Optimalisasi Pengelolaan Sampah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Desa Sukasari, Sumedang
Abstract
Abstract. Population growth has an impact on people's consumption levels and has implications for increasing the amount of waste. Waste is a common problem that is often faced by all regions in Indonesia. Integrated waste management is important as a step to reduce the amount of waste and reduce environmental pollution. Sukasari Village in Sumedang Regency has problems related to waste, as well as other problems such as poverty and stunting. To overcome these various problems, a waste management strategy that is integrated with food security is needed. This research method uses participatory action research, namely involving community participation to increase knowledge and skills in managing waste. Data was obtained based on a survey of the public and then processed and presented graphically, narratively and photos as documentation. The results of the analysis show that 40% of the community is aware and participates in waste utilization and management activities and the remaining 60% of the community has not participated. Waste management by utilizing organic waste and inorganic waste in Sukasari Village produces products that can be used by the community. Optimizing waste management to produce useful products will encourage food security and improve the quality of the environment in Sukasari Village.
Abstrak. Pertumbuhan jumlah penduduk berdampak terhadap tingkat konsumsi masyarakat serta berimplikasi terhadap peningkatan jumlah sampah. Sampah merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi oleh seluruh daerah di Indonesia. Pengelolaan sampah secara terpadu penting dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi jumlah sampah dan mengurangi pencemaran lingkungan. Desa Sukasari di Kabupaten Sumedang memiliki permasalahan terkait akan sampah, serta permasalahan lainnya seperti kemiskinan dan stunting. Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut maka diperlukan strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan ketahanan pangan. Metode penelitian ini menggunakan partisipatory action research, yaitu melibatkan partisipatif masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah. Data diperoleh berdasarkan survei kepada masyarakat untuk kemudian diolah dan disajikan secara grafik, narasi, serta foto sebagai dokumentasi. Hasil analisis menunjukan 40% masyarakat yang telah sadar dan berpartisipasi dalam kegiatan pemanfaatan dan pengelolaan sampah dan sisanya sebesar 60% masyarakat belum berpartisipasi. Pengelolaan sampah dengan memanfaatkan sampah organik dan sampah anorganik di Desa Sukasari menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Optimalisasi pengelolaan sampah untuk menghasilkan produk yang bermanfaat akan mendorong terwujudnya ketahanan pangan dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di Desa Sukasari.
References
Apriyanto, R., Amreta, M. Y., & Asyi'ari, I. (2023). Budidaya Maggot untuk Penguraian Sampah Organik dan Alternatif Pakan Lele. Jurnal SOLMA, 99-104.
Astuti, S., & Suko Irawan. (2021). Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Melalui Ember Tumpuk Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 607-614.
Hayat, & Hasan Zayadi. (2018). Model Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Jurnal Kesehatan Pangan, 131-141.
Hermanu, B. (2022). Pengelolaan Limbah Makanan (Food Waste) Berwawasan Lingkungan. Jurnal Agrifoodtech, 1-11.
Siswanto, Yulianto, Pudiatutiningtyas, Febiyanti, & Safira. (2022). Pengolahan Sampah Organik Menggunakan Media Maggot di Komunitas Bank Sampah Polaman Resik Sejahtera Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Vokasi, 193-197.
Sudarno, Nicolaas, S., & Assa, V. (2021). Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Pembuatan Paving Block. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 101-110.
Sunaryo, Nazila, S. R., Hermawan, & Hasanah, N. (2022). Pendampingan Pengelolaan Sampah Guna Membantu Peningkatan Pendapatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Purbasari. SOROT (Jurnal Pengamdian Kepada Masyarakat), 12-17.