Pemberdayaan Petani dan UMKM Melalui Inovasi Budidaya Labu Siam di Desa Cipasang Cibugel Sumedang
Abstract
Abstract. Siamese pumpkin cultivation in Cipasang Village, Cibugel District, Sumedang Regency is seen as one of the leverage to reduce stunting and poverty. Siamese pumpkin contains various nutrients including vitamin B complex and folate, and is low in calories. In addition, these vegetables contain antioxidants, flavonoids, and other compounds that function to optimize children's cognitive development. One of the challenges in Siamese pumpkin cultivation in Cipasang Village is post-harvest sales where farmers often fall victim to middlemen because of low prices. Therefore, efforts are needed to develop the added value of chayote products through community service. The targets of community empowerment activities are farmers and MSMEs related to siamese pumpkin cultivation. Community service activities are carried out through the stages of preliminary study, implementation, and evaluation. The implementation stages start from making demplots on partner-owned land to prepare for seeding and planting chayote, planting as many as 50 plants as a pilot for residents, and introducing processed siamese pumpkin products. The yield of the plant showed good growth and began the production of fruits of fairly good size. Processed cultivation innovation in the form of flour and used as raw material for various finished preparations such as cakes and crackers.
Abstrak. Budidaya labu siam di Desa Cipasang Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang dipandang sebagai salah satu daya ungkit untuk menurunkan angka stunting dan angka kemiskinan. Labu siam mengandung berbagai nutrisi antara lain vitamin B kompleks dan folat, serta rendah kalori. Selain itu, sayuran ini mengandung antioksidan, flavonoid, dan senyawa lainnya yang berfungsi mengoptimalkan perkembangan kognitif anak. Salah satu tantangan dalam budidaya labu siam di Desa Cipasang adalah penjualan pasca panen dimana petani sering menjadi korban para tengkulak karena harga yang murah. Oleh karena itu diperlukan upaya mengembangkan nilai tambah produk labu siam melalui pengabdian masyarakat. Sasaran kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah petani dan UMKM terkait budidaya labu siam. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui tahapan studi pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan mulai dari pembuatan demplot di lahan milik mitra untuk persiapan penyemaian dan penanaman labu siam, penanaman sebanyak 50 tanaman sebagai percontohan bagi warga, dan pengenalan produk olahan labu siam. Hasil tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mulai produksi buah dengan ukuran yang cukup baik. Inovasi budidaya olahan berupa tepung dan digunakan sebagai bahan baku aneka olahan jadi seperti kue dan kerupuk.
References
[2] Bekti, E., Haryati, S., & Putri, A. S. (2017). Sifat fisikokimia dan organoleptik leather labu siam (Sechium edule) dengan berbagai konsentrasi gula dan CMC. Pengembangan Rekayasa Dan Teknologi, 13(2), 37–42.
[3] Daryono, E. D. (2012). Ekstraksi pektin dari labu siam. Jurnal Teknik Kimia, 7(1), 22–25.
[4] Fatmasari, D. (2017). Diversifikasi Produk Buah Labu Siam Di Dusun Mantran Wetan Desa Girirejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Majalah Ilmiah Inspiratif, 2(4), 45–49.
[5] Munawarah, Hayati, K., & Pulungan, D. A. (2020). Program Kemitraan Masyarakat Melalui Inovasi Panganan Berbahan Dasar Labu Siam Dan Pelatihan E- Commerce Untuk Meningkatkan Ekonomi. Jurnal Panrita Abdi, 4(2), 136–145.
[6] Millers, RJ and Roger E Meiners, 2000. Teorimikroekonomi intermediate.Pt Raja GrafindoPersada: Jakarta.
[7] Nisa Febriana, M. (2020). Manajemen Strategi Pengelolaan Desa Agrowisata Oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Watesari Kecamatan Balongbedo. Jurnal Administrasi Publik, 29-40
[8] Nurmalasari, P. (2019). Pemanfaatan Labu Siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) dan Ubi Jalar Cilembu (Ipomoea batatas (L.) Lam. var. cilembu) Sebagai Bahan Utama Dalam Pembuatan Selai. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699
[9] Kenneth Ayuurebobi Ae-Ngibise, d. (2021). Mental health outcomes of food insecurity and insufficiency in west africa : a systematic narrative review. Scopus Journal, 1-11.
[10] Kwon, J. W and Kim, S.D. (2014). Characterization of an antibiotic produced by bacillus subtilis JW-1 that suppresses Ralstonia solanacearum. J. Microbiol. Biotechnol. 24(1): 13-18, http://dx.doi.org/10.4014/jmb.1308.08060
[11] Soeharjo dan Patong, 1987. Sendi Sendi pokok Ilmu Usahatani. Depertemen Ilmu Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian IPB. Bogor