Artificial Intelligence dan Daya Kritis Mahasiswa Ilmu Komunikasi
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.25135Keywords:
Artificial Intelligence, Kegiatan Akademik, Daya Kritis, Teori S-O-RAbstract
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mempengaruhi berbagai
aspek kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Mahasiswa semakin banyak memanfaatkan AI
untuk mendukung kegiatan akademik seperti mencari informasi, memahami materi perkuliahan,
dan menyelesaikan tugas. Namun, meningkatnya penggunaan AI menimbulkan kekhawatiran
mengenai dampaknya terhadap daya kritis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan AI dalam kegiatan akademik terhadap daya kritis mahasiswa
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan metode
kuantitatif korelasional dengan 99 responden yang dipilih melalui teknik proportionate
stratified random sampling dari populasi 897 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan
kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson serta regresi linier
sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI dan daya kritis mahasiswa
berada pada kategori tinggi. Namun, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan
AI terhadap daya kritis mahasiswa (r = -0,031; Sig. = 0,764; R² = 0,001).
References
Indonesia.
Pusat Riset Pendidikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ahmad, M., dkk. (2023). The impact of artificial intelligence usage on cognitive laziness and decision-making ability
among students.
Journal of Educational Technology Research, 15(2), 85–98.
Al-Emran, M., & Teo, T. (2023). Technology acceptance model in digital learning environments. International Journal of
Educational Technology, 18(2), 112–126.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches
(6th ed.) . Sage Publications.
Facione, P. A. (2020). Critical thinking: What it is and why it counts (2020 update). Insight Assessment.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2021). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.
Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2022). Artificial intelligence in education: Promises and implications for teaching
and learning.
Center for Curriculum Redesign.
Lau, J. Y. F. (2023). An introduction to critical thinking and creativity: Think more, think better (3rd ed.). John Wiley &
Sons.
Nadiyah, N., Marsofiyati, M., & Wolor, C. W. (2023). The influence of the use of artificial intelligence (AI) and digital
literacy on students' critical thinking skills. Jurnal Pendidikan Digital, 4(2), 88–101.
Nasution, J. S., dkk. (2025). Dampak penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap mahasiswa dalam proses
pembelajaran. AMI: Jurnal Pendidikan dan Riset, 3(1), 40–52.
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.
Putri, A. (2023). Pengaruh teknologi digital terhadap perilaku komunikasi generasi muda. Jurnal Komunikasi Digital, 7(1),
44–57. Rahmawati, D. (2023). Persepsi mahasiswa terhadap penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu akademik. Jurnal
Kajian Komunikasi dan
Teknologi Digital, 10(4), 302–316.
Ravšelj, D., dkk. (2025). Artificial intelligence use among university students across 109 countries. International Journal of
Educational Technology in Higher Education, 22(1), 1–19.
Rifaldy, M. (2025). Pengaruh penggunaan platform AI terhadap perilaku reflektif dan kemampuan berpikir kritis
mahasiswa. Jurnal Komunikasi dan Inovasi Digital, 5(2), 101–118.
Russell, S., & Norvig, P. (2022). Artificial intelligence: A modern approach (4th ed.). Pearson.
Sari, N., & Nugroho, A. (2022). Proses kognitif dalam komunikasi digital pada generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi
Indonesia, 6 (3), 201–214.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNESCO. (2023). Artificial intelligence and education: Guidance for policy-makers. UNESCO
Publishing. World Economic Forum. (2025). The future of jobs report 2025. World Economic
Forum.
Zimmerman, B. J. (2022). Metacognition and self-regulated learning in digital education. Ed