Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Inklusi Keuangan Syariah terhadap Ketimpangan Pendapatan di Indonesia Tahun 2012-2022
Abstract
Abstract. Indonesia's economic growth shows an increase in better people's welfare conditions. However, there is still a striking income inequality in various regions, despite progress in financial literacy and inclusion. This study aims to analyze the impact of economic growth and Islamic financial inclusion on income inequality in Indonesia during the period 2012-2022. The method used in this study is descriptive verification with a quantitative approach, using multiple linear regression with time series data. Data processing was carried out using the Ordinary Least Square (OLS) method through Eviews 12 software. The test results show that the research model is free from classical assumptions. The t-test results also show that economic growth does not have a significant effect on income inequality, while Islamic financial inclusion has a negative and significant effect. This indicates that increasing Islamic financial inclusion can contribute to reducing income. Simultaneously, economic growth and Islamic financial inclusion have an effect on income inequality with a variation reaching 85.78%. This study emphasizes the importance of the existence of Islamic financial inclusion in efforts to reduce income inequality in Indonesia. Therefore, policies that encourage access to Islamic finance for all levels of society need to be strengthened, so that income distribution can be more equitable.
Abstrak. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan peningkatan kondisi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Namun, masih terdapat ketimpangan pendapatan yang mencolok di berbagai wilayah, meskipun ada kemajuan dalam literasi dan inklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertumbuhan ekonomi serta inklusi keuangan syariah terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia selama periode 2012-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan regresi linier berganda dengan data time series. Pengolahan data dilakukan dengan metode Ordinary Least Square (OLS) melalui perangkat lunak Eviews 12. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model penelitian terbebas dari asumsi klasik. Hasil uji t juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan keuangan inklusi syariah berpengaruh negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan inklusi keuangan syariah dapat memberikan kontribusi pada penurunan pendapatan. Secara simultan, pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan syariah memberikan pengaruh terhadap ketimpangan pendapatan dengan variasi mencapai 85,78%. Penelitian ini menekankan pentingnya eksistensi inklusi keuangan syariah dalam upaya mengurangi ketimpangan pendapatan di Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan yang mendorong akses terhadap keuangan syariah kepada seluruh lapisan masyarakat perlu diperkuat, agar distribusi pendapatan dapat lebih merata.
References
Agmulia Asmarani Islam, A. (2019). Analisis pengaruh inklusi keuangan (dimensi ketersediaan, penetrasi dan penggunaan layanan perbankan) terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia. UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/73189/
Alamsyah, H. (2010). Keuangan Syariah dan Keuangan Inklusif Bisa Bersinergi. https://mysharing.co/keuangan-syariah-dan-keuangan-inklusif-bisa-bersinergi/
Ayuning Lestari, T., & Amaliah, I. (2023). Pengaruh Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017-2021. Bandung Conference Series: Economics Studies, 3(1), 246–250. https://doi.org/10.29313/bcses.v3i1.7086
Chu Khanh, L., & Chu, H. (2019). Effect of Financial Inclusion on Income Inequality: Evidence from Cross-Country Analysis. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3308044
Iqbal Salsabil, & Westi Rianti. (2023). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pendidikan, Tingkat Kesehatan dan Laju Pertumbuhan Penduduk terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat pada Tahun 2016 – 2020. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 15–24. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i1.1886
Jihan Anggraeni Ramdani Arisa. (2022). Implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan dan Keuangan Inklusif pada Pelaku UMKM Perempuan. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 15–22. https://doi.org/10.29313/jrieb.vi.646
Khoiriyah, D. N., & Amalia, F. (2023). Dampak inklusi dan literasi keuangan terhadap ketimpangan pendapatan melalui kredit UMKM di Indonesia tahun 2016 dan 2019. Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 16(1), 16. https://doi.org/10.26623/jreb.v16i1.6303
Maesy Angelina, Nisa Fachry, Dalia Kuwatly, and R. S. (2018). Banking on Fintech : Financial Inclusion for Micro Enterprises in Indonesia PULSE.
Muslikhah, A. S., & Utami, E. D. (2020). Pengaruh Inklusi Keuangan Terhadap Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia Tahun 2012-2017. Seminar Nasional Official Statistics, 2019(1), 738–748. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2019i1.102
OJK. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). https://ojk.go.id/waspada-investasi/id/regulasi/Pages/Undang-Undang-Nomor-21-Tahun-2008-Tentang-Perbankan-Syariah.aspx#:~:text= Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah,-16 Juli 2008&text=Mengatur tentang tata cara dan,juga diatur di bab
Park, C.-Y., & Mercado, R. J. (2015). Financial Inclusion, Poverty, and Income Inequality in Developing Asia. SSRN Electronic Journal, 426. https://doi.org/10.2139/ssrn.2558936
Prastowo, P. (2018). Analisis regional keuangan inklusi perbankan syariah terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 4(1), 51–57. https://doi.org/10.20885/jeki.vol4.iss1.art6
Sarma, M. (2012). Index of Financial Inclusion – A measure of financial sector inclusiveness. Berlin Working Papers on Money, Finance, Trade and Development Working.
Umar, A. I. (2017). Index of Syariah Financial Inclusion in Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter Dan Perbankan, 20(1), 99–126. https://doi.org/10.21098/bemp.v20i1.726