Potret Komunikasi Antarbudaya Delegasi Unisba pada ANNIE School Net Conference 2024
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24307Keywords:
Komunikasi Antarbudaya, Hambatan Komunikasi, Adaptasi KomunikasiAbstract
Abstract. This study describes intercultural communication, communication barriers, and communication adaptation among participants of the ANNIE School Net Conference 2024. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving Indonesian and Vietnamese delegates. Findings reveal that intercultural communication occurred through formal and informal activities presentations, group discussions, cultural sharing sessions, and daily social interactions that served as media for information exchange, cultural learning, and global perspective development. Barriers encountered included limited English proficiency, accent differences, varying communication styles, and psychological factors such as nervousness and shyness. To overcome these, participants adapted their speaking styles, simplified their language, used nonverbal cues and translation apps, practiced active listening, and stayed open to other cultures. These adaptations reduced communication barriers and strengthened participants' intercultural communication competence, showing that the conference functioned both as an academic exchange forum and a learning space for cross-cultural communication skills.
Keywords: intercultural communication, communication barriers, communication adaptation
Abstrak. Penelitian ini menggambarkan proses komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, dan adaptasi komunikasi peserta ANNIE School Net Conference 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delegasi Indonesia dan Vietnam. Hasil menunjukkan komunikasi antarbudaya berlangsung melalui kegiatan formal maupun nonformal presentasi, diskusi kelompok, pertukaran budaya, dan interaksi sosial sehari-hari yang berfungsi sebagai sarana pertukaran informasi, pembelajaran budaya, dan pengembangan wawasan global. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan bahasa Inggris, perbedaan aksen, perbedaan gaya komunikasi, serta faktor psikologis seperti gugup dan malu. Untuk mengatasinya, peserta menyesuaikan gaya bicara, menyederhanakan bahasa, memanfaatkan komunikasi nonverbal dan aplikasi penerjemah, meningkatkan kemampuan mendengarkan aktif, serta membangun keterbukaan terhadap budaya lain. Adaptasi ini berhasil mengurangi hambatan komunikasi sekaligus meningkatkan kompetensi komunikasi antarbudaya peserta, menunjukkan bahwa konferensi ini berfungsi baik sebagai forum pertukaran akademik maupun ruang pembelajaran komunikasi lintas budaya.
Kata Kunci: komunikasi antarbudaya, hambatan komunikasi, adaptasi komunikasi
References
Afridah, S. N., Muhazir, A., Studi, P., Komunikasi, I., Ekonomi, F., Sosial, I., Humaniora, D., & Yogyakarta, U. A. (n.d.-b). x Strategi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Rantau Dalam Menghadapi Culture Shock: Studi Kasus Di Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta.
Ari Kuncoroyakti, Y., Bonifasius, P., Rainu, N. S., & Ilmu Komunikasi, F. (2024a). Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Universitas Gunadarma. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(3), 103–116. https://doi.org/10.59031/jkpim.v2i3.546
AW, Suranto. (2010). Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ayu Nadziya, F., & Nugroho, W. (2021). POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENCEGAH KONFLIK PADA MAHASISWA
LOKAL DAN PENDATANG. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(10), 1691– 1703. https://doi.org/10.36418/jiss.v2i10.434
Bogdan, R., & Biklen, S. K. (2017). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods (6th ed.). Pearson.
Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among five approaches (2nd Edition ed.). California: Sage Publications, Inc.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Cet. XIV (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 68-69.
Diana, A., & Lukman, E. (2018). Pengelolaan Kecemasan dan Ketidakpastian dalam Komunikasi Antarbudaya antara Auditor dan Auditee. Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 99-108. https://doi.org/10.7454/jki.v7i1.9666
Deardorff, D. K. (2023). Framework: Intercultural competence model. In Building cultural competence (pp. 45-52). Routledge..
Fathoni, A. I., Sugiyono, A., & Bernadhi, B. D. (2020). Pemilihan Chemical untuk Proses Fatliquoring pada Penyamakan kulit dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Metode Technique of Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) (Studi Kasus di UD. Hoki Mulia Magetan). Prosiding Konstelasi Ilmiah Mahasiswa Unissula (KIMU) Klaster Engineering.
Febiyana, A., & Turistiati, A. T. (2019). KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM
MASYARAKAT MULTIKULTUR (Studi Kasus pada Karyawan Warga Negara Jepang dan Indonesia di PT. Tokyu Land Indonesia). 3(1), 33. http://ojs.stiami.ac.id
Griffin, E. M. (2006). A first look at communication theory. McGraw-hill. Gudykunst, W. B. (Ed.). (2005). Theorizing about intercultural communication.
Sage.
Gudykunst, William B. & Young Yun Kim. 1997. Communicating with Strangers an Approach to Intercultural Communication Third Edition. New York: McGrawHill
Irawaty, S., & Prasastiningtyas, W. (n.d.-a). Peran Komunikasi Antarbudaya dalam Fungsi Sosial dan Potensi Maslah yang Timbul (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Sangga Buana dalam Pertukaran Pelajar) (Vol. 6). http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Liliweri, A. (2003). Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya. Lkis pelangi aksara.
Littlejohn, S. W. (2002). Theories of Human Communication, Seven Edition. New Mexico.
Luhtitisari, A. B., Adha, M. M., & Halim, A. (2024). Pengaruh Komunikasi Antar Budaya Terhadap Sikap Etnosentrisme Mahasiswa. Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 4(2), 47–58. https://doi.org/10.56393/antropocene.v4i2.2445
Mas’udah, D. (2014). Mindfulness dalam komunikasi antarbudaya (studi deskriptif pada peserta Indonesia–Poland Cross-Cultural Program). Profetik: Jurnal Komunikasi, 7(2).
Moleong, Lexy. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya
Prama, W., Hpar, P., Kurniawan, W., Umais, T. R., Rahman, N. A., Islamiah, J., & Wahyuni, W. (2024). Analisis Konvergensi dan Divergensi Komunikasi Antarbudaya: Studi Kasus Komunikasi Mahasiswa Papua di Universitas Mataram. R2J, 7(1). https://doi.org/10.38035/rrj.v7i1
Setiawan, E., Chatamallah, M., & Wiksana, W. A. (2024). The Meaning of Cross- Cultural Communication Experience of International Students on Pesantren- Based Campuses. Jurnal Komunikasi, 19(1), 133–146. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol19.iss1.art8
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alphabet.
Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Utami, L. S. S. (2015). Teori-teori adaptasi antar budaya. Jurnal komunikasi, 7(2), 180-197.