Pengaruh Empat Sektor Utama PDB terhadap Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia Tahun 2013-2022
Abstract
Abstract. The pace of the economy is an indicator of economic progress in a region. The economy is often interpreted as the higher the economy of a country, the better the economic condition of that country. One indicator to determine the economic condition of a region or country is GDP at current prices and constant prices. Rapid economic growth is generally accompanied by environmental damage caused by externalities caused by production and consumption factors from GDP sectors. This research aims to analyze and describe the influence of GDP sectors on the environmental quality index in Indonesia. This type of research is quantitative descriptive using secondary data in the form of published data on GDP sectors on constant prices and environmental quality indices in 2013-2022. The method used is multiple linear regression The research results show that the agricultural and transportation sector variables have a positive and significant relationship with the environmental quality index (KLHK), while the mining and processing industry sector variables have a negative and significant influence. variable. Of the four variables in the agricultural, mining, processing industry and transportation sectors, not all of them have a positive effect on the environmental quality index in Indonesia.
Abstrak. Laju perekonomian adalah indikator kemajuan ekonomi di suatu wilayah, perekonomian sering diartikan semakin tinggi perekonomian suatu negara maka semakin baik kondisi perekonomian negara tersebut. Salah satu indikator untuk mengetahui kondisi perekonomian suatu wilayah atau negara dengan PDB atas harga berlaku dan harga konstan. Pertumbuhan ekonomi yang pesat pada umumnya di ikuti dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan karena adanya eksternalitas yang disebabkan dari factor produksi dan konsumsi dari sektor-sektor PDB. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh sektor-sektor PDB dengan indeks kualitas lingkungan hidup Indonesia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa data publikasi sektor-sektor pDB atas harga konstan dan indeks kualitas lingkungan hidup pada tahun 2013-2022. Metode yang digunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan variabel sektor pertanian dan transportasi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH), sedangkan variabel sektor pertambangan dan industry pengolahan mempunyai pengaruh negative dan signifikan. Dari ke empat variabel sektor pertaian, pertambangan, industri pengolahan, dan transportasi tidak semua berpengaruh positif terhadap indeks kualitas lingkungan hidup di Indonesia.
References
Krisniawati, R., & Sebayang, A. F. (2021). Pengaruh Jumlah Industri, Pertumbuhan Jumlah Penduduk dan Produktivitas Tanaman Padi terhadap Perubahan Jumlah Lahan Sawah di Kabupaten Indramayu Tahun 2011-2018. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 1(2), 88–94. https://doi.org/10.29313/jrieb.v1i2.396
Widada, A. W. (2016). Analisis Kerentanan Penghidupan Rumah Tangga Tani Akibat Perubahan Iklim Di Kabupaten Gunungkidul. Agro Ekonomi, 25(1). https://doi.org/10.22146/agroekonomi.17356
Adnyana, I. M. (2020). Sektor Trasportasi Angkutan Barang dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Freight Transportation and Indonesian Economic Growth.07(03)
Arifah, Y . S. N., & Dewi,R. M. (2014). Analisis keterkaitan dan Dampak Sektor Perdagangan dan Industri terhadap PDRB Jawa Tengah Keterkaitan. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 2(3),1-15
Arisandi, B. (2022). Pengaruh Sektor Pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa. Journal of Finance and Business Digital, 1(3),171-182.https://doi.org/10.55927/jfbd.vi1i3.1183.
Arif, M., & Hardimanto, Z.Z.(2023). Kinerja Ekonomi dan Dampaknya Terhadap Degradasi Lingkungan Hidup di Indonesia, Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian Dan Pengembangan, 7(1),44-55.
Putri, S. F. (2020). Hubungan Pembanguan ekonomi terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 2(2), 58.
Dzikrullah, F. A., & Desmawan, D. (2023). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Forign Direct Invesment Terhadap Degradasi Lingkungan di ASEAN-5. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 6,138-147.
Wahyuningtias, A. D., Ekonomi, F., & Magelang, U. T. (2021) Analisis Pengaruh sektor pertanian dan sektor perdangan terhadap domestik produl regional bruto kabupaten Magelang. 1(1), 1-11.
Saripudin hasibuan, J. (2013). Analisis Kontribusi sektor Industri terhadap PDRB Kota Medan. Ekonomikawan : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, 13(1), 53-62.
Cahyani, M. D., & Aminata, J. (2020). Peran Energi Terbuka dan Energi Nuklir: Analisis Environmental Kuznet Curve Di Negara BRICS Periode 1996-2016. Diponogoro Jurnal of Economics, 9(1), 142-155.
Ginting, R. F., Prajanti, S. D. M., & Setyadharma, A. (2023). Determinasi Indeks Kulitas Lingkungan Hidup dengan Pengujian Evironmental Kuznet Curve. Business and Economic Analysis Journal, 3(1), 16-24
Nikensari, S. I., Destilawati, S., & Nurjanah S. (2014). STUDI ENVIRONMENTAL KUZNET CURVE DI ASIA : SEBELUM DAN SETELAH MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS STUDY OF EVIRONMENTAL KUZNET CURVE IN ASIA : BEFORE. 11-25
Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indoensia INDEKS KUALITAS LINGKUNFAN HIDUPP TAHUN 2013. (2014)