Pengaruh Indeks Pemberdayaan Gender, Indeks Pembangunan Manusia, dan Unit Usaha terhadap Pengangguran Perempuan di Indonesia

  • Fauzan Firdaus Ariefin Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Ria Haryatiningsih Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
Keywords: Indeks Pemberdayaan Gender, Indeks Pembangunan Manusia, Unit Usaha, Pengangguran Perempuan

Abstract

Abstract. This study examines the influence of Gender Empowerment Index (GEI), Human Development Index (HDI), and Units of Business on the unemployment rate of women in six Indonesian regions from 2018 to 2023. Female unemployment is a crucial issue because it affects social stability and economic growth. The study uses quantitative methods with a panel data regression analysis where the Common Effect Model is employed. Secondary data was obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS). The research findings indicate that GEI, HDI, and Units of Business have a significant simultaneous impact on female unemployment. Partially, GEI and HDI show a negative and significant impact on female unemployment, while Units of Business also have a negative and significant impact on female unemployment. These findings suggest that increasing gender empowerment, human development, and business growth can lower the unemployment rate of women in Indonesia.

Abstrak. Penelitian ini menganalisis pengaruh Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Unit Usaha terhadap tingkat pengangguran perempuan di enam wilayah Indonesia selama periode 2018-2023. Pengangguran perempuan menjadi isu penting karena berdampak pada stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, di mana model estimasi yang digunakan adalah Common Effect Model. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IDG, IPM, dan Unit Usaha secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran perempuan. Secara parsial, IDG dan IPM memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran perempuan, sementara Unit Usaha juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pengangguran perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pemberdayaan gender, pembangunan manusia, serta pertumbuhan unit usaha dapat menurunkan tingkat pengangguran perempuan di Indonesia.

References

Albanesi, S., & Sahin, A. (2018). The Gender Unemployment Gap. Review of Economic Dynamics. Diakses dari doi.org.

Amin, L. & Nehring, K. (2019). "Gender, Empowerment, and Employment: The Impact of Gender Empowerment on Female Unemployment." Journal of Gender Studies, 28(2), 198-212.

Astrid, E., & Soekapdjo, S. (2020). Pengaruh inflasi, jumlah penduduk, IPM, PMA, dan PMDN terhadap tingkat pengangguran di Indonesia. Forum Ekonomi, 22(2), 319–325.

Azmat, G., Guell, M., & Manning, A. (2006). Gender Gaps in Unemployment Rates in OECD Countries. Journal of Labor Economics, 24(1), 1-37.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Berita Resmi Statistik: Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2024. Jakarta: BPS. Diakses dari bps.go.id.

Baliamoune-Lutz, M. (2007). Globalization and Gender Inequality: Is Africa Different? Journal of African Economies, 16(2), 301–348.

Chamlou, N., Muzi, S., & Ahmed, H. (2003). Female Labor Force Participation in the Middle East and North Africa: Evidence from Household Surveys. World Bank Policy Research Working Paper.

Chen, S., & Ravallion, M. (2007). "Absolute Poverty and Economic Growth: A Review." World Bank Policy Research Working Paper No. 4253.

Diynna Rahmawati, & Dr. Asnita Frida Sebayang. (2023). Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 93–100. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2871

Global Finance. (2024). Richest and Poorest Countries in the World. Diakses pada 1 Desember 2024, dari globalfinance.com.

Haris, I. (2015). "Economic Growth and Employment Creation in Developing Economies." International Journal of Economic Development, 21(2), 115-130.

Harrison, A., & Hartwig, R. (2012). The Role of the Informal Sector in Developing Economies: A Survey of the Literature. Journal of Development Economics, 98(1), 1-19.

Risma, & Atih Rohaeti Dariah. (2024). Pengaruh Kemiskinan, PDRB, dan Pengangguran terhadap Kriminalitas di Jakarta dan Jabar. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 109–116. https://doi.org/10.29313/jrieb.v4i2.5025

Published
2025-02-02