Pengaruh Upah Minimum Regional, IPM dan LPE terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Tahun 2010-2022

  • Muhammad Rizqy Pratama Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Ima Amaliah Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
Keywords: Kemiskinan, Upah Minimum Regional, Indeks Pembangunan Manusia, Laju Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia

Abstract

Abstract. Poverty is a popular issue in developing countries, including Indonesia. Poverty is measured by how people have income that will be used for consumption of goods and services. The purpose of this study is to identify and analyze the effect of regional minimum wages, HDI and LPE on the poverty rate in Indonesia in 2010-2022. This research uses a descriptive and verification quantitative approach. The data used is secondary data in the form of Regional Minimum Wage, Human Development Index, and Economic Growth Rate. Methods of data analysis using Ordinary Least Square. The results of this study found that the variables that partially influence the level of poverty in Indonesia are UMR and HDI. Meanwhile, the LPE data partially has no effect on the level of poverty in Indonesia. This indicates that the developed sectors are less able to absorb a large number of workers or are more capital intensive, so that an increase in the LPE does not drive a reduction in the poverty rate in Indonesia.

Abstrak. Kemiskinan menjadi isu populer di negara terkembang, termasuk Indonesia. Kemiskinan diukur dari bagaimana masyarakat memiliki pendapatan yang akan digunakan untuk konsumsi barang dan jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh upah minimum regional, IPM dan LPE terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia tahun 2010-2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa upah Minimum Regional, Indeks Pembangunan Manusia, dan Laju Pertumbuhan Ekonomi. Metode analisis data menggunakan Ordinary Least Square. Hasil penelitian ini menemukan bahwa variabel yang secara parsial berpengaruh terhadap ktingkat kemiskinan di Indonesia adalah UMR dan IPM. Sedangkan data LPE secara parsial tidak berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Ini mengindikasikan sektor-sektor yang dikembangkan kurang mampu menyerap banyak tenaga kerja atau lebih padat modal, sehingga kenaikan LPE tidak mendorong penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia.

 

References

Boediono. (2012). Teori Pertumbuhan Ekonomi. BPFE.

Chalid, N., & Yusuf, Y. (2014). Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat Pengangguran, Upah Minimum Kabupaten/Kota Dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi, 22(2), 1-12.

Helvira, R., & Rizki, E. P. (2020). Pengaruh Investasi, Upah Minimum Dan Ipm Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka Di Provinsi Kalimantan Barat. E-Journal IAIN PTK, 1(1), 53-62.

Smith, A. (1776). The Wealth Of The Nation.

Sumedi, & Supardi. (2011). Kemiskinan di Indonesia : Suatu Fenomena Ekonomi”. Icaserd Working Paper, (21), 62-70. https://media.neliti.com/media/publications/163054-ID-analisis-pengaruh-pertumbuhan-ekonomi-te.pdf

Diynna Rahmawati, & Dr. Asnita Frida Sebayang. (2023). Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan Ekstrem. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 93–100. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2871

Fajar Andriansyah, & Aan Julia. (2023). Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Konvensional dan Syariah Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 143–152. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2685

Published
2024-02-07