Filter Wajah dan Kepercayaan Diri Generasi Z
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24719Keywords:
Ketergantungan Pada Filter Wajah, Kepercayaan Diri, Generasi Z, Tiktok, Duta Muda WardahAbstract
Abstract. The development of digital technology, especially TikTok social media, has triggered an increase in the use of face filters among Generation Z. Features that initially function as a means of entertainment and improved visual appearance are now developing into a form of dependence, where some users feel more comfortable and confident when displaying filtered faces compared to their real faces. This study aims to analyze the relationship between the dependence on the use of face filters and the level of self-confidence in Generation Z, especially individuals who actively use TikTok and are members of the Wardah Youth Ambassador community. The research uses a positivism paradigm with a correlational quantitative approach. Data collection was carried out through a questionnaire based on the Likert scale which was distributed to 64 respondents who were members of Wardah Youth Ambassador in West Java. Variable X (dependence on face filters) was measured through three sub-variables, namely self-understanding, social benefits, and entertainment, while variable Y (self-confidence) was measured through six indicators based on Maslow's theory of needs. The results showed that the entire hypothesis was accepted with a Spearman correlation coefficient of 0.842 (very strong) for the main relationship. These findings confirm that the higher the reliance on face filters, the higher the correlation with user confidence on social media, but also risks forming unrealistic digital beauty standards.
Abstrak. Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial TikTok, telah memicu meningkatnya penggunaan filter wajah di kalangan Generasi Z. Fitur yang awalnya berfungsi sebagai sarana hiburan dan peningkatan tampilan visual kini berkembang menjadi bentuk ketergantungan, di mana sebagian pengguna merasa lebih nyaman dan percaya diri ketika menampilkan wajah berfilter dibandingkan wajah asli mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara ketergantungan penggunaan filter wajah dengan tingkat kepercayaan diri (self confidence) pada Generasi Z, khususnya individu yang aktif menggunakan TikTok dan tergabung dalam komunitas Wardah Youth Ambassador. Penelitian menggunakan paradigma positivisme dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang disebarkan kepada 64 responden anggota Wardah Youth Ambassador di Jawa Barat. Variabel X (ketergantungan filter wajah) diukur melalui tiga sub variabel yaitu pemahaman diri, manfaat sosial, dan hiburan, sementara variabel Y (kepercayaan diri) diukur melalui enam indikator berdasarkan teori kebutuhan Maslow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima dengan koefisien korelasi Spearman sebesar 0,842 (sangat kuat) untuk hubungan utama. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi ketergantungan terhadap filter wajah, semakin tinggi pula kaitannya dengan kepercayaan diri pengguna di media sosial, tetapi juga berisiko membentuk standar kecantikan digital yang tidak realistis
References
Blumler, J. G., & Katz, E. (1974). The Uses of Mass Communications: Current Perspectives on Gratifications Research. Sage Annua.
Bungin, B. (2013). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kencana Prenada Media Group.
Dewi, N., Azhar, A. A., & Zuhriah, Z. (2023). Pengaruh Penggunaan TikTok Terhadap Perilaku Citra Diri Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sumatera Utara. Ilmu Sosial, 2(2).
Janmohamed, S. Z. (2017). Generation M. Yogyakarta Bentang.
Kemp, S. (2024). Digital 2024 We are Social.
Lavrence, C., & Cambre, C. (2020). Do I Look Like My Selfie? Filters and the Digital-Forensic Gaze. Journal of Digital Culture, 6(4).
Muis, L. (2023). Perkembangan TikTok di Media Sosial.
Nurhaqsanni, M. I., & Suryana, H. (2018). Pengaruh Media Sosial dan Citra Merek terhadap Minat Beli Konsumen (Studi Pada PT. WBRN Global Indonesia (WELLBORN)). Jurnal Manajemen.
Oktavia, N. A. (2021). Hierarki Kebutuhan Menurut Abraham H. Maslow dan Relevansinya dengan Kebutuhan Siswa dalam Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan.
Rafiq, M. (2012). Dependency Theory (Melvin L. DeFleur dan Sandra Ball Rokeach). Jurnal Komunikasi, VI(1), 2–12.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif R&D. Alfabeta.
Wahyuni, Y. A. (2015). Tingkat Kepercayaan Diri Purnawirawan Polri Dalam Hidup Bermasyarakat Di Kota Madiun (pp. 49–58).
Xu, L., Yan, X., & Zhang, Z. (2019). Research on the Causes of the “Tik Tok” App Becoming Popular and the Existing Problems. Journal of Advanced Management Science, 7(2), 59–63. https://doi.org/10.18178/joams.7.2.59-63