Analisis Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Usia 6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara (Speech Delay)

Authors

  • Fitria Nurainni Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Dinar Nur Inten Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.
  • Fitroh Hayati Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsecte.v6i2.24834

Keywords:

Pola Asuh, Keterlambatan Bicara, Anak Usia Dini, Perkembangan Bahasa

Abstract

Abstrak. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang berdampak pada aspek komunikasi, sosial, emosional, dan akademik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal anak, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga, seperti kurangnya interaksi dan stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang tua dan anak usia 6 tahun yang mengalami keterlambatan bicara di Kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh cenderung tidak konsisten dengan dominasi otoriter dan sebagian aspek demokratis; (2) interaksi dan stimulasi bahasa masih terbatas; (3) anak mengalami kesulitan pelafalan, penggabungan kata, dan komunikasi; dan (4) faktor penyebab meliputi keterbatasan waktu orang tua, disiplin keras, kurangnya pengawasan, minimnya pengetahuan, serta belum adanya penanganan profesional. Diperlukan peran aktif orang tua dalam meningkatkan stimulasi bahasa, kualitas interaksi, dan dukungan emosional agar perkembangan bicara anak optimal.

Abstract. Speech delay in early childhood is a developmental issue that affects communication, social, emotional, and academic aspects. This condition is influenced not only by internal factors within the child but also by parenting styles and the family environment, including limited interaction and language stimulation. This study aims to analyze parental parenting patterns toward speech delay in a 6-year-old child within the family setting. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving two parents and a 6-year-old child experiencing speech delay in Cikutra, Bandung. The findings indicate that: (1) parenting patterns tend to be inconsistent, with a dominance of authoritarian style combined with some democratic aspects; (2) interaction and language stimulation are still limited; (3) the child experiences difficulties in pronunciation, word combination, and overall communication; and (4) contributing factors include limited parental time, harsh discipline, lack of supervision, insufficient knowledge of language stimulation, and the absence of professional intervention. Therefore, active parental involvement is needed to enhance language stimulation, improve the quality of interaction, and provide positive emotional support to optimize the child’s speech development.

References

[1] Alfira, D., & Siregar, M. F. Z. (2024). Pentingnya Peran Orang Tua dalam Memajukan Keterampilan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Komunikasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(4), 15. https://doi.org/10.47134/paud.v1i4.641
[2] Azizah, I. N., Windarsih, C. A., & Alam, S. K. (2024). Dampak Negatif Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Bicara pada Anak Usia Dini. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 7(5), 579–586.
[3] Azizah Ibrahim, A. N., Erhamwilda, & Inten, D. N. (2022). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Dalam Penggunaan Gadget Kepada Anak Terhadap Perkembangan Bicara Anak Usia 3-4 Tahun Di Kec. Cibeunying Kidul. Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, 2(2), 62–68. https://doi.org/10.29313/bcsecte.v2i2.3502
[4] Brantasari, M. (2022). Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 42–51. https://doi.org/10.37985/murhum.v3i2.119
[5] Fitriyani, R., Maulida, S., & Tisnasari, S. (2025). Gejala Fonologis sebagai Cermin Gangguan Pemerolehan Bahasa: Tinjauan Psikolinguistik Anak Usia 5 Tahun. Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 67–73.
[6] Guller, B., & Yalyaci, F. (2022). Comparison of emotional-behavioral problems, parental attitude characteristics, parental stress level, and related factors between children diagnosed with a communication disorder and healthy controls. Cukurova Medical Journal, 47(3), 1154–1162. https://doi.org/10.17826/cumj.1125720
[7] Gustiana, A. A. (2024). Analisis Keterlambatan Berbicara pada Anak. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 8(2), 100–108.
[8] Haryanto, D. A., & Tohari, M. A. (2024). Peran Orang Tua Dalam Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini. RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 2(4), 244–252. https://doi.org/10.62383/risoma.v2i4.168
[9] Heryanti, A. P., Yahman, F. A., Hermawati, Z. P., & Putri, R. D. (2024). Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Sosial pada Anak Speech Delay. Flourishing Journal, 4(11), 530–538. https://doi.org/10.17977/um070v4i112024p530-538
[10] Inten, D. N. (2023). Pembelajaran Literasi Dini di Rumah Melalui Model STEAM. JCE (Journal of Childhood Education), 7(2), 33–42.
[11] Inten, D. N., Mulyani, D., & Aziz, H. (2023). Strategi Ibu dalam Menumbuhkan Literasi pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3), 2999–3012. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4498
[12] Juita, K. A., & Vitaloka, W. (2025). Peran Orang Tua Dalam Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak Usia Dini. Kumara Cendekia, 13(3), 323. https://doi.org/10.20961/kc.v13i2.101106
[13] Mardhatillah, F., Dwi Wardhani, J., & Sunaryo, I. (2023). Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 5-6 Tahun Pasca Covid-19. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 886–898. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.368
[14] Rawanita, M., & Mardhiah, A. (2024). Strategi Orang Tua dalam Mengelola Penggunaan Gadget Anak Usia Dini di Gampong Tanjung Deah Darussalam. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1(3), 274–294. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i3.152
[15] Rifa, N., & Suryana, D. (2022). Peranan Guru dalam Mengatasi Sifat Pemalu Anak dengan Bermain Sosial (Studi Kasus Pada Anak di PAUD Ummul Qur’an Tembilahan) Novela. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12533–12543. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/3754/3711
[16] Uluwiyah, A., Hidayah, N., & Hanurawan, F. (2025). Problematika Keterlambatan Bahasa pada Anak Usia 5-6 Tahun dalam Aspek Fonologi (Studi Kasus di TK Nurul Islam Jatirejo Kabupaten Lumajang). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(1), 1036–1042. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i1.6670
[17] Wartani, E., & Yudha, R. P. (2023). Pengaruh Stimulasi Orang Tua, Lingkungan Sekolah dan Interaksi Sosial Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Lentera PAUD, 2, 1–15.
[18] Wasni, W., Putri Setyaningsih, H., Agusniatih, A., & Istiana Makarau, N. (2025). Analisis Gangguan Keterlambatan Berbicara pada Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 229–238. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1533
[19] Zayed, A., Husni, M., Montasser Mahmoud, M. Al, Fakri, M., Khan, F., AlMaskati, Y., Shamlan, Z., Shujaie, A., AlGhazal, S., Abusiyam, Y., AlMoqahwi, F., & Jahrami, H. (2025). Prevalence of anxiety symptoms among caregivers of children with ADHD attending pediatric and speech therapy departments. BMC Psychology, 13(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s40359-025-02790-1

Published

2026-08-03