Pengaruh Bantuan Sosial Pangan, Inflasi, dan PDRB terhadap Daya Beli Masyarakat pada 6 Provinsi di Pulau Jawa Tahun 2018–2024
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcses.v6i2.25589Keywords:
Bantuan Sosial Pangan, Inflasi, Daya Beli Masyarakat, Regresi Data PanelAbstract
Abstract. Household purchasing power reflects the level of community welfare and is influenced by various economic factors, including food social assistance, inflation, and Gross Regional Domestic Product (GRDP). This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of Food Social Assistance, Inflation, and GRDP on household purchasing power in six provinces on Java during 2018–2024. This research employed a quantitative associative approach using secondary panel data from six provinces, resulting in 42 observations. The data were analyzed using panel data regression with EViews 12. Based on the Chow and Hausman tests, the Fixed Effects Model (FEM) was selected as the most appropriate model, with robust estimation using White cross-section standard errors and cross-section SUR. The results indicate that Food Social Assistance and GRDP have a positive and significant effect on household purchasing power, while inflation has a positive but insignificant effect. Simultaneously, Food Social Assistance, inflation, and GRDP significantly influence household purchasing power. These findings suggest that improving the effectiveness of food social assistance programs, maintaining inflation stability, and promoting inclusive regional economic growth are essential to strengthening household purchasing power.
Abstrak. Daya beli rumah tangga merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi. Selama periode 2018–2024, daya beli rumah tangga di enam provinsi di Pulau Jawa mengalami perubahan yang diduga dipengaruhi oleh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Bantuan Sosial Pangan, inflasi, dan PDRB terhadap daya beli rumah tangga, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk panel data dari enam provinsi di Pulau Jawa selama tahun 2018–2024 dengan total 42 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan EViews 12. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, model terbaik adalah Fixed Effects Model. Untuk mengatasi heteroskedastisitas dan ketergantungan antarpenampang, estimasi dilakukan menggunakan White cross-section standard errors dan cross-section SUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bantuan Sosial Pangan dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya beli rumah tangga, sedangkan inflasi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap daya beli rumah tangga. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga keberlanjutan dan ketepatan sasaran Bantuan Sosial Pangan, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan PDRB yang inklusif untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
References
Badan Pusat Statistik. (2025). Produk domestik regional bruto provinsi-provinsi di Indonesia menurut lapangan usaha 2020–2024. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2025). Indeks harga konsumen dan inflasi Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id
Murwiati, A., & Zulkarnain, R. (2023). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Keluarga Penerima Manfaat, dan Inflasi terhadap Konsumsi Rumah Tangga di Indonesia dengan Regresi Kuantil. Journal of Social Science Research, 3(2), 8631–8643.
Baltagi, B. H. (2021). Title Econometric Analysis of Panel Data (2nd ed.). Springer.
Bank Indonesia. (2024). Title Laporan Perekonomian Indonesia 2024.
Kementerian Sosial Republik Indonesia (2023). Title Pedoman Umum Program Sembako Tahun 2023. https://kemensos.go.id/
Istriawati, N., & Dartanto, T. (2022). Dampak Bantuan Pangan Non Tunai terhadap Konsumsi Makanan dan Rokok pada Rumah Tangga Miskin di Indonesia. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 5(2), 1158–1172. https://doi.org/10.34007/jehss.v5i2.1407
Keynes, J. M. (1936). No Title The General Theory of Employment, Interest and Money. Macmillan.
Mankiw, N. G. (2021). Title Principles of Macroeconomics (9th ed.). Cengage Learning.
N.K.A, S., & G.B., W. I. (2018). RJOAS, 9(81), September 2018. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 9(September), 37–51.
Sugiyono. (2020). Title Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Sukirno, S. (2019). Title Makroekonomi: Teori Pengantar (3rd ed.). PT RajaGrafindo Persada.
Suryahadi, A., Al Izzati, R., & Suryadarma, D. (2020). The Impact of COVID-19 Outbreak on Poverty: An Estimation for Indonesia (Draft). SMERU Working Paper, April(April), 1–20. http://smeru.or.id/en/content/impact-covid-19-outbreak-poverty-estimation-indonesia
Todaro, Michael P. Smith, S. C. (2020). Title Economic Development (13th ed.). Pearson.
Wooldridge, J. M. (2019). Title Introductory Econometrics: A Modern Approach (7th ed.). Cengage Learning.
Zulkarnain, R., & Murwiati, A. (2023). Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Konsumsi Rumah Tangga Di 34 Provinsi Indonesia. Journal on Education, 6(1), 7214–7224. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3963