Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Penggunaan QRIS pada Pekerja Sektor Formal di Kota Bandung

  • Deti Nursaadah Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Dewi Rahmi Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
Keywords: Preferensi, Perilaku Konsumen, QRIS

Abstract

Abstract. QRIS was officially launched by Bank Indonesia on August 17, 2019 after going through a series of trials and evaluations and has been effective since January 1, 2020. The purpose of this study was to determine the factors that determine the preference for using QRIS on formal sector workers in Bandung City with variables of convenience, benefits and risks. The analysis method used in this research is descriptive statistics. The data used in this study are primary data distributed through questionnaires with a likert scale. The population in this study were formal sector workers in Bandung City totaling 792,294 thousand people. The sampling technique used purposive sampling technique as many as 100 respondents. The results showed that the factors that determine the preference for using QRIS on formal sector workers in Bandung City are convenience, benefits and risk factors. The most dominant factor is the convenience factor which produces an average score value of 366 or can be interpreted as very decisive.

Abstrak. QRIS secara resmi diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 setelah melalui serangkaian uji coba dan evaluasi dan mulai berlaku secara efektif sejak 1 Januari 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menentukan preferensi penggunaan QRIS pada pekerja sektor formal di Kota Bandung dengan variabel kemudahan, manfaat dan risiko. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang disebar melalui kuesioner dengan skala likert. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sektor formal di Kota Bandung sebanyak 792.294 ribu jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menentukan preferensi penggunaan QRIS pada pekerja sektor formal di Kota Bandung adalah faktor kemudahan, manfaat dan risiko. Faktor yang paling dominan adalah faktor kemudahan di mana menghasilkan nilai skor rata-rata sebesar 366 atau dapat di interpretasikan sangat menentukan.

References

Ahdiat, A. (2023, Juli 5). Ini Pertumbuhan Jumlah Pengguna QRIS sampai Akhir 2022. Retrieved from datboks: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/07/05/ini-pertumbuhan-jumlah-pengguna-qris-sampai-akhir-2022

Ahmad Kholik, & Dewi Rahmi. (2023). Strategi Pengembangan UMKM Makanan dan Minuman di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 133–142. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2796

ASPI. (2022, Oktober 25). Satu QRIS untuk seluruh pembayaran. Retrieved from ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran: https://www.aspi-indonesia.or.id/standar-danlayanan/qris/

Bank Indonesia. (2022, November 26). Kanal dan Layanan. Retrieved from Bank Indonesia: https://www.bi.go.id/QRIS/default.aspx

Bank Rakyat Indonesia. (2023, September Jumat 22). Cashless Kini Menjadi Trend . Diambil kembali dari 6 Metode Pembayaran Cashless: bri.co.id

BPS. (2024). Penduduk Kota Bandung Berdasarkan Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (Jiwa), 2021-2023. Retrieved from Badan Pusat Statistik: https://bandungkota.bps.go.id/indicator/12/85/1/penduduk-kota-bandung-berdasarkan-kelompok-umur.html

Davis. (1989). Perceived usefulnes, Perceived Ease Of Use, And User Acceptance Of Information Tecnology. Jurnal Management Information System Vol. 13 Iss. 3 , 318.

Edbert Juan, d. L. (2023). Pengaruh Kepercayaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, Dan Brand Image Terhadap Kepuasan Konsumen Melakukan Pembayaranmenggunakan Qris. K&K Journal Management, 323.

Finaka, A. W. (2023, agustus). google. Diambil kembali dari bank indonesia: https://indonesiabaik.id/infografis/tarif-qris-tak-lagi-gratis

Finaka, Andrean W. (2023). Tarif QRIS Tak Lagi Gartis. Retrieved from Indonesia baik.id: https://indonesiabaik.id/infografis/tarif-qris-tak-lagi-gratis

Fred D. Davis, R. P. (1989). Usser Acceptance of Computer Technology. Dalam R. P. Fred D. Davis, A Comparison of Two Theoretical Models. University of Arkanas: INFORMS.

Husni, L. (2014). "Pengantar Hukum Ketenagakerjaan" Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.

ismafarsi. (2023). Modus Penipuan Qris Dan Cara Menghindarinya: Tetap Waspada Dalam Transaksi Digital. Retrieved from ismafarsi.org: https://www.ismafarsi.org

Jogiyanto. (2007). Ssitem Informasi Keprilakuan: Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi.

Keller, P. K. (2012). Marketing Management. New Jersey: Prentice Hall .

kontan.co.id. (2024, Juli 1). Waspada Penipuan dengan Modus QRIS Palsu, Cek Cara Menghindarinya. Retrieved from keuangan kontan.co.id: https://keuangan.kontan.co.id

Marchelina, R. D. (2018 ). Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi Kemudahan, Persepsi Risiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Menggunakan E-Money (Studi Kasus Pada Pengguna E-Money Kota Padang). Jurnal Akuntansi STIE, Vol 2. No. 1 .

Marginingsih, R. (2021). Financial Technology (Fintech) Dalam Inklusi Keuangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume 8 No. 1, 57.

Maryono, Y. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Nora Azizah. (2023, Juni 21). Kota Bandung Tertinggi di Jawa Barat dalam Transaksi Elektronik. Retrieved from News Republika: https://news.republika.co.id/berita/rwkqii463/kota-bandung-tertinggi-di-jawa-barat-dalam-transaksi-elektronik

Novan Adi Musthofa, Siti Mutrofin, dan Mohamad Ali Murtadho. (2016 ). Implementasi Quick Response ( QR ) Code Pada Aplikasi Validasi Dokumen. Jurnal Antivirus 10, No 1 , 42-50.

QRIS, I. (2023). Bagaimana jika transaksi tidak masuk/gagal ? Retrieved from InterActive QRIS: https://qris.online/homepage/qris-faq?question=56/bagaimana-jika-transaksi-tidak-masukgagal/

Rahman, A. F. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Penggunaan Qris Sebagai Metode Pembayaran Pada Masa Pandemi (Studi Pada Mahasiwa UIN Raden Mas Said Surakarta). 1.

Risma Arum Azzahroo, S. D. (2021). Preferensi Mahasiswa dalam Menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai Teknologi Pembayaran. Jurnal Manajemen Motivasi 17, 12.

Sudirman, M. A. (2023). Metodologi Penelitian 1: Deskriptif Kuantitatif. Kota Bandung: CV. MEDIA SAINS INDONESIA.

Virda Lusiana Agustia, & Ria Haryatiningsih. (2024). Analisis Preferensi Komuter terhadap Pilihan Moda Transportasi Bandung Raya. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 97–108. https://doi.org/10.29313/jrieb.v4i2.5023

Wicky, Rudy, Sjendry. (2023). Pengaruh Kemudahan Penggunaan, Persepsi Manfaat, Dan Risiko Terhadap Minat Pengguna E-Payment Qris Pada Mahasiswa Fakultasekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal EMBA, 375-386.

Wulandari, A. (2022). Pengaruh Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (Qris) Terhadap Omset Penjualan Pada Usaha Darul Huda Snackkecamatan Ukui Ditinjau Menurut Ekonomi Syariah. 11.

Yuyun Ramadhani Muis, I. N. (2024). Volume 1, Nomor 4(2024)Received:2024/05/08Revised:2024/06/24Accepted:2024/06/29173persepsi Manfaat Dan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Keputusan Bertransaksi Non Tunai Menggunakan Qris. Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI), 183.

Published
2025-01-30