Pengembangan Ruang Budi Daya Peternakan Kelinci di Desa Margamukti Sumedang Untuk Mendukung Perekonomian Desa Berkelanjutan
Abstract
Abstract. Margamukti Village, located in North Sumedang Sub-district, Sumedang Regency, has great potential for the development of rabbit farming as an effort to improve the village economy. This study aims to understand community perceptions and support for the development of rabbit farming spaces. This research applied a mixed method which included a comprehensive literature review as well as secondary data collection, field documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results of the research include that the rabbit farming area in Margamukti Village is included in the cultivation area/zone, precisely the agricultural zone. For rabbit livestock-based economic development, alternative solutions with agritourism-based economic development. Develop agritourism by utilizing natural beauty or local agricultural potential. This could include organic farming tours or urban farming activities integrated with rabbit farming. It is important to conduct a market analysis prior to sustainable village economic development steps. The farmers of Margamukti Village should form a community such as a cooperative specifically for rabbit farming.
Abstrak. Desa Margamukti, yang terletak di Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, memiliki potensi besar untuk pengembangan budi daya kelinci sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian desa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan ruang budidaya peternakan kelinci. Penelitian ini menerapkan metode campuran (mixed method) yang meliputi tinjauan literatur komprehensif serta pengumpulan data sekunder, dokumentasi lapangan dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian antara lain, area peternakan kelinci di Desa Margamukti termasuk ke dalam kawasan/zona budidaya, tepatnya zona pertanian. Untuk pengembangan ekonomi berbasis ternak kelinci, solusi alternatif dengan pengembangan ekonomi berbasis agrowisata. Mengembangkan agrowisata dengan memanfaatkan keindahan alam atau potensi pertanian setempat. Ini dapat mencakup wisata pertanian organik atau kegiatan urban farming yang terintegrasi dengan peternakan kelinci. Penting dilakukan analisis pasar sebelum langkah pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Para peternak Desa Margamukti sebaiknya membentuk komunitas semacam koperasi khusus untuk usaha ternak kelinci.
References
Akliyah, L.S., Hindersah, H., Fikri, M.H. 2022. Analysis of the paddy fields to support community and tourism activities in Ciemas District, Indonesia. F1000Research, hal. 523.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumedang. 2021. Kecamatan Sumedang Utara dalam Angka 2021, https://sumedangkab.bps.go.id/publication/download.html?nrbvfeve=MjU0ODNkODQ0NmEzOWZlNDBiZTBkYjU0&xzmn=aHR0cHM6Ly9zdW1lZGFuZ2thYi5icHMuZ28uaWQvcHVibGljYXRpb24vMjAyMS8wOS8yNC8yNTQ4M2Q4NDQ2YTM5ZmU0MGJlMGRiNTQva2VjYW1hdGFuLXN1bWVkYW5nLXV0YXJhLWRhbGFtLWFuZ2thLTIwMjEuaHRtbA%3D%3D&twoadfnoarfeauf=MjAyNC0wMS0xMCAyMDowNjozMQ%3D%3D
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2018. Pedoman Teknologi Budi Daya Kelinci di Perkotaan. Seri Pertanian Perkotaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
Department for Communities and Local Government. 2016. Rural Planning Review: Call for Evidence. London, UK: The Crown Copyright.
Dinasari Retnaningtyas, I. 2019. Mengembangkan Budidaya Ternak Kelinci Guna Mewujudkan Desa Sejahtera Mandiri. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 1(1), 6-11. https://doi.org/10.33474/jp2m.v1i1.4993
Gallent, N., Juntti, M., Kidd, S., Shaw, D. 2008. Introduction to Rural Planning. New York, NY, USA: Taylor & Francis e-Library.
Handoko., Sandora. 2017. Focus Group Discusion Prinsip Pemberian Makanan pada Ternak Kelinci Kelompok Cahaya Rabbit Nganjuk. Seminar MASTER 2017 PPNS. https://journal.ppns.ac.id/index.php/SeminarMASTER/article/download/296/247/
Hindersah, H., Asyiawati, Y., Afiati A. 2020. Green Infrastructure Concept in Supporting Rural Development. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Vol. 830 (3), hal. 032074. IOP Publishing.
Hindersah, H. 2007. Membangun Masyarakat Madani: Upaya Pembangunan Ekonomi Masyarakat di Tengah Arus Globalisasi Perekonomian Dunia. Dalam Indonesia dan Malaysia dalam Era Globalisasi dan Desentralisasi: Mewujudkan Kemakmuran Bersama. Buku 2: Isu dan Permasalahan Politik, Hukum dan Budaya, Universitas Padjadjaran & Universitas Kebangsaaan Malaysia, Hal. 17-31.
Ichikawa, K. Minomo, T. 2017. Historical Contexts of Rural Panning in Kumamoto Prefecture. Dalam Resilience and Sustainability of Rural Area. Proceedings of 2017 Japan-Korea Rural Planning Seminar. December 2017, hal. 41-42.
Peraturan Bupati Sumedang Nomor 130 Tahun 2020 tentang Rencana Detail Tata Ruang Perkotaan Sumedang Tahun 2020-2040.
Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun 2018-2038.
Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 34/Permentan/OT.140/2/2014 tentang Pedoman Budi Daya Kelinci Yang Baik.
Sargent, F.O., Lusk, P., Rivera, J.S., Varela, M. 1991. Rural Environmental Planning for Sustainable Communities. Washington, D.C., USA: Island Press.
Yanti, Y., Pawestri, W., Harjunowibowo, D. 2023. Peningkatan dan Perbaikan Manajemen Pemeliharaan dan Kesehatan Kelinci pada Kelompok Peternak Kelinci di Triyagan Sukoharjo. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 374. https://doi.org/10.20527/btjpm.v5i1.6966
https://sumedangtandang.com/direktori/detail/desa-margamukti.htm