Pengaruh Kondisi Perekonomian terhadap Penerimaan PPN dan PPnBM di Indonesia 2007-2021
Abstract
Abstract. Value added tax (PPN) and Sales Tax on Luxury Goods (PPnBM) is one type of indirect tax imposed on consumption at every level of production or distribution. Economic conditions greatly determine the size of tax revenue because the more passionate about economic activity, the more stimulating government revenue from taxes will be. This research uses secondary data in the form of time series data in the period of 2007-2021. The data analysis technique is used Ordinary Least Square (OLS) multiple linear regression analysis. The results showed that partially the GDP variable had no significant effect on PPN and PPnBM receipts, while the inflation variable and the percentage of the poor had a significant effect on PPN and PPnBM revenues. Then all the variables together giving a significant effect on the acceptance of PPN and PPnBM..
Abstrak. Pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan salah satu jenis pajak yang bersifat tidak langsung yang dikenakan terhadap konsumsi pada setiap tingkatan produksi atau distribusi. Kondisi perekonomian sangat menentukan besar kecilnya penerimaan pajak karena semakin bergairah aktifitas ekonomi maka akan semakin menstimulus pendapatan pemerintah yang berasal dari pajak. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder berupa data deret waktu (time series) dari tahun 2007-2021. Teknik analiss data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variable PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM, sedangkan variable inflasi dan persentase penduduk miskin berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM. Kemudian secara bersama-sama seluruh variable dapat memberi pengaruh secara signifikan terhadap penerimaan PPN dan PPnBM.