Representasi Tamadun pada Film Pamali 2022

  • Sangga Giovani Fakultas Ilmu Komunikasi Prodi Manajemen Komunikasi
  • Wiki Angga Wiksana Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi
Keywords: Film Pamali, Tamadun, Konotatif dan Denotatif

Abstract

Abstract. Because the pamali has many meanings that may not be resolved because of the causes and effects and not much is known by the public. This study aims to represent civilization or civilization, sign structures and connotative, denotative and mythical meanings contained in the film Pamali. The significance and substance of the taboo embedded in the cinema is in the form of an audiovisual that can be captured by the human senses. The phenomenon of a civilization encourages researchers to go further in understanding what the real meaning and meaning of the film Pamali 2022 is. According to researchers, the meaning of the Pamali symbol that is not widely known can create an impression and curiosity among viewers of the film Pamali. The research method used is a qualitative method with Roland Barthes's semiotic approach. The data was obtained through a thorough observation of the contents of the film. The paradigm applied in this study is constructivist because the constructivist paradigm is the most relevant paradigm to Roland Barthes' semiotics, which in this study focuses on seeing the reality and meaning of an object of study.

Abstrak. Karena pamali tersebut memiliki banyak makna yang mungkin belum terpecahkan sebab akibatnya dan belum banyak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan merepresentasi peradaban atau tamadun, struktur tanda serta makna konotatif, denotatif dan mitos yang terkandung dalam film Pamali. Signifikansi dan substansi tabu yang tersisip pada sinema tersebut berbentuk audiovisual nan dapat ditangkap oleh indra manusia. Fenomena sebuah peradaban tersebut mendorong peneliti untuk lebih jauh dalam memahami apa arti dan makna sesingguhnya dari film Pamali 2022. Menurut peneliti, makna simbol Pamali yang tidak diketahui secara luas dapat menimbulkan kesan dan rasa penasaran di kalangan penonton film Pamali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui proses pengamatan menyeluruh terhadap isi film. Paradigma yang diaplikasikan dalam penelitian ini ialah konstruktivis karena paradigma konstruktivis merupakan paradigma yang paling relevan dengan semiotika Roland Barthes yang dimana pada penelitian ini berfokus kepada penglihatan terhadap realitas dan makna sebuah objek penelitian.

References

Bakker SJ. 1984. Filsafat kebudayaan : sebuah pengantar. Yogyakarta : Kanisius

Barthes, Roland. 1988. The Semiotics Challenge. New York : Hill and Wang

Dahlan, Adrianti, (2012), Analisis Semiotika Nilai Moral dalam Film Hafalan Sholat Delisa, Pekanbaru, Library UIN Suska R

John Fiske, Introduction to Communication Studies. terj. Hapsarai Dwiningtyas. Pengantar Ilmu Komunikasi (Cet. 1; Jakarta: Rajawali Pers, 2012).

Littlejohn, S.W., dan Foss, K.A. 2005. Teori Komunikasi Edisi 9. Jakarta : Salemba Humanika.

Manesah, D. (2019). REPRESENTASI PERJUANGAN HIDUP DALAM FILM “ANAK SASADA” SUTRADARA PONTY GEA. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 1(2), 179-189

Marselli Sumarno, Dasar-Dasar Apresiasi Film (Cet. 1; Jakarta: Gramedia Widiasarana, 1966).

Mudjiono, Y. (2011). Kajian Semiotika dalam Film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1):125-138

Roland Barthes. (2010) Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa : Semiotika atau Sosiologi Tanda, simbol, dan representasi.Yogyakarta : Jalasutra

Sobur, Alex. (2009). (b) Semiotika Komunikasi. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

Surachman, Wiki Angga Wiksana. (2021). Strategi Komunikasi Kepala Sekolah dalam Mensosialisasikan Program Kerjanya pada Guru. Bandung Conference Series : Communication Management. Vol.1 No.1 Tahun 2021, Hal. 11-14

Wirianto, R. dan Girsang, L.R.M. (2016). Representasi Rasisme pada Film “12 Years A Slave” (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jakarta

Published
2023-07-17