Peran Pola Komunikasi Orang Tua dalam Menstimulasi Anak Usia Dini Berbahasa di Kampung Bojong Sari
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcsecte.v6i2.23969Keywords:
Pola Komunikasi Orang Tua, Stimulasi Bahasa, Perkembangan Bahasa Anak, Anak Usia DiniAbstract
Abstract. This study aimed to examine the role of parents' communication patterns in stimulating early childhood language development in Bojong Sari Village, Bandung City. The study was motivated by variations in children's language abilities, including pronunciation difficulties, inappropriate language use, and differences in vocabulary and communication skills. This study used a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving five families with children aged 5–6 years. The results showed that parent-child communication occurred during daily activities through conversations, questioning, vocabulary enrichment, pronunciation correction, and encouragement to use polite language. The dominant communication pattern was the consensual pattern, while one family applied the protective pattern. Children who experienced the consensual communication pattern demonstrated better language skills and greater confidence in communication. The study concluded that parents' communication patterns played an important role in stimulating early childhood language development, although family culture, the use of the Sundanese language, and the children's social environment also influenced language development.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola komunikasi orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini di Kampung Bojong Sari, Kota Bandung. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya variasi kemampuan berbahasa anak, seperti kesulitan pelafalan, penggunaan bahasa yang kurang santun, serta perbedaan penguasaan kosakata dan kemampuan berkomunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima keluarga yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi orang tua dan anak berlangsung dalam aktivitas sehari-hari melalui percakapan, pemberian pertanyaan, pengenalan kosakata, perbaikan pelafalan, serta pembiasaan penggunaan bahasa yang baik. Pola komunikasi yang dominan adalah consensual, sedangkan satu keluarga menerapkan pola protective. Anak yang dibesarkan dengan pola komunikasi consensual menunjukkan kemampuan berbahasa dan kepercayaan diri yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi orang tua berperan penting dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak usia dini, meskipun turut dipengaruhi oleh budaya keluarga, penggunaan bahasa daerah, dan lingkungan sosial.
References
Audina, Murtilita, P. (2018). Stimulasi Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia 1-5 Tahun. 14, 63–65. https://doi.org/10.15900/j.cnki.zylf1995.2018.02.001
Fatima, M., Angkur, M., Gomes, F. De, Merici, A., Katolik, U., Santu, I., Ruteng, P., Bahasa, P., & Anak, L. (2022). Orangtua Terhadap Perkembangan Bahasa Lisan Pada Anak Usia 4-5 TAHUN DI DUSUN. 7(1), 21–29.
Fernando, F., Etriyanti, E., & Pebrina, M. (2019). Hubungan Stimulasi Orang Tua Terhadap Perkembangan Bicara Dan Bahasa Anak Usia Batita. Jik- Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 140. https://doi.org/10.33757/jik.v3i2.144
Fidintia, S. P., Kurniawati, Y., & Pranoto, S. (2025). Pembiasaan Kegiatan TPQ Dalam Membentuk Kedisiplinan Anak Usia Dini : Studi Deskriptif Di TK Hj . Isriati Baiturrahman 2 Semarang. 7, 256–263.
Fono, Y. M., Ita, E., Mere, V. O., Guru, P., Anak, P., Dini, U., & Bakti, S. C. (2023). Stimulasi Kemampuan Bahasa Anak Usia 4-6 Tahun melalui Pola Asuh Orang Tua. 7(4), 4305–4315. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4838
Isnaini, N. A., Rosyida, N. I., Wulandari, R., Tarsono, T., & Hasbiyallah, H. (2023). Dari Stimulus-Respon hingga Modifikasi Perilaku; Tinjauan Teori Behaviorisme John B. Watson dan Realisasinya dalam Pembelajaran. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10062–10070. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2442
Istanti, E., Debibik, D. N. F., & Rina, R. S. (2021). Stimulasi Kemampuan Berpikir Simbolik Melalui Kegiatan Meronce Anak Usia 4-5. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2), 205–219. https://doi.org/10.19105/kiddo.v2i2.5035
Lufipah, H., Pamungkas, B., Haikal, M. P., & Siregar, T. P. (2022). Komunikasi Interpersonal Antar Orang Tua Dan Anak Terhadap Karakter Anak. 1(2), 24–31.
Pradita, E. L., Dewi, A. K., Tsuraya, N. N., & Fauziah, M. (2024). ANAK USIA DINI. 5(1), 1238–1248.
Puteri, I. A. W., & Trunoyudho, E. A. (2023). Pengaruh Pola Komunikasi Dalam Keluarga Terhadap Perkembangan Babahasa Anak Usia 4-6 Tahun Ika. Jurnal Pendas Mahakam, 8(December).
Sarah, S., Nasir, M., Suhaila, K., & Johari, K. (2024). Exploring the Effects of Family Communication on Adolescent Emotional Development. 14(8), 1028–1039. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v14-i8/22475
Wiyono, G. H., Hendriani, W., Yoenanto, N. H., & Paramita, P. P. (2024). Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak dengan Usia Golden Age. 13(1).
Yuliana. (2024). Hubungan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia 18-24 Bulan. Jurnal Ilmiah Wijaya, 16, 33–39.
Zhafirah, DZaki, P. (2026). Implikasi pola asuh orang tua terhadap pemahaman dan pelafalan anak 1. 120–133.