Reorientasi Aktualisasi Diri Mahasiswa Program Mobilitas Antar Budaya U-GEO
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24140Keywords:
Aktualisasi diri, Orientasi, Komunikasi Antarbudaya, FenomenologiAbstract
Abstract. Self-actualization is a continuous process of individuals in reaching the peak of their life potential, which requires reorientation of values when faced with a new environment. This study aims to analyze the process of reorientation self-actualization in students through the Unisba Global Student Motion (U-GEO) program, an international intercultural mobility initiative from the Unisba International Affairs Office (KUI). This program was established to strengthen international cooperation and facilitate students in building the university's reputation in the international arena. Using a qualitative phenomenological approach, this study explores the meaning and motivation of the conscious experiences of five U-GEO participants. Results show that global interactions trigger significant transformations in students motives for action, both in the past and in their future goals. Students experienced a reorientation of identity that included a change in mindset to become more open-minded, increased self-confidence, and a new understanding of success as a form of continuous self-development. This reorientation not only served as professional capacity building but also as an emotional foundation for achieving more complete self-actualization amid cultural diversity. This research is expected to contribute to the implementation of future programs so that they can pay more attention to aspects of individual development in greater depth.
Abstrak. Aktualisasi diri merupakan proses berkelanjutan individu dalam mencapai puncak potensi kehidupannya, yang memerlukan adanya reorientasi nilai ketika dihadapkan pada lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses reorientasi aktualisasi diri pada mahasiswa melalui program Unisba Global Student Motion (U-GEO), sebuah inisiasi mobilitas antarbudaya internasional dari Kantor Urusan Internasional (KUI) Unisba. Program ini dibentuk dalam memperkuat kerjasama internasional serta memfasilitasi mahasiswa dalam membangun reputasi universitas di kancah internasional. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi makna serta motivasi dari pengalaman sadar lima peserta progam U-GEO. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi global yang memicu transformasi signifikan terhadap motif tindakan mahasiswa baik dari masa lalu maupun tujuan masa depan. Mahasiswa mengalami reorientasi identitas yang mencangkup perubahan pola piker menjadi lebih terbuka (global minded), peningkatan kepercayaan diri, serta pemaknaan baru terhadap sebuah kesuksesan sebagai bentuk proses pengembangan diri yang berkelanjutan. Reorientasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengembangan kapasitas profesional, tetapi juga sebagai fondasi emosional dalam mencapai aktualisasi diri yang lebih utuh di tengah keberagaman budaya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelaksanaan program U-GEO selanjutnya agar dapat memperhatikan aspek perkembangan individu secara lebih mendalam.
References
Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi.
Krisyantono, R. (2022). Teknik Praktis Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif: Edisi Kedua. https://books.google.co.id/books?id=yrkFEQAAQBAJ&lpg=PP1&hl=id&pg=PA245#v=onepage&q&f=false
Kuswarno, E. (2009). Metode Penelitian Komunikasi Fenomenologi. Widya Padjajaran.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods.
Nasir, A., Nurjana, Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445–4451. https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0APendekatan
Nova, D., Yula, S., & Lestari, S. (2025). Psychological Well-Being of Exchange Program Students. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.51214/002025071313000
Nurmala, S., & Mashuri, A. (2025). Peran kepribadian dan orientasi budaya (individualis vs. kolektivis) terhadap perilaku inovatif individual pada pegawai. Jurnal Psikologi Sosial, 23(1), 52–68. https://doi.org/10.7454/jps.2025.08
Rahmi, A. A., Hizriyani, R., & Sopiah, C. (2022). Analisis Teori Hierarki of Needs Abraham Maslow Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 5(3), 320–328. https://doi.org/10.31004/aulad.v5i3.385
Seginer, R. (2009). Future Orientation. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/b106810
Yamanaka, T., Yamagishi, N., Nawa, N. E., & Anderson, S. J. (2021). Assessing changes in mood state in university students following short-term study abroad. PLoS ONE, 16(12 December), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0261762
Yuningsih, A. (2006). Implementasi Teori Konstruksi Sosial dalam Penelitian Public Relations.
Zahra, A. A., & Umar, T. M. (n.d.). Culture Shock Mahasiswa Indonesia dalam Studi di Luar Negeri. 232–238.