adults’ purchase intention. Journal of Advertising, 166-186.
[31] Nuryanti. (2013). Peran E-Commerce untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Jurnal Ekonomi.
[32] PDTT, K. (2022). Rencana Strategis 2020-2024. KEMENDESA.
[33] Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. (2023). Pengantar Kabubpaten Subang. Retrieved from Pemerintah Daerah Kabupaten Subang: https://www.subang.go.id/profil/letak-geografis
[34] Phadermrod, B. (2016). Importance Performance Analysis Based SWOT Analysis. Information Management, 1-10.
[35] Piliang, Y. A. (2012). Masyarakat Informasi dan Digital : Teknologi Informasi dan Perubahan Sosial. Teknologi Informasi dan Perubahan Sosial.
[36] Rahmida. (2021). Putu Ayu Mira Witriyanti Wida. Journal of Humanities, Management, and Science Proceedings.
[37] Rima Fayada, D. (2015). The Technology Acceptance Model E-Commerce Extension: A Conceptual Framework. Procedia Economics and Finance.
[38] Saffana Assani, A. W. (2020). E-Commerce Desa Dalam Upaya Menuju Smart Village : Studi Analisis dan Perancangan. IKRA-ITH Informatika .
[39] Sartika, E. (2010). Pengolahan Data Berskala Ordinal.
[40] Setiono, D. N. (2011). Ekonomi Pembangunan Wilayah. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
[41] Soleh, A. (2014). Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi.
[42] Telkom Indonesia. (2023). Transformasi Indonesia Dimulai dari Desa : Terhubung dalam Jaringan . Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.
[43] Telkom Living Lab Smart City Nusantara. (2021). Smart Village Nusantara Desa Palasari. Retrieved from https://desapalasari.smartvillagenusantara.id/
[44] Thabroni, G. (2021). Metode Penelitian: Pengertian & Jenis menurut Para Ahli. Retrieved from Metode Penelitian: https://serupa.id/metode-penelitian/
[45] Viswanath Ventakesh, F. D. (2015). A Theoretical Extension of The Technology Accepatance Model : Four Longitudinal Field Studies. Management Science.
Published
2023-08-03