Makna Pengalaman Komunikasi Guru Dengan Siswa Tunagrahita Ringan
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24359Keywords:
Komunikasi, Fenomenologi, guru SLB, siswa tunagrahuta ringan, makna pengalamanAbstract
Abstract. Communication between teachers and students with mild intellectual disabilities requires adaptive interactions that extend beyond delivering instructional content to understanding communication experiences developed throughout the learning process. This study aims to analyze the meaning of teachers’ communication experiences with students with mild intellectual disabilities at SLB Nurul Iman, Dayeuhkolot District, Bandung Regency. The research employed a qualitative approach using Alfred Schutz’s phenomenological method within a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving teachers with experience teaching students with mild intellectual disabilities. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, while source triangulation ensured data credibility. The findings indicate that teachers’ communication experiences are shaped by the relationship between because motives and in order to motives, influencing communication strategies, understanding students’ responses, and adapting interactions during learning. The meanings of these experiences were typified into three categories: learning values, emotional concern, and relationships and transformation. The study concludes that teacher–student communication is a dynamic, reflective, and continuous process. The novelty of this study lies in a typification model integrating motives, communication experiences, and meanings within Alfred Schutz’s phenomenological framework, providing a comprehensive understanding of communication in special education settings.
Abstrak. Komunikasi guru dengan siswa tunagrahita ringan memerlukan penyesuaian yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada pemahaman terhadap pengalaman komunikasi yang terbentuk selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna pengalaman komunikasi guru dengan siswa tunagrahita ringan di SLB Nurul Iman Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz dalam paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru yang memiliki pengalaman mengajar siswa tunagrahita ringan, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman komunikasi guru dibentuk oleh keterkaitan because of motive dan in order to motive yang memengaruhi strategi komunikasi, pemahaman terhadap respons siswa, serta penyesuaian interaksi dalam pembelajaran. Makna pengalaman komunikasi ditipikasikan ke dalam tiga bentuk utama, yaitu nilai pembelajaran, kepedulian emosional, serta relasi dan transformasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi guru dengan siswa tunagrahita ringan merupakan proses yang dinamis, reflektif, dan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada model tipikasi yang mengintegrasikan motif, pengalaman komunikasi, dan makna pengalaman guru dalam satu kerangka fenomenologi Alfred Schutz.
References
Chairul, M., Umanailo, B., & Buru, U. I. (2019). Paradigma Konstruktivis. October. https://doi.org/10.31219/osf.io/9ja2t
Daruhadi, G., & Pia Sopiati. (2024). Pengumpulan Data Penelitian. 3(5), 5423–5443.
Dr. R.A. Fadhallah, S.Psi., M. S. (2022). WAWANCARA. UNJ PRESS.
Firmansyah, M., & Artikel, I. (2021). Esensi Perbedaan Metode Kualitatif Dan Kuantitatif. 3(2).
Mulyana. (2005). Ilmu Komunikasi: Teori, Praktik, dan Aplikasi.
Nugroho, A. C. (2021). Teori utama sosiologi komunikasi (fungsionalisme struktural, teori konflik, interaksi simbolik). 2(2), 185–194.
Prof. Deddy Mulyana, M.A., P. . (2024). TEORI-TEORI KOMUNIKASI.
Prof. Dr. Engkus Kuswarno. (2009). Fenomenologi (p. 39).
Qomaruddin, & Sa’diyah, H. (2024). Kajian Teoritis tentang Teknik Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif : Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. 1(2), 77–84.
Syah Roni, A. (2022). Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus: Tuna Grahita,Down Syndrom Dan Autisme. Jurnal Almurtaja : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 7–12.
Tifankha, D. Y., & Triwardhani, I. J. (2023). Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita. 278–288.