Komunikasi Nonverbal Mahasiswa Indonesia dalam Interaksi Antarbudaya di Bangkok
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25301Keywords:
Komunikasi Nonverbal, Komunikasi Antarbudaya, AdaptasiAbstract
Abstract. This study is motivated by the language barriers experienced by Indonesian students participating in the Summer Course program in Bangkok when interacting with local Thai communities, which encouraged the use of nonverbal communication as a means of conveying intentions and building understanding in an intercultural context. This study aims to analyze the use of nonverbal communication by Indonesian students through facial expressions, body gestures, eye contact, posture, and body movements in daily interactions with local communities in Bangkok. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The findings indicate that nonverbal communication became the primary strategy used by students to overcome verbal communication barriers. Facial expressions were used to express confusion, comfort, and build mutual understanding. Body gestures were utilized as substitutes for verbal communication, particularly in daily activities. Eye contact was used to show attention, interpret responses, and maintain communication flow. Meanwhile, posture and body movements reflected adjustments to Thai cultural norms as part of an intercultural adaptation process. Therefore, nonverbal communication plays an important role in supporting students’ interactions with local communities during the Summer Course program.
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan bahasa yang dialami mahasiswa Indonesia peserta Summer Course di Bangkok saat berinteraksi dengan masyarakat lokal Thailand, sehingga mendorong penggunaan komunikasi nonverbal sebagai sarana penyampaian maksud dan membangun pemahaman dalam konteks antarbudaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan komunikasi nonverbal mahasiswa Indonesia melalui ekspresi wajah, gestur tubuh, kontak mata, serta postur dan gerak tubuh dalam interaksi sehari-hari dengan masyarakat lokal di Bangkok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal menjadi strategi utama mahasiswa dalam mengatasi hambatan komunikasi verbal. Ekspresi wajah digunakan untuk menunjukkan kebingungan, kenyamanan, dan membangun pemahaman bersama. Gestur tubuh dimanfaatkan sebagai pengganti komunikasi verbal, terutama dalam aktivitas sehari-hari. Kontak mata digunakan untuk menunjukkan perhatian, membaca respon, dan menjaga alur komunikasi. Sementara itu, postur dan gerak tubuh menunjukkan adanya penyesuaian terhadap norma budaya Thailand sebagai bagian dari proses adaptasi antarbudaya. Dengan demikian, komunikasi nonverbal berperan penting dalam mendukung interaksi mahasiswa dengan masyarakat lokal selama program Summer Course.
References
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.
Hall, J. A., & Knapp, M. L. (2013). Nonverbal Communication. the Deutsche Nationalbibliothek.
Kim, Y. Y. (2001). Becoming Intercultural : an Integrative Theory of Communication and Cross-Cultural Adaptation. SAGE.
Knapp, M. L., Hall, J. A., & Horgan, T. G. (2013). Nonverbal Communication in Human Interaction (8th ed.). Cengage Learning.
Lararenjana, E. (2024, November 8). Mengenal Summer Course, Peluang Belajar dan Pengalaman Internasional. Liputan 6.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. SAGE Publications, Inc.
Napitupulu, E. E., & Toruan, R. M. L. L. (2023). Efektivitas Komunikasi Verbal Dan Non Verbal Dalam Komunikasi Antarbudaya Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Sari Mutara Indonesia. Jurnal Teknologi Kesehatan Dan Ilmu Sosial (Tekesnos), 5(2), 252–262.
Rakhmaniar, A. (2023). Dinamika komunikasi nonverbal dalam interaksi sosial di lingkungan kerja: Studi kasus pada perusahaan startup. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 285–297.
Rinawati, R. (2002). Komunikasi Antarbudaya dalam Momentum Pelaksanaan Ibadah Haji. Mediator: Jurnal Komunikasi, 3(2), 339–348.
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2009). Communication Between Cultures. Cengage Learning.