Proyeksi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Tahun 2026-2030
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcses.v6i2.25010Keywords:
Sumber Pertumbuhan Ekonomi, Growth-Share Method, PDRBAbstract
Abstract. The varying dynamics of dominant and potential sector contributions to Bandung City's GRDP during 2020-2025 necessitate a projection of economic growth sources as a basis for anticipatory development policy. This study aims to analyze the magnitude of economic growth sources from dominant sectors (Wholesale and Retail Trade; Information and Communication; Transportation and Warehousing) and potential sectors (Construction; Manufacturing) in Bandung City for 2026-2030, as well as to formulate policy anticipations. The study employed a quantitative descriptive-analytical approach using secondary GRDP data from BPS, analyzed through the growth-share method with the growth component derived from Bandung City's RPJMD 2025-2029 economic growth rate targets. Results indicate that all five sectors are projected to show a consistently increasing source of growth (SOG) throughout 2026-2030, ranked as follows: Wholesale and Retail Trade (1.2205%-1.4313%), Information and Communication (1.1891%-1.2714%), Transportation and Warehousing (0.7090%-0.8660%), Manufacturing (0.3236%-0.3993%), and Construction (0.2782%-0.3123%). In aggregate, these sectors account for more than two-thirds of Bandung City's economic growth, underscoring the need for adaptive policies encompassing digital trade strengthening, digital transformation, logistics integration, creative industry development, and sustainable infrastructure investment.
Abstrak. Dinamika kontribusi lapangan usaha dominan dan potensial terhadap PDRB Kota Bandung periode 2020-2025 yang beragam mendorong perlunya proyeksi sumber pertumbuhan ekonomi sebagai dasar kebijakan pembangunan yang antisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis besaran sumber pertumbuhan ekonomi lapangan usaha dominan (Perdagangan Besar dan Eceran; Informasi dan Komunikasi; Transportasi dan Pergudangan) dan potensial (Konstruksi; Industri Pengolahan) Kota Bandung periode 2026-2030, serta merumuskan antisipasi kebijakannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan data sekunder PDRB dari BPS, dianalisis melalui metode growth-share dengan komponen growth yang diturunkan dari target LPE RPJMD Kota Bandung 2025-2029. Hasil penelitian menunjukkan kelima lapangan usaha diproyeksikan memberikan source of growth (SOG) yang meningkat konsisten sepanjang 2026-2030, dengan urutan kontribusi: Perdagangan Besar dan Eceran (1,2205%-1,4313%), Informasi dan Komunikasi (1,1891%-1,2714%), Transportasi dan Pergudangan (0,7090%-0,8660%), Industri Pengolahan (0,3236%-0,3993%), dan Konstruksi (0,2782%-0,3123%). Secara agregat keduanya menyumbang lebih dari dua pertiga pertumbuhan ekonomi Kota Bandung, sehingga diperlukan kebijakan adaptif meliputi penguatan perdagangan digital, transformasi digital, integrasi logistik, pengembangan industri kreatif, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
References
Badan Pusat Statistik. (2020). Konsep dan definisi Produk Domestik Regional Bruto. BPS Indonesia. https://www.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2024). Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung menurut lapangan usaha 2020-2024. BPS Kota Bandung. https://bandungkota.bps.go.id
Badan Pusat Statistik. (2025). Kota Bandung dalam angka 2025. BPS Kota Bandung. https://bandungkota.bps.go.id
Darwin Nahwan. (2023). Analisis Pertumbuhan Dan Struktur Ekonomi Makro Di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 8(2), 562–571. https://doi.org/10.31932/jpe.v8i2.2716
Loren Surmila Br Surbakti1), M. S. (2021). Analisis Pengembangan Sektor Ekonomi Unggulan Dalam Pertumbuhan Ekonomi Di Kota Medan, Volume 3 N(E-ISSN: 2656-4378 P-ISSN: 2655-5689), 143–151. https://doi.org/10.37479/jeej.v3i2.11055
Lubis, N., Ainul Yusna Harahap, Rahmad Tantawi, Nuri Aslami, & Tina Novianti Sitanggang. (2024). Dampak Perkembangan Ekonomi Digital terhadap Pertumbuhan Sektor E-commerce di Indonesia: Perspektif Teknologi, Konsumen, dan Regulasi. Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi (JENSI), 8(2), 348–259. https://doi.org/10.33059/jensi.v8i2.10649
Maharani, D. I. (2024). Peluang dan Tantangan Sektor E-Commerce dalam Meningkatkan Perekonomian di Era Transformasi Digital. Jurnal Simki Economic, 7(1), 201–210. https://doi.org/10.29407/jse.v7i1.493
Mankiw, N. G. (2019). Macroeconomics (10th ed.). Worth Publishers. https://books.google.co.id/books/about/Macroeconomics.html?hl=id&id=Ek6SugEACAAJ&redir_esc=y
Robbani, N. A., & Mafruhat, A. Y. (2023). Analisis Pergeseran Pertumbuhan Struktur Ekonomi dan Sektor Unggulan Kota Bandung. Bandung Conference Series: Economics Studies, 3(1), 24–34. https://doi.org/10.29313/bcses.v3i1.5820
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson. https://books.google.co.id/books/about/Economic_Development.html?hl=id&id=8yS1oQEACAAJ&redir_esc=y
Wibawanindah, N., Basuki, P., Wijimulawiani, B. S., & Mataram, U. (2024). EKONOBIS Peran Sektor Perdagangan Besar dan Eceran : Reparasi Mobil. 10(1), 55–72. https://doi.org/10.29303/ekonobis.v9i2.151