Representasi Ketimpangan Emosional Keluarga Dalam Film NKCTHI Pada Karakter Anak Kedua
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25484Keywords:
komunikasi keluarga, ketimpangan emosional, representasi, anak kedua, film NKCTHI.Abstract
This study examines the representation of family communication and emotional inequality through the character of the second child in the film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Family communication plays an important role in fostering emotional closeness among family members; however, unequal patterns of attention often place the second child in a vulnerable position between the eldest and the youngest siblings. This inequality is represented in the film NKCTHI as a medium of mass communication. The study aims to analyze how family communication and emotional inequality are represented through the character of Aurora as the second child, using Stuart Hall's representation approach. The research employs a qualitative method, with data collected through repeated observations and documentation of twelve key scenes, focusing on four film attributes: dialogue, expressions, setting, and background music. The validity of the data was established through source and method triangulation. The findings indicate that emotional inequality is not portrayed through direct conflict, but rather through recurring everyday interactions, in which Aurora receives less verbal and emotional recognition than her siblings. The second child is represented as someone who compromises, adapts, and suppresses her feelings to maintain family harmony, until she ultimately finds the courage to express the emotions she has long kept inside. This study is expected to enrich the discourse on family communication and the representation of emotional inequality in children's roles within film media.
Penelitian ini mengkaji representasi komunikasi keluarga dan ketimpangan emosional melalui karakter anak kedua dalam film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI). Komunikasi keluarga berperan penting dalam membentuk kedekatan emosional antaranggota keluarga, namun pola perhatian yang tidak setara sering menempatkan anak kedua pada posisi rentan di antara anak sulung dan anak bungsu. Ketimpangan tersebut direpresentasikan dalam film NKCTHI sebagai media komunikasi massa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi keluarga dan ketimpangan emosional direpresentasikan melalui karakter Aurora sebagai anak kedua, dengan menggunakan pendekatan representasi Stuart Hall. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi berulang dan dokumentasi pada dua belas adegan kunci, berfokus pada empat atribut film, yaitu dialog, ekspresi, latar, dan backsound. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan emosional tidak ditampilkan melalui konflik secara langsung, melainkan melalui interaksi sehari-hari yang berulang, di mana Aurora memperoleh pengakuan verbal, dan emosional yang lebih sedikit dibandingkan saudaranya. Karakter anak kedua direpresentasikan sebagai sosok yang mengalah, menyesuaikan diri, dan memendam perasaan demi menjaga keharmonisan keluarga, hingga akhirnya berani menyuarakan emosi yang lama tertahan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi keluarga dan representasi ketimpangan emosional pada peran anak dalam media film.
References
Ardian, M., Safitri.K, N., & Khotimah, K. (2024). Kurangnya Komunikasi dalam Keluarga: Faktor, Dampak, dan Solusi. PUBLIK: Publikasi Layanan Bimbingan dan Konseling Islam. 3(2), 81–91. https://share.google/H2wv0it7UUjhQOObL
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. 1, 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Barford, A. (2017). Emotion , Space and Society. Emotion, Space and Society, 22, 25–35. https://doi.org/10.1016/j.emospa.2016.10.006
Fauziyyah, N. H., Rachmawati, Y., & Kurniati, E. (2018). ANALISIS PERILAKU SOSIAL ANAK DITINJAU DARI URUTAN KELAHIRAN (Penelitian Survei pada Siswa Taman Kanak-kanak Se-Kecamatan Sukasari Kota Bandung Tahun Ajaran 2017/2018). 15(229), 42–58. https://doi.org/10.17509/edukid.v15i1.20150
Fortuna, D. A., Bina, U., & Informatika, S. (2023). Komunikasi Interpersonal Dalam Keluarga Broken Home di Rawamangun. 3(2), 60–69.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. SAGE.
Husnullail, M., Risnita, Jailani, M. S., & Asbui. (2024). TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA DALAM RISET ILMIAH. 15(2), 70–78. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm
Khairunnisa, N., Anisti, & Mutiah, T. (2025). REPRESENTASI HUBUNGAN KELUARGA DALAM FILM “ NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI ” Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ( NKCTHI ), disutradarai Angga Dwimas Sasongko dan berbagai peneliti . Misalnya , Afifah dan Wahidar ( 2023 ) menemukan bahwa film Ngeri-. 6(1), 442–465. https://doi.org/10.37680/almikraj.v6i1.7907
Margies, N., & Sauerborn, E. (2025). Emotions and class : the social function of feelings in shaping inequality. 7(3), 319–330. https://doi.org/10.1332/26316897Y2025D000000086
Meifilina, A., Sunandes, A., & Magfiroh, N. (2024). Peran Komunikasi Keluarga dalam Menciptakan Saling Pengertian dan Sarana Keharmonisan Keluarga pada Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Perempuan Blitar. 4(1), 58–66. https://doi.org/10.35870/jpmn.v4i1.2949
Ramadhani, A., & Winarno, A. (2025). Transformasi Pembelajaran Dengan Teknologi : Analisis Kritis Dari Lensa Teori Post-Positivisme, Kritis, Dan Konstruktivisme. 2, 312–313. https://doi.org/10.61132/akhlak.v2i1.392
Reay, D. (2024). The emotional landscape of social class in English education. XX(Xx), 1–16. https://doi.org/10.1332/26316897Y2024D000000053
Schieman, S. (n.d.). Ordinary Lives and the Sociological Character of Stress: How Work, Family, and Status Contribute to Emotional Inequality. 127–142. https://doi.org/10.1177/21568693198448
Untariana, A. F., & Sugito. (2022). Pola Pengasuhan Bagi Anak Berdasarkan Urutan Kelahiran. 6(6), 6940–6950. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2359
Wijaya, S., Triantanto, A. Y., & Syahri, A. S. (2025). Rekonstruksi Realitas dan Benturan Budaya pada Narasi Film Komang Analisis Naratif Tzvetan Todorov. Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(September).
Yoanita, D. (2022). POLA KOMUNIKASI KELUARGA DI MATA GENERASI Z. 12(1), 33–42. https://doi.org/10.9744/scriptura.12.1.33-42
Yulianti, Y. (2023). Pola Komunikasi Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak. Indonesian Journal of Educational Counseling. 7(2), 178–188. https://doi.org/10.30653/001.202371.275