Konstruktivis Pengalaman Hidup Orang Tua dalam Membangun Komunikasi dengan Anak Remaja
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24741Keywords:
Komunikasi Keluarga, Orang Tua, Remaja, Kesehatan Mental, Dukungan EmosionalAbstract
Abstract
Emotional support. , Adolescent mental health is an important issue that requires attention within the family environment. This study aims to explore parents’ experiences in establishing communication with early adolescents as an effort to support their mental well-being. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The participants consisted of five parents as the main informants and adolescents as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews and validated using source triangulation. The findings indicate that parents perceive family communication as a form of care, guidance, protection, and responsibility in supporting their children's development. Communication is reflected through openness, emotional support, close relationships, and adjustments in communication styles based on adolescents’ needs. The study also found that parents draw upon their life experiences as a source of reflection to develop more effective communication practices that support the mental health of early adolescents.
Keywords: family communication, parents, adolescents, mental health
Abstrak, Kesehatan mental remaja merupakan slah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman orang tua dalam membangun komunikasi dengan remaja awal sebagai upaya mendukung kesehatan mental mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif. Informan penelitian terdiri dari lima orang tua dan sebagai informan utama dan remaja sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan triangulasi sumber. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dipahami orang tua sebagai bentuk kepedulian, pendampingan, perlindungan, serta tanggung jawab dalam proses perkembangan anak. Komunikasi diwujudkan melalui keterbukaan, dukungan emosional, kedekatan hubungan, dan penyesuaian cara berkomunikasi sesuai kebutuhan remaja. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang tua memanfaatkan pengalaman hidup sebagai refleksi untuk membangun komunikasi yang lebih baik dalam mendukung kesehatan mental remaja awal.
Kata Kunci: Komunikasi keluarga, Orang tua, Remaja, Kesehatan mental, dukungan emosional
References
Daulay, W., Nasution, M. L., & Purba, J. M. (2023). Pola komunikasi keluarga: Studi kasus pada remaja dengan kategori risiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa. Content: Journal of Communication Studies, 1(1), 34–41.
DeVito, J. A. (2021). The interpersonal communication book (16th ed.). Pearson Education.
Fahma, Z. R., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Pola komunikasi keluarga dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 8(6).
Hasan, S. A., & Handayani, M. M. (2014). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri siswa tunarungu di sekolah inklusi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 3(2), 128–134.
Husserl, E. (2014). Ideas Pertaining to a Pure Phenomenology and to a Phenomenological Philosophy. Springer.
I-NAMHS. (2022). Indonesia - National Adolescent Mental Health Survey: Laporan Penelitian. Pusat Kesehatan Reproduksi, Universitas Gadjah Mada.
Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2006). Family Communication Patterns Theory: A Social Cognitive Approach. Dalam D. O. Braithwaite & L. A. Baxter (Ed.), Engaging Theories in Family Communication: Multiple Perspectives (hlm. 50–65). Sage Publications.
Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2021). Theories of Human Communication (11th ed.). Waveland Press.
Lubis, L. N., & Zuhdi, A. (2025). Perspektif remaja di Medan terhadap peran komunikasi keluarga dalam kesehatan mental. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 156–164.
Maulani, M. F., & Rachmawati, I. (2026). Analisis komunikasi keluarga dalam membangun kesehatan mental anak. Bandung Conference Series: Communication Management, 6(1), 131–138. https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i1.23201
Patriana, E. (2014). Komunikasi interpersonal yang berlangsung antara pembimbing kemasyarakatan dan keluarga anak pelaku pidana di BAPAS Surakarta. Journal of Rural and Development, 5(2), 203–220.
Setyorini, W. W., & Kurnaedi, N. (2018). Pentingnya Figur Orang Tua dalam Pengasuhan Anak. Universitas Negeri Semarang.