Pengaruh Inflasi, Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT terhadap Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Jawa Barat Tahun 2018-2022
Abstract
Abstract. The main indicator that makes up a country's economic performance is aggregate spending, which includes total public spending on goods and services. Consumption decisions by households have a significant impact on overall economic behavior, both in the long and short term. Including one of them, West Java province as one of the provinces after DKI Jakarta which has the highest GDP value in the Java Island region where household consumption dominates and the largest contributor to GRDP according to usage. West Java Province in which there are 7 major cities that are most dominant in contributing to the economy including Bogor City, Sukabumi City, Bandung City, Bekasi City, Cirebon City, Depok City, and Tasikmalaya City. The seven cities are considered centers of economic activity reflecting regional macroeconomic dynamics. This study aims to determine the effect of Inflation, Minimum Wage and Number of BLT Recipients on Per Capita Consumption Expenditure in 7 Cities of West Java. The analysis method used in this study is panel data regression with Fixed Effect Model (FEM) approach. The results of the analysis obtained, it can be seen that the Inflation variable has a negative and significant effect on the Per Capita Consumption Expenditure variable in 7 Major Cities of West Java, and the Minimum Wage and Number of BLT Recipients variables have a positive and significant effect on the Per Capita Consumption Expenditure variable in 7 Major Cities of West Java.
Abstrak. Indikator utama yang membentuk kinerja ekonomi suatu negara adalah pengeluaran agregat, yang mencakup total belanja masyarakat untuk barang dan jasa. Keputusan konsumsi oleh rumah tangga memiliki dampak signifikan terhadap perilaku ekonomi secara keseluruhan, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Termasuk salah satunya, provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi setelah DKI Jakarta yang memiliki nilai PDRB tertinggi di wilayah Pulau Jawa dimana konsumsi rumah tangga mendominasi dan penyumbang terbesar dalam PDRB menurut penggunaan. Provinsi Jawa Barat didalamnya terdapat 7 kota besar yang paling dominan dalam memberikan kontribusi perekonomian diantaranya Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya. Ketujuh kota tersebut dianggap sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mencerminkan dinamika makroekonomi regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT terhadap Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis yang diperoleh, dapat diketahui bahwa variabel Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat, serta variabel Upah Minimum dan Jumlah Penerima BLT berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Pengeluaran Konsumsi Perkapita di 7 Kota Besar Jawa Barat.
References
Priyono and T. Candra, Esensi Ekonomi Makro. 2016.
B. P. S. Indonesia, “Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat,” 2022. https://jabar.bps.go.id/
A. Y. Rizki, “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Di Kota Dan Kabupaten Provinsi Jawa Barat,” J. Ilm. Mhs. FEB, vol. 10, no. 2, 2022.
B. H. A. A. A. Persaulian, “Jurnal Kajian Ekonomi, Januari 2013, Vol. I, No. 02 ANALISIS KONSUMSI MASYARAKAT DI INDONESIA Oleh : Baginda Persaulian ∗ , Hasdi Aimon ∗∗ , Ali Anis ∗∗∗,” Kaji. Ekon., vol. I, no. 02, pp. 1–23, 2013, [Online]. Available: https://media.neliti.com/media/publications/7109-ID-analisis-konsumsi-masyarakat-di-indonesia.pdf
M. Zahara, “Analisis Pengaruh Pendapatan Upah Minimum Kabupaten / Kota Dan Inflasi Terhadap Daya Beli,” 2022.
M. Jannah, “ANALISIS EFEKTIVITAS KEBIJAKAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA BELI MASYARAKAT DITINJAU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM,” p. 6, 2021.
A. Soleh, P. A. Daniel, M. Said, and K. Agustina, “Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita dan Inflasi terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga di Provinsi Jambi,” J-MAS (Jurnal Manaj. dan Sains), vol. 8, no. 2, p. 1980, 2022, doi: 10.33087/jmas.v8i2.1489.
D. Yudanto, E. Rochaida, and Priyagus, “Pengaruh pendapatan perkapita dan inflasi serta suku bunga terhadap konsumsi rumah tangga makanan dan non makanan serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat,” Kinerja, vol. 17, no. 2, pp. 2020–287, 2020, [Online]. Available: http://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/KINERJA
O. R. Pranata, “Pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, tingkat pengangguran terbuka, dan inflasi terhadap kemiskinan di tahun 2009-2011,” Pengaruh Pertumbuhan Ekon. Upah Minimum, Tingkat Pengangguran Terbuka Dan Inflasi Terhadap Kemiskin. Di Indones. Tahun 2009-2011, p. 91, 2013.
Adellia Nur Fadhilah, and Yuhka Sundaya. 2023. “Analisis Ekonomi Pekerja Migran Indonesia Dalam Memilih Negara Tujuan Pada BP3MI Jabar.” Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis: 111–16. doi:10.29313/jrieb.v3i2.2856.
Setiani, Nunung, Wawan Hermawan, and Ahmad Komarulzaman. 2023. “Pengujian Peran Pendidikan Dalam Pengentasan Kemiskinan Provinsi Jawa Barat.” Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis: 153–60. doi:10.29313/jrieb.v3i2.2470.