Pengaruh Media Sensory Path terhadap Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-4 Tahun di Kober Dar Al Fikri

Authors

  • Icha Oktaviani Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsecte.v6i2.24839

Keywords:

Media Sensory Path, Motorik Kasar, Anak Usia 3-4 Tahun

Abstract

Abstract. This research was motivated by the low gross motor skills of children aged 3–4 years at Kober Dar Al-Fikri (BB category, 41.7% achievement) due to limited innovative media and structured physical activities. The aim was to determine the effect of Sensory Path media on gross motor skills. The pre-experimental one-group pretest-posttest method involved 7 children (saturated sampling). The instrument was an observation sheet based on STPPA Regulation No. 137/2014 (6 indicators, scores 1–4). The intervention was conducted in one session (60–90 minutes) using Sensory Path banner containing footprints, zigzags, circles, and palm prints. Data were analyzed using Shapiro-Wilk, Paired Sample T-Test, Cohen's d, and N-Gain (SPSS 27). Results: (1) initial skills averaged 10.00 (BB); (2) the intervention was pleasant and interactive; (3) final skills increased to 13.00 (MB); (4) there was a significant difference (t = -6.148; df=6; Sig.<0.001), H₀ rejected. Cohen's d=2.324 (very large effect), N-Gain=0.17 (low). Conclusion: Sensory Path media significantly improves gross motor skills in children aged 3–4 years with a very large effect, although the actual increase is low due to short intervention duration. This media is recommended to be integrated sustainably into daily early childhood learning programs.

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya motorik kasar anak usia 3–4 tahun di Kober Dar Al-Fikri (kategori BB, capaian 41,7%) akibat terbatasnya media inovatif dan aktivitas fisik terstruktur. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh media Sensory Path terhadap motorik kasar anak. Metode pre-eksperimen one group pretest-posttest melibatkan 7 anak (sampling jenuh). Instrumen lembar observasi berdasarkan STPPA Permendikbud No. 137/2014 (6 indikator, skor 1–4). Intervensi satu pertemuan (60–90 menit) menggunakan Sensory Path banner berisi jejak kaki, zig-zag, lingkaran, dan telapak tangan. Analisis data menggunakan Shapiro-Wilk, Paired Sample T-Test, Cohen's d, dan N-Gain (SPSS 27). Hasil: (1) kemampuan awal rata-rata 10,00 (BB); (2) intervensi berlangsung menyenangkan dan interaktif; (3) kemampuan akhir meningkat menjadi 13,00 (MB); (4) terdapat perbedaan signifikan (*t* = -6,148; df=6; Sig.<0,001), H₀ ditolak. Cohen's d=2,324 (efek sangat besar), N-Gain=0,17 (rendah). Simpulan: media Sensory Path berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motorik kasar anak usia 3–4 tahun dengan efek sangat besar, meskipun peningkatan aktual rendah karena durasi intervensi singkat. Media direkomendasikan untuk diintegrasikan berkelanjutan dalam pembelajaran harian PAUD.

References

Fitriani, A. D., Rahmawati, D., & Kusuma, S. (2022). Sensorimotor loop dalam pembelajaran anak usia dini. Jurnal Neurosains Pendidikan, 3(1), 22–35.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kemdikbud.
Lestari, R., & Wijayanti, S. (2022). Normalized gain sebagai indikator peningkatan hasil belajar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(2), 112–125.
Mujib, A., & Rahmawati, Y. (2021). Pengembangan sensory path untuk motorik kasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 65–78. https://doi.org/10.21831/jipaudi.v5i2.1234
Mukaromah, A. (2024). Pengaruh permainan sensory path terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di PAUD Azzahra. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(3), 11657–11665.
Pratiwi, D. A., Santoso, B., & Handayani, R. (2023). Tahapan sekuensial perkembangan motorik kasar balita. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 17(1), 45–56. https://doi.org/10.21009/jpaud.v17i1.2345
Rahimah, H., & Izzaty, R. (2021). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan aplikasi. Deepublish.
Resna, T. (2022). Interpretasi effect size dalam penelitian pendidikan. Jurnal Pengukuran Pendidikan, 3(2), 78–92.
Rusmania, A., & Jumiatin, D. (2023). Playmate sensory path sebagai media pengembangan motorik kasar anak usia dini. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 7(5), 480–490.
Safitri, H., & Sari, Y. P. (2021). Adaptasi teori Gesell pada motorik kasar anak prasekolah. Jurnal Early Childhood Care and Education, 4(2), 112–122. https://doi.org/10.14421/jece.2021.42-03
Sanjaya, W. (2021). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran (Ed. Terbaru). Kencana.
Sari, Y. P., Hidayat, F., & Nurlaila, I. (2021). Adaptasi teori Piaget dalam media sensorik. Jurnal Early Childhood Care and Education, 4(2), 40–52. https://doi.org/10.14421/jece.2021.42-02
Wahidah, N., & Sulistyani, S. (2022). Alat permainan edukatif sensory path untuk stimulasi panca indera anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 45–58.

Published

2026-08-03