Strategi Komunikasi Pemasaran Daring Melalui Kolaborasi Brand
Abstract
Abstract. Marketing communication is a medium for companies to provide information, invite, and remind consumers directly or indirectly about the products being sold. Marketing communications includes several promotional media, such as advertising, sales promotion, public relations, and direct marketing. Based on data from the Central Statistics Agency which noted that the percentage of companies using e-commerce as the main spearhead of sales increased by 32.23 percent since December 2021. The brand that takes advantage of this is VISVAL. In implementing its marketing communication activities, VISVAL had co-branded with RRQ, one of the best e-sports teams in Indonesia. This co-branding is the first for VISVAL and attracts brands with different backgrounds. This study focuses on knowing the co-branding strategy that VISVAL and RRQ have implemented. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative research method and a case study approach. The theory used is the Co-Branding Theory initiated by Dickinson and Heath. The results of this study indicate that the planning stage focuses on two plans, namely product planning and marketing content planning. In carrying out collaboration on Instagram, it is divided into three stages, namely before launching, launching, and after launching. The quality of the brand built on this brand collaboration is through the merger of the brand identities owned by VISVAL and RRQ. In carrying out collaborative activities the VISVAL and RRQ brands utilize Instagram as the main information medium. Instagram was chosen because it is the main platform owned by VISVAL and RRQ.
Abstrak. Komunikasi pemasaran merupakan media bagi perusahaan untuk memberi informasi, mengajak, dan mengingatkan konsumen secara langsung atau pun tidak langsung mengenai produk yang dijual. Komunikasi pemasaran mencakup beberapa media promosi, seperti iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang mencatat bahwa persentase perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai tombak utama penjualan meningkat 32,23 persen semenjak Desember 2021. Brand yang memanfaatkan hal tersebut adalah VISVAL. Dalam mengaplikasikan kegiatan komunikasi pemasarannya VISVAL sempat melakukan co-branding dengan RRQ, salah satu tim e-sports terbaik di Indonesia. Co-branding ini merupakan yang pertama bagi VISVAL dan menggaet brand yang mempunyai latar belakang berbeda. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui strategi co-branding yang dilakukan VISVAL dengan RRQ. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teori yang digunakan adalah Teori Co-Branding yang dicetuskan oleh Dickinson dan Heath. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam tahap perencanaan terfokus kepada dua perencanaan yaitu perencanaan produk dan perencanaan konten pemasaran. Dalam menjalankan kolaborasi di Instagram dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu before launching, launching, dan after launching. Kualitas merek yang dibangun pada kolaborasi brand ini adalah melalui penggabungan antara identitas merek yang dimiliki oleh VISVAL dan RRQ. Dalam melaksanakan kegiatan kolaborasi brand VISVAL dan RRQ memanfaatkan Instagram sebagai media informasi utama. Instagram dipilih karena merupakan platform utama yang dimiliki oleh VISVAL dan RRQ.
References
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management Global Edition 15e
Fill, C. (2013). Marketing Communications : Interactivity, Communities and Content (sixth Edition). Pearson.
Putra, R. P., Rachmawati, I., & Triwardhani, I. J. (2023). Komunikasi Pemasaran Digital Dalam Program Santripreneur Sirojul Huda. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi, 8(2), 289-303.
Kencana, W. H., & Djamal, M. F. (2021). Startup Television: New Form In Digital Journalism. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora. Volume 5, Nomor 2, hal. 1-12.
Nasrullah, Rulli. 2014. Teori dan Riset Media Siber (Cyber Media). Jakarta: Kencana.
Mahmudah, Siti Muslichatul, and Muthia Rahayu. "Pengelolaan konten media sosial korporat pada instagram sebuah pusat perbelanjaan." Jurnal Komunikasi Nusantara 2.1 (2020): 1-9.
Putri, Sukma Ari Ragil. 2015. Minoritisasi LGBT di Indonesia: Cyber Bullying Pada Akun Instagram @denarachman. Jurnal Interaksi Universitas Diponegoro Semarang. Volume 4, Nomor 1, hal. 75.
Sarastuti, D. (2017). Strategi Komunikasi Pemasaran Online Produk Busana Muslim Queenova. Visi Komunikasi. Volume 16, Nomor 01, hal. 71-90.
Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing (17th Edition ed.). Pearson.
Kurniawan, Arif, Sri Suryoko, and Sari Listyorini. "Pengaruh strategi co-branding, brand equity terhadap purchase intention melalui brand preference." Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis 3.4 (2014): 38-44.
Taan, H. (2021). Konsep dasar perencanaan pemasaran dan proses penyusunannya. Jurnal Manajemen, 5(2), 344-356.
Rancati, E., & Gordini, N. (2014). Content marketing metrics: Theoretical aspects and empirical evidence. European Scientific Journal, 10(34).
Mujianti dalam Wardhany dan Dyanasari, 2019
Putra, R. P., Yulianita, N., Hamdan, Y., & Ratnasari, A. (2018). Analisis Brand Equity Perusahaan Melalui Media Sosial (Studi Kasus pada Bagian Media Komunikasi PT. Pos Indonesia Persero). Idea: Jurnal Humaniora, 50-62.
Astawa, I. G. P., Pratama, R. A., & Pratiarso, A. (2017). Analysis of Single RF Performance on MIMO-OFDM System Using Turbo Code and V-BLAST MMSE Detection. World Journal of Research and Review (WJRR), 5, 25-30.
Tsai, W. H. S., & Men, L. R. (2013). Motivations and antecedents of consumer engagement with brand pages on social networking sites. Journal of Interactive Advertising, 13(2), 76-87.
Wiyanto, Andis Muhammad. 2015. Rahasia Sukses Pelaku Bisnis Online. Jakarta: CV, Imo Bussinies.