Penyuluhan Penanganan Sampah Organik dan Anorganik Skala Rumah Tangga untuk Masyarakat di Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang

  • Waluyo Insitut Teknologi Nasional Bandung
  • Etih Hartati Insitut Teknologi Nasional Bandung
  • Bali Widodo Insitut Teknologi Nasional Bandung
Keywords: Anorganik, Organik, Otomatis

Abstract

Abstract. The third mission of a university is community service. Based on missions This text presents community service activities in Ganeas District, to be precise in Ganeas village, Sumedang Regency, West Java province. Activity This takes the form of counseling and demonstrations for the community (mothers and fathers) in the village. The training material is sorting organic and inorganic waste and a demonstration of the results design of automatic waste sorting equipment and possibilities for the future to be applied on a household scale. Organic waste can decompose and can rot can be used as compost, such as leftover vegetable leaves and other food waste. Whereas inorganic (non-organic) waste cannot or is difficult to decompose, for example plastic bottles, metal, cans used and glass. Meanwhile, the automatic waste sorting prototype design consists of: main components of the laptop, controllers (Arduino Mega 2560 and NodeMCU ESP8266), some sensors, servo motors, cables, adapters and trash cans. The counseling was attended by around 45 mothers and 10 fathers. The results of this activity obtained additional knowledge for the community in the village Ganeas regarding the counseling material.

Abstrak. Misi ketiga suatu perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan misi tersebut, naskah ini menyajikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, di Kecamatan Ganeas, tepatnya di desa Ganeas, wilayah Kabupaten Sumedang, provinsi daerah Jawa Barat. Kegiatan tersebut berupa penyuluhan dan demo bagi masyarakat (ibu-ibu dan bapak-bapak) di desa tersebut. Adapun materi pelatihan adalah pemilahan sampah organik dan anorganik dan demo hasil rancangan alat pemilah sampah secara otomatis serta kemungkinan ke masa yang akan datang untuk diterapkan pada skala rumah tangga. Sampah organik bisa terurai dan bisa membusuk maka dapat dijadikan kompos, seperti sisa sayuran dedaunan serta sisa makanan lainnya. Sedangkan sampah anorganik (non-organik) tidak dapat atau sulit terurai, misalnya botol plastik, logam, kaleng bekas dan gelas. Sedangkan rancangan prototipe pemilah sampah secara otomatis terdiri dari komponen utama laptop, pengendali (Arduino Mega 2560 dan NodeMCU ESP8266), beberapa sensor, motor servo, kabel-kabel, adaptor dan tempat sampah. Penyuluhan dihadiri sekitar 45 ibu dan 10 bapak. Hasil dari kegiatan ini diperoleh tambahan pengetahuan bagi masyarakat di desa Ganeas mengenai materi penyuluhan.

References

DLH Buleleng, Pengertian dan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kabupaten Buleleng, 1 Okt. 2019, https://dlh.bulelengkab.go.id/, akses Jan. 2024.

DSMP (Direktorat Sekolah Menengah Pertama), Yuk, Mengenal 5 Jenis Sampah, https://ditsmp.kemdikbud.go.id/, akses Des. 2023.

M. A. Rizaty, Mayoritas Sampah Nasional dari Aktivitas Rumah Tangga pada 2020, https://databoks.katadata.co.id/, akses Des. 2023.

Rizwan, N. D. Putri, M. M. Firdaus, Waluyo, Perancangan Pemilah Sampah Organik dan Anorganik dengan Arduino Mega 2560 dan Node MCU ESP8266 Berbasis IoT, Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung, 2023.

Published
2024-03-19