Pengaruh Brand Image "Musat Space" di Instagram terhadap loyalitas pelanggan
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25489Keywords:
Brand Image, Loyalitas Pelanggan, InstagramAbstract
Abstract. This study examines the influence of Musat Space's Instagram brand image on customer loyalty in the increasingly competitive café industry. Brand Image was measured using Aaker's four indicators Recognition, Reputation, Affinity, and Domain while customer loyalty was measured using Griffin's Repeat Purchase, Referral, and Retention indicators. A quantitative survey method was used, collecting data from 43 Musat Space customers via questionnaires, analyzed through simple linear regression in SPSS. Results show that Musat Space's Instagram brand image has a positive and significant effect on customer loyalty (t = 6.114 > t-table 2.020, sig. <0.001). Partially, all four Brand Image indicators significantly influence loyalty, with Reputation as the most dominant (t = 5.084), followed by Affinity (t = 4.447), Recognition (t = 3.952), and Domain (t = 3.828). These findings indicate that a consistent Instagram brand image functions not merely as visual aesthetics, but as a digital marketing communication strategy that directly shapes long-term customer loyalty.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh Brand Image Musat Space di Instagram terhadap loyalitas pelanggan, di tengah persaingan industri kafe yang semakin ketat. Brand Image diukur menggunakan empat indikator menurut Aaker, yaitu Pengenalan Merek, Reputasi Merek, Kedekatan Merek, Differensiasi Merek sementara loyalitas pelanggan diukur menggunakan indikator Pembelian Berulang, Merekomendasikan Suatu Produk, Ketahanan Merek menurut Griffin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 43 responden yang merupakan pelanggan Musat Space, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa Brand Image Musat Space di Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dengan nilai t sebesar 6,114 yang melebihi t-tabel sebesar 2,020 pada taraf signifikansi <0,001. Secara parsial, seluruh indikator Brand Image juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, di mana Reputation menjadi indikator paling dominan (t = 5,084), diikuti oleh Kedekatan Merek (t = 4,447), Pengenalan Merek (t = 3,952), dan Differensiasi Merek (t = 3,828). Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan Brand Image yang konsisten melalui konten Instagram bukan sekadar persoalan estetika visual, melainkan strategi komunikasi pemasaran digital yang berkontribusi langsung terhadap terbentuknya loyalitas pelanggan jangka panjang.
References
Bebyan Syah, Riefcha. 2025. “Pengaruh Brand Image terhadap Loyalitas Pelanggan dalam Industri Fashion.” Indonesia Journal Economic , Finance, Business and Economic 02(02): 1–9. https://infomenarik.org/pengaruh-brand-image-terhadap-loyalitas-pelanggan-dalam-industri-fashion/.
Effendi, Zufar Rafif, dan Endri Sentosa. 2022. “Pengaruh Citra Merek , Kualitas Produk , Dan Promosi Terhadap Keputusan.” Ikraith-Ekonomika 5(1): 31–38.
Firmansyah, Anang. 2020. Buku Komunikasi Pemasaran. ed. Tim Qiara Media. Penerbit Qiara Media.
Griffin, Jill. “Customer Loyalty (How to Earn It, How to Keep It).”
Kotler, Philip, dan Gary Amstrong. 2002. “Prinsip-Prinsip Pemasaran.” : 1–63.
Labibah Izzati Firdaus, Sonja Andarini. 2024. “Pengaruh Social Media Marketing , Brand Image , dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty Produk Skintific.” 14(1).
Simamora, B. 2009. “Brand Image; Pengertian Brand Image.” : 8–28.
Sudiparwati, Putu Ayu, I Nyoman Arcana, dan Lidjah Magdalena Massenga. 2024. “Pengaruh Citra Merek Terhadap Loyalitas Konsumen pada Restoran Me Gacoan di Panjer , Denpasar , Bali.” 12(1): 8–19. doi:10.52352/jgi.v12i1.1378.
Zed, Etty Zuliawati, Diana Roofi’u, Ira Amelia Putri, dan Selsa Oktaviani. 2025. “Pengaruh Brand Image Terhadap Loyalitas Pelanggan Skincare Wardah di Cikarang.” Journal of Citizen Research and Development 2(1): 391–96. doi:10.57235/jcrd.v2i1.4672.