Fotografi Sebagai Media Komunikasi Pemasaran

Authors

  • Septya Rizky Maulana Ilmu Komunikasi
  • Wiki Angga Wiksana Fakultas Ilmu Komunikasi

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24329

Keywords:

Fotografi, Komunikasi Pemasaran, Instagram, Nesnumoto

Abstract

Abstract. The development of social media, particularly Instagram, has intensified competition in the wedding photography industry. Every service provider is required to present a strong visual identity to attract audience attention. This situation is also experienced by Nesnumoto, which faces challenges such as changing visual trends, dynamic algorithms, and numerous competitors with similar qualities. This study aims to determine how Nesnumoto utilizes photography as a digital marketing communication medium and understand the challenges that arise in this process. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained through in-dept interviews, observations, and documentation of digital activities carried out. Data analysis was carried out through the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions based on the Miles & Huberman model. The results of this study indicate that photography serves not only as visual documentation but also as a strategic medium that shapes image, strengthens brand identity, and enhances consumer interest

Abstrak. Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, membuat persaingan di industri fotografi pernikahan semakin ketat.Setiap penyedia jasa dituntut untuk menampilkan identitas visual yang kuat agar mampu menarik perhatian audiens.Kondisi ini turut dialami oleh Nesnumoto yang menghadapi tantangan berupa perubahan tren visual, algoritma yangdinamis, serta banyaknya kompetitor dengan kualitas serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Nesnumoto memanfaatkan fotografi sebagai media komunikasi pemasaran digital serta memahami tantangan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Datadiperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas digital yang dilakukan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles & Huberman. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa fotografi tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai mediumstrategis yang membentuk citra, memperkuat identitas brand, serta meningkatkan ketertarikan konsumen.

References

[1] Kotler and Keller, “Marketing Management Edisi 14,” Global Edition Pearson, 2012.
[2] P. Kotler and G. Amstrong, Principles of Marketing (Global ed., 19th ed.). New York: Pearson, 2023.
[3] M. A. Firmansyah, Komunikasi pemasaran, 1st ed. Qiara Media, 2020.
[4] Firmansyah, Komunikasi Pemasaran. Pasuruan: CV.Penerbit Qiara Media, 2020.
[5] D. E. Schultz, C. H. Patti, and P. J. Kitchen, The Evolution of Integrated Marketing Communications: The Customer-Driven Marketplace. Routledge, 2011.
[6] M. M. Dr. Widyo Nugroho Sendi Eka Nanda, S.I.Kom., M.M., Choirul Umam, S.I.Kom., Fotografi Dan Teknologi Dokumentasi, 1st ed. Kencana, 2024.
[7] J. Indrawan, Efriza, and A. Ilmar, “KEHADIRAN MEDIA BARU (NEW MEDIA) DALAM PROSES KOMUNIKASI POLITIK,” Medium, vol. 8, no. 1, pp. 1–17, Jun. 2020, doi: 10.25299/MEDIUM.2020.VOL8(1).4820.
[8] A. H. Utami, “Media baru dan anak muda: perubahan bentuk media dalam interaksi keluarga,” download.garuda.kemdikbud.go.id, vol. 11, 2021.
[9] I. Putri, Dendi, N. Syukerti, A. I. Mulyadi, and I. Maulana, “Media Sosial Sebagai Media Pergeseran Interaksi Sosial Remaja,” Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha, vol. 2, no. 2, pp. 1–10, 2022.
[10] B. D. Atmoko, Instagram Handbook: Tips Fotografi Ponsel. Jakarta: Media Kita, 2012.
[11] M. Solichin, “Paradigma konstruktivisme dalam belajar dan pembelajaran,” repository.iainmadura.ac.id.

Published

2026-08-01