Pengaruh Tingkat Kesehatan, Tingkat Pengangguran dan Upah Minimum Provinsi terhadap Tingkat Kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia Tahun 2012-2022
Abstract
Abstract. One of the main development problems in developing countries is poverty. The main causes of poverty include very low health levels, lack of quality human resources due to lack of education and low minimum wage. The large and dense population in Eastern Indonesia is a challenge for the government to make human resources that in the future can have a positive or negative impact. Based on this, this study aims to determine the effect of health levels, unemployment rates and provincial minimum wages on poverty rates in Eastern Indonesia in 2012-2022. This research data is secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS). The method used is regression with a panel of data covering three provinces in Eastern Indonesia. Parameter estimation of the data panel model using Fixed Effect Model (FEM). The results of the study showed that the level of health and the provincial minimum wage has a negative and significant effect on the poverty rate in Eastern Indonesia in 2012-2022, while the unemployment rate has a positive and significant effect on the poverty rate in Eastern Indonesia in 2012-2022.
Abstrak. Salah satu masalah pembangunan utama di negara berkembang yakni kemiskinan. Penyebab utama kemiskinan diantaranya tingkat kesehatan yang sangat rendah, kurangnya kualitas sumber daya manusia yang diakibatkan kurangnya pendidikan dan upah minimum yang rendah. Banyak dan padatnya jumlah penduduk di Wilayah Timur Indonesia menjadi tantangan pemerintah untuk menjadikan sumber daya manusia yang kedepannya dapat berdampak positif atau negatif. Berdasarkan hal ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan, tingkat pengangguran dan upah minimum provinsi terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia pada tahun 2012-2022. Data penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode yang digunakan adalah regresi dengan panel data meliputi tiga provinsi di Wilayah Timur Indonesia. Estimasi parameter model panel data menggunakan Fixed Effect Model (FEM). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia tahun 2012-2022, sedangkan tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Wilayah Timur Indonesia tahun 2012-2022.
References
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembanguan Ekonomi Edisi Kesebelas (11th ed.). Erlangga.
Pratama, Y. C. (2014). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI INDONESIA. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 4.
Jonaidi, A. (2012). Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Indonesia.
Arsyad, L. (2016). Ekonomi Pembangunan. UPP STIM YKPN.
International Labour Organization (ILO). (2021, April 6). Global Employment Trends 2021: The role of rural areas in the global economy" (2021).
Khabhibi, A. (2010). Pengaruh penerapan strategi promosi produk simpanan pada BMT Amanah Ummah Sukoharjo.
Damodar, G. (2014). Dasar-dasar ekonometrika (M. Hidayat Haris, Ed.; 5th ed., Vol. 2). Salemba Empat.
Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi (7th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Adellia Nur Fadhilah, & Yuhka Sundaya. (2023). Analisis Ekonomi Pekerja Migran Indonesia dalam Memilih Negara Tujuan pada BP3MI Jabar. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 111–116. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2856
Diynna Rahmawati, & Dr. Asnita Frida Sebayang. (2023). Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 93–100. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2871