Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung
Abstract
Abstract. Farmer groups are formed in order to facilitate the procurement of agricultural production facilities such as fertilizers, seeds and medicines. ideally, farmer groups are formed by and for farmers, in order to overcome common problems in farming and strengthen farmers' bargaining, both in the market for facilities and in the market for agricultural products. from government programs that require farmers in groups. Therefore, after the government program was completed, most of the farmers stopped joining the farmer groups. This makes the farmer groups not play their role as they should. The purpose of this study was to determine the role of farmer groups as an effort to improve the welfare of farmers. The research method used in this research is descriptive qualitative. Analysis of the data obtained from the results of interviews and then make conclusions that are easily understood by the reader. The sample in this study were 7 members of the farmer group and 1 head of the farmer group. The results of this study indicate that (1) the problems faced by farmers in Warnasari Village in developing farming are lack of capital, price and income instability, government intervention or farmer group organizations, difficulty getting superior seeds, and plant pests (2) the role of farmer groups in improving the welfare of farmers in Warnasari Village, among others, as a teaching and learning class, as a vehicle or cooperation unit, and as a business unit.
Abstrak. Kelompok tani dibentuk dalam rangka mempermudah pengadaan sarana produksi pertanian seperti, pupuk, bibit serta obat-obatan, dengan adanya kelompok tani, para petani dapat bersama-sama memiliki kekuatan untuk menentukan harga hasil pertanian. Idealnya, Kelompok tani dibentuk oleh dan untuk petani, guna mengatasi masalah bersama dalam usaha tani serta menguatkan usaha tawar petani, baik dalam pasar sarana maupun dalam pasar produk pertanian Perkembangan kelompok tani di Indonesia saat ini sebagian besar tidak dibentuk oleh dan untuk petani, melainkan dibentuk sebagai respon dari program-program pemerintah yang mengharuskan petani berkelompok. Oleh karena itu, setelah program pemerintah selesai, sebagian besar petani berhenti bergabung dalam kelompok tani tersebut. Hal itu menjadikan kelompok tani tidak berperan sebagaimana mestinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari kelompok tani sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis data diperoleh dari hasil wawancara kemudian membuat kesimpulan yang mudah dipahami oleh pembaca. Sample dalam penelitian ini adalah 7 orang anggota kelompok tani dan 1 orang ketua kelompok tani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Warnasari dalam mengembangkan usahatani adalah kekurangan modal, instabilitas harga dan pendapatan, campur tangan pemerintah atau organisasi kelompok tani, kesulitan mendapatkan bibit unggul, dan hama tanaman (2) peran kelompok tani dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Warnasari antara lain sebagai kelas belajar-mengajar, sebagai wahana atau unit kerjasama, dan sebagai unit usaha.