Konstruksi Makna Fashion Alternative Melalui Konten Tiktok @BELLACLRS_ : ANALISIS SEMIOTIKA PEIRCE
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25199Keywords:
Alternative Fashion, Peircean Semiotics, Meaning ConstructionAbstract
Abstract. Abstract. The growth of TikTok as a visual platform has opened a new space for individuals to express and construct identity, including through alternative fashion styles. This article examines how the meaning of alternative fashion is constructed through visual signs in the TikTok content of @bellaclrs_, and how these signs relate through Peircean semiosis. A qualitative approach is used with Charles Sanders Peirce’s semiotic analysis of icons, indexes, and symbols. Data were collected through non-participant observation of five purposively selected videos uploaded between August 2025 and May 2026. The findings show that icons appear through recurring items such as layering technique, leather and fur outerwear, and statement accessories; indexes appear through consistent styling competence and contextual adaptation; while symbols unfold into four interrelated meanings: dark feminine and gothic modern, vintage and thrift, gender fluid, and playful personal. The chain of semiosis linking these signs forms a visual narrative built on four meaning themes, namely visual identity consistency, contextual adaptability, cultural reinterpretation as creativity, and authenticity, positioning alternative fashion as a flexible, adaptive, and consistent visual identity that functions as a medium of nonverbal communication and self-expression.
Abstrak. Perkembangan TikTok sebagai platform visual mendorong munculnya ruang ekspresi yang memungkinkan individu menampilkan dan membangun identitas, termasuk melalui gaya fashion alternative. Artikel ini mengkaji bagaimana makna fashion alternative dikonstruksi melalui tanda-tanda visual dalam konten TikTok akun @bellaclrs_, serta bagaimana tanda-tanda tersebut saling berelasi melalui proses semiosis Peirce. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce terhadap ikon, indeks, dan simbol. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan terhadap lima konten yang dipilih secara purposif dan diunggah pada periode Agustus 2025 hingga Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon ditampilkan melalui item fashion yang berulang, seperti teknik layering, jaket kulit dan bulu, serta aksesori mencolok; indeks ditampilkan melalui konsistensi kompetensi styling dan adaptasi kontekstual; sedangkan simbol berkembang menjadi empat pemaknaan yang saling berkaitan, yaitu dark feminine dan gothic modern, vintage dan thrift, gender fluid, serta playful personal. Rantai semiosis yang menghubungkan ketiga tanda tersebut membentuk narasi visual yang bertumpu pada empat tema makna, yaitu konsistensi identitas visual, adaptabilitas kontekstual, kreativitas sebagai reinterpretasi budaya, dan autentisitas, sehingga fashion alternative dikonstruksikan sebagai identitas visual yang fleksibel, adaptif, dan konsisten, sekaligus media komunikasi nonverbal dan ekspresi diri.
References
Agma, A. R. (2025). Peran Media Sosial dalam Membangun Identitas Digital Remaja di Era Postmodern. Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media, 1(1), 24–31.
Hebdige, D. (2012). Subculture: The Meaning of Style. Routledge.
Hoseani, R., & Yohana, F. M. (2020). Analisis Sistem Tanda di Pusat Perbelanjaan berdasarkan Semiotika Charles Sanders Peirce. Human Narratives, 2(1), 39–49. https://doi.org/10.30998/HN.V2I1.578
Ibnu Naufal Maskuri, M., & Yanti, F. (2024). Komunikasi Artifaktual sebagai Media Dakwah: Studi Club Motor Bikers Subuhan Lampung Melawan Stigma Negatif Geng Motor. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat, 7(2), 239–259. https://doi.org/10.14421/panangkaran.v7i02.3173
Juditha, C. (2015). Fashion sebagai Media Komunikasi (Analisis Semiotik Fashion Kontroversial Lady Gaga). Communication, 6(1). https://doi.org/10.36080/COMM.V6I1.1
Masda, Suyuti, N., & Asmurti. (2024). Media Sosial TikTok sebagai Sumber Informasi Fashion. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 2(2).
Rahmawati, N. M. (2020). Fashion sebagai Komunikasi: Analisa Semiotika Roland Barthes pada Fashion Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pemilihan Gubernur Jakarta. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 4(1), 216–233. https://doi.org/10.24176/KREDO.V4I1.4903
Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.
Suryadi, I. (2011). Peran Media Massa dalam Membentuk Realitas Sosial. Academica: Majalah Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(2), 28520.
Trisnawati, T. Y. (2011). Fashion sebagai Bentuk Ekspresi Diri dalam Komunikasi. Jurnal The Messenger, 3(2), 36–47. https://doi.org/10.26623/THEMESSENGER.V3I2.268
Wibowo, S. A., & Wibowo, A. (2020). Dakwah Berbasis Media dan Komunikasi Visual. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2(2), 179–198. https://doi.org/10.32332/JBPI.V2I2.2497