Strategi Persuasif @arthaadaa dalam Membangun Citra Merek di TikTok

Authors

  • Muhammad Fathur Baharsyah Ilmu Komunikasi
  • Septiawan Santana Kurnia Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24080

Keywords:

Citra Merek, Pemasaran Persuasif, Strategi Pemasaran

Abstract

Abstract. TikTok has become one of the most influential digital marketing platforms, enabling influencers to play a strategic role in shaping brand image through persuasive communication. However, studies examining how verbal and nonverbal communication elements contribute to brand image formation remain limited. This study aims to analyze the persuasive marketing strategies employed by the TikTok influencer @arthaadaa in building brand image through vocal intonation, exaggerated facial expressions, and relatable language during the period of October 2025 to January 2026. This research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation of promotional TikTok content and digital documentation, then analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that distinctive vocal intonation successfully captures audience attention and reinforces promotional messages. Exaggerated facial expressions create authenticity and enhance the visual attractiveness of the content, while relatable language fosters emotional closeness and strengthens audience engagement. The integration of these three communication elements forms an effective persuasive marketing strategy that contributes to a positive brand image. This study concludes that successful digital marketing communication depends not only on promotional content but also on how persuasive messages are delivered through verbal and nonverbal communication that aligns with the characteristics of TikTok audiences.

Abstrak. Perkembangan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital telah mendorong munculnya influencer sebagai komunikator yang berperan dalam membangun citra merek. Meskipun influencer banyak dimanfaatkan oleh berbagai merek, kajian mengenai bagaimana unsur komunikasi verbal dan nonverbal membentuk citra merek masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran persuasif yang diterapkan influencer @arthaadaa dalam membangun citra merek melalui penggunaan intonasi suara, ekspresi wajah yang berlebihan, dan bahasa pendekatan yang relate pada konten TikTok selama Oktober 2025 hingga Januari 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten promosi TikTok dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intonasi suara yang khas mampu menarik perhatian audiens dan memperkuat penyampaian pesan promosi, ekspresi wajah yang berlebihan menciptakan kesan autentik serta meningkatkan daya tarik visual konten, sedangkan bahasa pendekatan yang relate membangun kedekatan emosional dengan audiens. Ketiga unsur tersebut membentuk strategi pemasaran persuasif yang efektif dalam membangun citra merek melalui konten TikTok. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran digital ditentukan oleh kemampuan influencer mengemas pesan secara persuasif melalui perpaduan unsur verbal dan nonverbal yang sesuai dengan karakteristik audiens media sosial.

References

Audrezet, A., de Kerviler, G., & Guidry Moulard, J. (2020). Authenticity under threat: When social media influencers need to go beyond self-presentation. Journal of Business Research, 117, 557–569. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.07.008
Chaffey, D., & Smith, P. R. (2022). Digital marketing excellence: Planning, optimizing and integrating online marketing. Digital Marketing Excellence: Planning, Optimizing and Integrating Online Marketing, 1–638. https://doi.org/10.4324/9781003009498
Fitriani, S. (2024). Pengaruh Influencer Marketing Dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Instagram Di Restoran Clubshouse Pontianak. 1.
Gilang, M., Rizal, F., Saputra, F. E., & Muhammad, M. (2025). Pengaruh Efektifitas Influencer Marketing Terhadap Minat Beli Melalui Brand Image Produk Kosmetik Scarlett Whitening Pada Tiktokshop Volume 7 . No . 3 July 2025 Muhamad Gilang Fachrul Rizal , Febrian Eko Saputra … Pengaruh Efektifitas Influencer Marketing. 7(3), 1056–1080.
Hudders, L., De Jans, S., & De Veirman, M. (2021). The commercialization of social media stars: a literature review and conceptual framework on the strategic use of social media influencers. International Journal of Advertising, 40(3), 327–375. https://doi.org/10.1080/02650487.2020.1836925
Kepada, D., Dakwah, F., Prof, U. I. N., Zuhri, S., Untuk, P., Salah, M., Syarat, S., & Gelar, M. (2024). Diajukan Kepada Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana (S.Sos).
Mulyana, D. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2001. Nuansa-Nuansa Komunikasi: Meneropong Politik Dan.
Perloff, R. M. (1993). The dynamics of persuasion: Communication and attitudes in the 21st century. Routledge.
Sugiyono. (2013). Teknik Pengumpulan Data dan R&D. Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan, 3(1), 127–149.
Wina Agustina, & Septiawan Santana Kurnia. (2025). Strategi Komunikasi Pemasaran Pikiran Rakyat Melalui Kolaborasi dengan Mitra. Bandung Conference Series: Communication Management, 5(2). https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20231
Yin, R. (2016). Case Study and Applications: Design and Methods (6th ed.). Theory and Methods of Metallurgical Process Integration, 11(1), 179–272.

Published

2026-07-30