Faktor-Faktor yang Menentukan Preferensi Penggunaan Layanan Paylater dan Dampaknya terhadap Pola Konsumsi Generasi Z Kota Bandung dengan Pendekatan TAM
Abstract
Abstract. PayLater service is also known as “buy now, pay later” or “buy now, pay later”. This is a transaction facility similar to a credit card, with transaction limits and payment deadlines. This PayLater service is preferred by Gen Z compared to credit cards. The introduction of the PayLater service shows that the frequency of use of the PayLater service for online shopping has surpassed credit cards as a payment method. Based on this phenomenon, the formulation of the research problem is as follows. (1) What are the factors that determine the preference for using the PayLater service? (2) How does the use of the PayLater service affect the consumption behavior of Generation Z in Bandung City? In this study, the researcher used a descriptive statistical research method with a quantitative approach and data collection techniques by distributing questionnaires via Google Form specifically to Generation Z in Bandung City. The sampling technique for this study used a purposive sampling technique so that a sample of 100 respondents was obtained. The results of this study are the benefits and convenience felt as determining factors for the preference for using the PayLater service among Generation Z in Bandung City. On the other hand, the use of PayLater services has affected the consumption patterns of Generation Z in Bandung City, such as consumption not going according to plan, shopping more often when using PayLater services, and concentration of consumption on fashion and skincare/makeup. The top three are electronic products.
Abstrak. Layanan PayLater dikenal juga dengan istilah “beli sekarang, bayar nanti” atau “beli sekarang, bayar nanti”. Ini adalah fasilitas transaksi yang mirip dengan kartu kredit, dengan batasan transaksi dan batas waktu pembayaran. Layanan PayLater ini lebih disukai oleh Gen Z dibandingkan kartu kredit. Pengenalan layanan PayLater menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan layanan PayLater untuk belanja online telah melampaui kartu kredit sebagai metode pembayaran. Berdasarkan fenomena tersebut, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Apa saja faktor yang menentukan preferensi penggunaan layanan PayLater? (2) Bagaimana pengaruh penggunaan layanan PayLater terhadap perilaku konsumsi Generasi Z di Kota Bandung? Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian statistik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form khusus kepada Generasi Z di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Hasil dari penelitian ini adalah manfaat dan kemudahan yang dirasakan menjadi faktor penentu preferensi penggunaan layanan PayLater di kalangan Generasi Z di Kota Bandung. Di sisi lain, penggunaan layanan PayLater telah mempengaruhi pola konsumsi Generasi Z di Kota Bandung, seperti konsumsi tidak berjalan sesuai rencana, lebih sering berbelanja saat menggunakan layanan PayLater, dan konsentrasi konsumsi pada fashion dan perawatan kulit/ riasan. Tiga teratas adalah produk elektronik.
References
Azikin, A., Ismail, I., & Aminah, S. (2021). Evaluasi Pelaksanaan Probity Audit Pengadaan Barang dan Jasa Instansi Pemerintah pada Kantor Inspektorat Kabupaten Soppeng. Jurnal Ada Na Gau:Public Administration, 2(1), 481–490.
Nabilla Nurdina, & Ima Amailah. (2023). Preferensi Masyarakat Kota Bandung Terhadap Pinjaman Online. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 33–38. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i1.1908
Amartha. (2023). Apa Itu PayLater Definisi, Contoh, dan Cara Pakai.Diakses Pada 15 Februari 2024 https://amartha.com/en/blog/pendana/money-plus/apa-itu-paylater-definisi-contoh-dan-cara-pakai/.
BI. (2023). Bank Indonesia. Diakses Pada 8 Februari 2024. https://www.bi.go.id/id/default.aspx.
BPS. (2023). Badan Pusat Statistik Jabar. Diakses Pada 13 Februari 2024. https://www.bps.go.id/id
Davis, F. D. (1989). Perceived Usefullnes, Perceifed ease of Use, and User Acceptance of Information Technology. www.jstor.org.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Goodstats. (2023). 7 Negara Pengguna Internet Terbesar. Diakses Pada 13 Februari 2024. https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-peringkat-4-ini-dia-7-negara-pengguna-internet-terbesar-di-dunia-FLw6V
Hoefel, F. d. (2018). True Gen: Generation Z and Its Implications for Companies. McKinsey & Company. Diakses Pada 15 Februari 2024. https://www.mckinsey.com/industries/consumer-packagedgoods/our-insights/true-gen-generation-z-and-its-implications-for-companies.
KBBI. (n.d.). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses Pada 23 Februari 2024. https://kbbi.web.id/.
Keller, P. K. (2008). Manajemen Pemasaran Jilid I Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.
Kotler, P. (1996). Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian Jakarta: Salemba Empat.
Kotler, P. (2000). Prinsip – Prinsip Pemasaran Manajemen. Jakarta: Prenhalindo.
Lumbantoruan, M. (1992). Ensiklopedia Ekonomi, Bisnis, dan Manajemen. Jakarta: PT.
Mankiw, N. G. (2006). Makroekonomi. Jakarta: Elangga.
OJK. (2023). Otoritas Jasa Keuangan. Diakses Pada 8 Februari 2024. https://www.ojk.go.id/.
PERDA. (2006). Pemekaran Dan Pembentukan Wilayah Kerja Kecamatan Dan Kelurahan di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Diakses Pada 28 Maret 2024. https://peraturan.bpk.go.id/.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.