Asertivitas Orang Tua Milenial sebagai Jembatan Kedekatan Generasi Alpha

Authors

  • Najwa Rahma Fauziah Ilmu Komunikasi
  • Alexandria Cempaka Harum Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24285

Keywords:

Kedekatan Hubungan, Komunikasi Antargenerasi, Komunikasi Asertif

Abstract

Abstract. Communication between parents and children is an important foundation for building closeness between generations. This study aims to determine the relationship between the assertive communication style of millennial parents and the closeness of relationships with alpha children in Bukit Cianjur Residence, Cibeber District, using Alberti & Emmons' Assertiveness Theory with three dimensions: expressing feelings and opinions, defending personal rights, and respecting the rights of others. The study used a quantitative method with a correlational approach; data were collected through questionnaires administered to 89 millennial parents with alpha children using a non-probability, saturated sampling technique. The results show that assertive communication style has a positive and significant relationship with the closeness of relationships with alpha children, with the dimensions of respecting the rights of others and expressing feelings and opinions contributing more strongly than defending personal rights. These findings confirm that parents' application of assertive communication is related to establishing closer relationships with alpha children.

Abstrak. Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam membangun kedekatan hubungan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan gaya komunikasi asertif orang tua milenial dengan kedekatan hubungan anak alpha di Bukit Cianjur Residence, Kecamatan Cibeber, menggunakan teori Asertivitas Alberti & Emmons dengan tiga dimensi: menyatakan perasaan dan pendapat, mempertahankan hak-hak pribadi, dan menghormati hak-hak orang lain. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional; data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 89 orang tua milenial yang memiliki anak alpha dengan teknik non-probability sampling jenuh. Hasil menunjukkan gaya komunikasi asertif berhubungan positif dan signifikan dengan kedekatan hubungan anak alpha, dengan dimensi menghormati hak-hak orang lain dan menyatakan perasaan serta pendapat berkontribusi lebih kuat dibandingkan mempertahankan hak-hak pribadi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan komunikasi asertif oleh orang tua berkaitan dengan terjalinnya kedekatan hubungan yang lebih erat dengan anak alpha.

 

References

Alberti, R., & Emmons, M. (2017). Your perfect right: assertiveness and equality in your life and relationships (10th ed.). New Harbinger Publications.
Ardianto, E. (2011). Metodologi penelitian untuk public relations: kuantitatif dan kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Asni, A., Muliana, A., Aziz, M., Marhamah, A., & Herman. (2025). Gaya komunikasi orang tua dan dampaknya bagi perkembangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(4.C), 250–258. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/11729
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. (2019). 1001 cara bicara orangtua dengan remaja. Jakarta Timur: Direktorat Ketahanan Remaja BKKBN. https://www.academia.edu/41484702/1001_Cara_Bicara_Orangtua_dengan_Remaja_SKATA_JHCCP_Indonesia_
Barbosa, V., Pradilla, M. M. S., & Rajendran, L. P. (2022). Peri-urbanization, dynamics, and challenges in developing countries towards sustainable urban growth – Special Section Editorial. Urbe Revista Brasileira de Gestão Urbana, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.1590/2175-3369.014.e20220998
Christine, C., Karnaw2ati, & Nugrahenny C, D. (2021). Pola asuh orang tua terhadap anak generasi alfa dalam meningkatkan keterampilan sosial. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2(2), 235–250. https://doi.org/10.47530/edulead.v2i2.77
Dimock, M. (2019). Defining generations: where millennials end and generation z begins. Pew Reseacrh Center. https://www.pewresearch.org/short-reads/2019/01/17/where-millennials-end-and-generation-z-begins/
Firman, T. (2009). The continuity and change in mega-urbanization in Indonesia: A survey of Jakarta–Bandung Region (JBR) development. Habitat International, 33(4), 327–339. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2008.08.005
Follmann, A. (2022). Geographies of peri-urbanization in the global south. Geography Compass, 16(7), 1–20. https://doi.org/10.1111/gec3.12650
Giles, H., & Gasiorek, J. (2011). Intergenerational communication practices. Handbook of the Psychology of Aging, 233–247. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-380882-0.00015-2
Khalisah, S., & Lubis, R. (2017). Perbedaan perilaku asertif ditinjau dari pola asuh orang tua pada remaja yang memiliki clique. Jurnal Diversita, 2(1), 10–22. https://doi.org/10.31289/diversita.v2i1.499
Kusumah, A. A., & Rosiana, D. (2023). Hubungan antara self esteem dengan perilaku asertif siswa SMP di Kabupaten Cianjur. Bandung Conference Series Psychology Science, 3(2), 1065–1070. https://doi.org/10.29313/bcsps.v3i2.9514
Laquinta, D., & Drescher, A. W. (2000). Defining the peri-urban: rural-urban linkages and institutional connections. Land Reform, Land Settlement and Cooperatives. https://www.researchgate.net/publication/287613842_Defining_the_peri-urban_Rural-urban_linkages_and_institutional_connections
McCrindle, M., & Fell, A. (2020). Understanding generation alpha. In Chemistry Education Research and Practice. Solent Circuit Norwest: McCrindle Research. https://generationalpha.com/wp-content/uploads/2020/02/Understanding-Generation-Alpha-McCrindle.pdf
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.
Oktavia, I., & Sahputra, D. (2025). Pengaruh komunikasi interpersonal orangtua terhadap kesehatan mental mahasiswa akhir FDK UIN-SU. Riwayat Educational Journal of History and Humanities, 8(3), 3410–3418. https://doi.org/10.24815/jr.v8i3.47844
Pabundu, D. D., & Ramadhana, M. R. (2023). Pola komunikasi keluarga dengan pembentukan kemandirian anak. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4624–4646. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5223
Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur. (2020). Peraturan daerah (perda) kabupaten cianjur nomor 10 tahun 2020 tentang penerapan tiga pilar budaya cianjur.
Ratnasari, A. (2007). Komunikasi harmonis orang tua dengan anak. Mediator: Jurnal Komunikasi, 8(2), 345–352. https://doi.org/10.29313/mediator.v8i2.1247
Ravetz, J., & Sahana, M. (2025). Where is the peri-urban? Mapping the areas ‘around, beyond and between.’ Frontiers in Sustainable Cities, 7, 1–20. https://doi.org/10.3389/frsc.2025.1436287
Saman, A. M., & Hidayati, D. (2023). Pola asuh orang tua milenial dalam mendidik anak generasi alpha di era transformasi digital. Jurnal Basicedu, 7(1), 3(2), 524–532. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4557
Santosa, E. T. (2015). Raising children in digital era. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Setyaningrum, R. B., Yulianti, A., & Asra, Y. K. (2020). Pola asuh authoritative dengan perilaku asertif remaja keturunan Minang di SMA Negeri 11 Pekanbaru. Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi, 1(2), 101–109. https://doi.org/10.24014/pib.v1i2.9121
Webster, D. (2002). On the edge: Shaping the future of peri-urban east asia. https://aparc.fsi.stanford.edu/publications/on_the_edge_shaping_the_future_of_periurban_east_asia
Winarso, H., Hudalah, D., & Firman, T. (2015). Peri-urban transformation in the Jakarta metropolitan area. Habitat International, 49, 221–229. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2015.05.024

Published

2026-07-30