Pengembangan Desa Wisata Pengolahan Ikan dan Madu di Desa Citengah Kabupaten Sumedang

  • Achmad Faqih Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Indonesia
  • Endang Sutrisno Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Indonesia
Keywords: Agrowisata, Desa Wisata, Penyuluhan Stunting

Abstract

Abstract. Citengah Village is an agricultural and agro-tourism area. One of the village's leading potentials is the tea and coffee plantation sector commodities. On average, each family head has land use rights of 0.5 hectares and the average annual production is 200 tons with a price per kg of Rp. 1,500. The tourism sector has potential that also needs to be developed into a regional tourist area. Because the location of the village only has a distance of approximately 8 km from the city center of Sumedang, and is supported by 15 potential tourist attractions. The method of writing the article used is descriptive qualitative, describing and explaining the state of development of Citengah Village through community participation in order to achieve an independent village, especially through agritourism. The results of the activities include training on village superior products such as honey jelly, honey milk candy, honey fried bread, and processed chips. In addition, stunting counseling and increasing community digital literacy through knowledge of the use of SmartWatch in the SIMURNI, WAKEPO, and JKN Mobile programs.

Abstrak. Desa Citengah merupakan daerah agraris dan agrowisata. Salah satu potensi unggulan desa yakni komoditi sektor perkebunan teh dan kopi. Rata-rata setiap kepala keluarga memiliki hak guna usaha lahan 0,5 Ha dan produksi rata-rata setiap tahun sebanyak 200 ton dengan harga per kg Rp. 1.500. Sektor pariwisata memiliki potensi yang juga perlu dikembangkan menjadi kawasan wisata regional. Karena lokasi desa hanya memiliki jarak kurang lebih 8 km dari pusat kota Sumedang, dan didukung 15 obyek wisata potensial. Metode penulisan artikel yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggambarkan dan memaparkan keadaan pembangunan Desa Citengah melalui partisipasi masyarakat demi tercapainya desa yang mandiri, khususnya melalui agrowisata. Hasil kegiatan antara lain pelatihan produk unggulan desa berupa jelly madu, permen susu madu, roti goreng madu, dan olahan kripik. Selain itu, dilakukan penyuluhan stunting dan peningkatan literasi digital masyarakat melalui pengetahuan penggunaan SmartWatch dalam program SIMURNI, WAKEPO, dan JKN Mobile.

References

Adisasmita R. (2006). Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Yogyakarta (ID): Graha Ilmu. Andriani, W., Rezal, F., Nurzalmariah, W. (2017). Perbedaan Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Ibu Sesudah Diberikan Program Mother Smart Grounding (MSG) Dalam Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 2 (6).

Asy’ari, Safari Imam. (1993). Sosiologi Kota dan Desa. Surabaya: Usaha Nasional.

Badri, M. (2016). Pembangunan Pedesaan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Studi pada Gerakan Desa Membangun). Jurnal Risalah. https://doi.org/10.24014/jdr.v27i2.2514

Blummer, B. (2017). Digital literacy practices among youth populations:A review of the literature. Education Libraries. https://doi.org/10.26443/el.v31i3.261

Callow, J., & Orlando, J. (2015). Enabling exemplary teaching: a framework of student engagement for students from low socio-economic backgrounds with implications for technology and literacy practices. Pedagogies. https://doi.org/10.1080/155 4480X.2015.1066678

Harun R, Ardianto E. (2011). Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial. Jakarta (ID): Rajawali Press.

Imran, H. A. (2010). Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media.

Inskeep, Edward. (1991). Tourism Planning And Suistainable Development Approach. Van Nostrand Reinblod, New York.

Minarni, Utami, & Prihatiningsih. (2017). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan dengan Budidaya Sayuran Organik Dataran Rendah Berbasis Kearifan Lokal dan Berkelanjutan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat LPIP UMP. 1 (2), 147-154.

Nuryanti, Wiendu. (1993). Concept, Perspective and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal. 2-3.

Pant, L. P., & Hambly Odame, H. (2017). Broadband for a sustainable digital future of rural communities: A refl exive interactive assessment. Journal of Rural Studies. https://doi.org/10.1016/j. jrurstud.2016.09.003

Ritzhaupt, A. D., Liu, F., Dawson, K., & Barron, A. E. (2013). Diff erences in student information and communication technology literacy based on socio-economic status, ethnicity, and gender: Evidence of a digital divide in Florida Schools. Journal of Research on Technology in Education.

Satriawan, E. (2018). Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Jakarta.

Suryadi. (1979). Pembangunan Masyarakat Desa. Bandung: Alumni.

Syah, R., Darmawan, D., & Purnawan, A. (2019). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Literasi Digital. Jurnal Paedagogi.

Tjokrowinoto, Moeljarto. (2007). Pembangunan, Dilema dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Unicef Indonesia. (2012). Ringkasan kajian gizi Ibu dan Anak.

World Health Organization. (2020). Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/ WHO/ World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates Key fi ndings of the 2020 edition. Zeitlin, A. (1982). Communication and Social Change in Developing Nations by Göran Hedebro (Iowa State University Press; viii+142 pp.; $7.95 [paper]). Worldview. https://doi.org/10.1017/ s008425590004457

Published
2024-02-29