Makna Simbolik Komunikasi Ekspresif Tari Gandrung Liwung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25140Keywords:
Tari Gandrung Liwung, Makna Simbolik, Komunikasi EkspresifAbstract
Abstract. Dance as a form of nonverbal communication conveys symbols, meanings, and expressions through movement, facial gestures, costumes, music, and performer–audience interaction. Gandrung Liwung, choreographed by Riyana Rosilawati, is a Sundanese creative dance inspired by peacock behavior and carries educational values for younger generations. This study emphasizes that dance performances present not only aesthetic beauty but also messages and meanings shaped by cultural context. The research aims to identify communication symbols in Gandrung Liwung and interpret their symbolic meanings during performances at Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Using a qualitative method with Herbert Blumer’s symbolic interaction perspective, data were collected through performance observation, in-depth interviews with the choreographer, dancers, and audiences, as well as photo and video documentation. Findings reveal symbols embedded in costumes, facial expressions, musical accompaniment, and movements, all of which reflect Sundanese cultural identity. Gandrung Liwung thus functions not only as an artistic expression but also as a medium of cultural education, fostering meaningful interactions throughout its performance.
Abstrak. Tarian sebagai bentuk komunikasi nonverbal memuat simbol, makna, dan ekspresi melalui gerak, ekspresi wajah, kostum, musik, serta interaksi dalam pertunjukan. Gandrung Liwung karya Riyana Rosilawati merupakan tari kreasi Sunda yang terinspirasi dari perilaku burung merak dan mengandung nilai edukatif bagi generasi muda. Penelitian ini menekankan bahwa pertunjukan tari tidak hanya menyajikan keindahan estetis, tetapi juga menyampaikan pesan dan makna melalui interaksi antara penari, penonton, dan konteks budaya. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi simbol komunikasi dalam ekspresi Gandrung Liwung serta memahami makna simbolik yang muncul dalam pertunjukan di Sanggar Pusat Olah Tari Setialuyu Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan perspektif interaksi simbolik Herbert Blumer. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara mendalam dengan koreografer, penari, dan penonton, serta dokumentasi foto dan video. Hasil penelitian menunjukkan adanya simbol dalam kostum, ekspresi wajah, musik, dan gerak yang mencerminkan identitas budaya Sunda. Gandrung Liwung tidak hanya menjadi representasi seni, tetapi juga sarana pendidikan nilai budaya dan interaksi bermakna dalam setiap pertunjukannya.
References
Indah, K. (2016). KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 6(2).
Jaeni. (2016). KOMUNIKASI SENI KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA MELALUI PERTUNJUKKAN TEATER KONTEMPORER (Abdulah Tatang, Ed.; cetakan pertamaa). Penerbit Sunan Ambu Press. ISBI Bandung.
Jaeni. (2025). Komunikasi Seni Membaca Simbol Diskursif dan Presentasional dalam seni (Jaeni, Ed.). Penerbit Guriang 7.
Littlejohn, S. W. (1996). Theories of Human Communication . Belmont: Wadsworth Publishing Company.
Muhid, A., & Eka, W. (2020). INTERAKSI SIMBOLIK: Teori dan Aplikasi dalam Penelitian Pendidikan dan Psikologi (W. Sulthon & K. Sukmawati, Eds.; Vol. 1). Madani.
Mulyana, D. (2017). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Muchlis, Ed.). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyana, D. (2023). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (S. Aisha, Ed.; edisi ke-3). PT Remaja Rosdakarya.
Pratama, I. (2022). Makna Simbolik Pada Atraksi Budaya Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir. Journal of Intercultural Communication and Society, 1(1), 46–60.
Rosilawati, R., Suparli, L., & Suherti, O. (2023). Relevansi Ide, Konsep Dan Bentuk Dalam Proses Kreatif Karya Tari ‘Gandrung Liwung’ Inspirasi Merak. Jurnal Panggung.
Rustan, A. S., & Hakki, N. (2017). Pengantar Ilmu Komunikasi. Deepublish. https://books.google.co.id/books?id=5W9jEQAAQBAJ
Sugiyono. (2019). METODE PENELITIAN KUANTITATIF KUALITATIF dan R&D (Sutopo, Ed.). ALFABETA, cv.
Surokim, Suratnoaji, C., Wahyudi, M., Handaka, T., Eka, B., & Maya, D. (2016). Riset Komunikasi Strategi Praktis Bagi Peneliti Pemula (surokim, Ed.; cetakan pertama). Prodi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Valentiyo, A., Ramadhan, U. F., & Alhanif, M. F. (2025). Komunikasi Sebagai Proses Simbol. Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 6(1). https://ejurnals.com/ojs/index.php/