Preferensi Penggunaan Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) dan Dampaknya terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Bandung

  • Syabilla Ananda Silviawati Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Dewi Rahmi Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
Keywords: UMKM, Pembayaran QRIS, Technology Acceptance Model

Abstract

Abstract. The pillars of the Indonesian economy are MSMEs, the culinary sector is the subsector that contributes the largest to the gross domestic product (BPD). Bandung is one of the cities famous for its culinary delights. Apart from that, Bandung is quite technology-savvy and tends to have consumerist behavior. The development of non-cash transaction using QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) is a challenge for MSMEs in keeping up with technological developments in payment methods. The aim of this research is to determine preferences for using QRIS and the impact on Culinary MSMEs. The research method used is a quantitative method, the data source collected from 100 Culinary MSMEs that have used QRIS. The data analysis method used is quantitative descriptive analysis. Based on the research results, it is known that consumer preferences in using QRIS there are 2 indicators according Technology Acceptance Model theory, namely perceived convenience and perceived trust, 2 supporting indicators, perceived usefulness and perceived risk. From four indicators, perceived risk has the highest value with a value of 96.1%. MSME performance indicators consist of income growth, capital growth, workforce growth, operating profit growth and growth in the number of customers. Of the five indicators business profit growth has the highest value with a value of 99.2%, sales growth with a value of 96.2% and capital growth with a value of 94.5%, it can be concluded that QRIS has a positive impact on Culinary MSMEs in Bandung City, where this will greatly influence the performance of MSMEs.

Abstrak. Pilar perekonomian Indonesia adalah UMKM, sektor kuliner merupakan subsektor penyumbang terbesar dari produk domestik bruto (BPD) ekonomi kreatif dan Kota Bandung merupakan salah satu kota yang terkenal dengan kulinernya. Bandung cukup melek terhadap teknologi dan cenderung memiliki perilaku konsumtif. Berkembangnya metode transaksi non tunai menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi tantangan bagi para pelaku UMKM dalam mengimbangi perkembangan teknologi dalam metode pembayaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi penggunaan QRIS dan dampaknya terhadap UMKM Kuliner di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, sumber data penelitian ini berasal dari data primer yang berasal dari 100 UMKM Kuliner yang menggunakan QRIS. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa preferensi konsumen dalam menggunakan QRIS terdapat 2 indikator dengan menggunakan teori TAM (Technology Acceptance Model) yaitu persepsi kemudahan dan persepsi kepercayaan, 2 indikator pendukung yaitu persepsi kemanfaatan dan persepsi risiko. Dari keempat indikator tersebut, persepsi risiko memiliki nilai yang paling tinggi dengan nilai 96,1%. Indikator kinerja UMKM terdiri dari pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan modal, pertumbuhan tenaga kerja, pertumbuhan laba usaha dan pertumbuhan jumlah pelanggan. Dari kelima indikator tersebut yang memiliki nilai paling tinggi yaitu pertumbuhan laba usaha dengan nilai 99,2%, pertumbuhan penjualan dengan nilai 96,2% dan pertumbuhan modal dengan nilai 94,5%, maka dapat disimpulkan bahwa QRIS memiliki dampak positif bagi UMKM Kuliner di Kota Bandung dimana hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kinerja UMKM.

References

Amin Abdul Rohman. (2022). Pengaruh Religiusitas, Pengetahuan, Perspesi, Pendapatan, dan Media Infromasi terhadap Minat Wakaf Uang Masyarakat Kota Bandung. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 1(2), 136–144. https://doi.org/10.29313/jrieb.v1i2.513

Wijayani, K. V. (n.d.). Peran Divisi Public Relations PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dcs Timur Surabaya dalam Mengkomunikasikan Corporate Identity Baru pada Karyawan.

Yanti, A. J., Sundaya, Y., & Haviz, M. (2021). Permintaan Wisata Kelompok Pemuda ke Kota Bandung. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 15–23. https://doi.org/10.29313/jrieb.v1i1.63

Ahdiat A. Indonesia Punya UMKM Terbanyak di Asean, Bagaimana Daya Saingnya? [Internet]. Jakarta: Databoks; Available from: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/11/indonesia-punya-umkm-terbanyak-di-asean-bagaimana-daya-saingnya

Listiyani

Binekasri R. Bisnis Kuliner Booming, ESB Bagikan Tips Jadi Juara Pasar [Internet]. Jakarta: CNBC Indonesia; Available from: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20230526175138-25-441002/bisnis-kuliner-booming-esb-bagikan-tips-jadi-juara-pasar

Restiani F. & Amaliah I. 2022. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat di Kota Bandung terhadap Keputusan Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard. In Bandung Conference Series: Economics Studies, 2(2), 256- 263.

Liswanty I., Dari W., Hasanah R., & Saragih N. M. 2023. Perkembangan Pembayaran Digital: Meningkatkan Strategi Intensi Penggunaan QRIS Pada Generasi Millenial di Kota Medan. Accumulated J, 5(1), 97-109.

Purwinarti T., Chandra Y. E. N., Adhliana B. S., & Yolanda R. 2022. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Dengan Penggunaan Qris Sebagai Metode Pembayaran Umkm Di Kota Depok. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV), 8(2), 81-86.

Uptown, 2021

Ayunda A. 2021. Implementasi Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) Pada Sektor UMKM Di Kota Pematangsiantar. Skripsi thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Helmi A., & Sarasi, V. (2020). Motivasi, Persepsi dan Preferensi Konsumen Terhadap Kosmetik Halal. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 10(1), 1-9.

Published
2024-08-14