Adaptasi Sosial Mahasiswa Perantau Di Lingkungan Kampus
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.24056Keywords:
Adaptasi Sosial, Mahasiswa Perantau, Fenomenologi, Interaksi Simbolik, Komunikasi Lintas BudayaAbstract
Abstract, Higher-education mobility brings migrant students into campus environments that differ socially and culturally from their places of origin. This study aims to understand the motives and values underlying adaptation, the lived experience of adaptation, and the meaning of the social transition from newcomer to friend. The study used a qualitative method with Alfred Schutz's phenomenological approach. Data were collected through semi-structured in-depth interviews and documentation. The informants comprised three migrant students in the International Relations Program at Pasundan University, one local student, and one cross-cultural communication scholar. Data were analyzed through reduction, categorization, meaning interpretation, and typification. The findings consist of three groups. Adaptation motives include discomfort and inherited values as because-motives, and tranquility and relationships as in-order-to motives. Adaptation develops through alienation, barriers, adjustment, and integration. The transition into friendship is interpreted through maturity, recognition, solidarity, and openness. Social adaptation is therefore a meaning-construction process developed through cross-cultural communication, social acceptance, and repeated interaction.
Keywords: Social Adaptation, Migrant Students, Phenomenology, Symbolic Interactionism, Cross-Cultural Communication.
Abstrak, Mobilitas pendidikan tinggi mempertemukan mahasiswa perantau dengan lingkungan kampus yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan memahami motif dan nilai yang melandasi adaptasi, pengalaman adaptasi, serta makna perubahan posisi sosial dari pendatang menjadi kawan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dokumentasi. Informan terdiri atas tiga mahasiswa perantau Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pasundan, satu mahasiswa lokal, dan satu akademisi komunikasi lintas budaya. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi makna, dan penyusunan tipikasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga kelompok temuan. Motif adaptasi mencakup ketidaknyamanan dan nilai sebagai motif sebab serta ketenangan dan relasi sebagai motif tujuan. Pengalaman adaptasi bergerak dari keterasingan, hambatan, penyesuaian, menuju integrasi. Perubahan menjadi kawan dimaknai melalui pendewasaan, pengakuan, solidaritas, dan keterbukaan. Adaptasi sosial dengan demikian merupakan konstruksi makna yang berkembang melalui komunikasi lintas budaya, penerimaan sosial, dan interaksi berulang.
Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Mahasiswa Perantau, Fenomenologi, Interaksi Simbolik, Komunikasi Lintas Budaya.
References
Anriani, T., & Nasution, K. (2024). Adaptasi mahasiswa perantau di Kota Yogyakarta: Perspektif teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Huma: Jurnal Sosiologi, 3(2), 168–177. https://doi.org/10.20527/h-js.v3i2.226
Berger, P. L., & Luckmann, T. (2012). Tafsir sosial atas kenyataan: Risalah tentang sosiologi pengetahuan. LP3ES.
Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.
Creswell, J. W. (2014). Penelitian kualitatif dan desain riset. Pustaka Pelajar.
Effendy, O. U. (2002). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Remaja Rosdakarya.
Gudykunst, W. B., & Kim, Y. Y. (2017). Communicating with strangers: An approach to intercultural communication (5th ed.). Routledge.
Hernawati, H., Sujiono, S., & Setyoko, R. (2024). Kemampuan adaptasi dan komunikasi mahasiswa perantau di Wonogiri. Jurnal Pustaka Komunikasi, 7(2), 346–359. https://doi.org/10.32509/pustakom.v7i2.3920
Karman, K., Anggraeni, D., & Dunan, A. (2022). Adaptasi kultural mahasiswa perantau selama pandemi. Universitas Gunadarma dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Liliweri, A. (2005). Prasangka dan konflik: Komunikasi lintas budaya masyarakat multikultur. LKiS Pelangi Aksara.
Marisa, A., Indrawadi, J., Muchtar, H., & Ersya, M. P. (2024). Adaptasi komunikasi mahasiswa perantauan di lingkungan Universitas Negeri Padang. Journal of Education, Cultural and Politics, 4(1).
Mawikere, M. C. S., & Hura, S. (2022). Mengurai sosiologi empiris Berger dan Luckmann sebagai konstruksi pengetahuan. Jurnal Tumou Tou, 9(2), 99–109. https://doi.org/10.51667/tt.v9i2.840
Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society. University of Chicago Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyana, D. (2015). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.
Naibaho, S. L., & Murniati, J. (2022). Dukungan sosial sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi mahasiswa perantau yang tinggal di asrama Jakarta. Jurnal Psikologi Ulayat. https://doi.org/10.24854/jpu465
Nasir, A., Nurjana, N., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 4445–4451.
PDDikti. (n.d.). Statistik perguruan tinggi di Indonesia. Diakses 8 November 2025, dari https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/statistik
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Communication between cultures. Wadsworth/Cengage Learning.
Schutz, A. (1967). The phenomenology of the social world (G. Walsh & F. Lehnert, Trans.). Northwestern University Press.
Sihite, J. E. A., Kusumastuti, R. D., & Laura, R. (2022). Adaptasi komunikasi antarbudaya mahasiswa perantau Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta asal Medan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2).
Sobur, A. (2020). Filsafat komunikasi: Tradisi, teori, dan metode penelitian fenomenologi (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Soekanto, S. (2017). Sosiologi: Suatu pengantar (Cet. ke-48). Rajawali Pers.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. ke-22). Alfabeta.
Wita, G., & Mursal, I. F. (2022). Fenomenologi dalam kajian sosial: Sebuah studi tentang konstruksi makna. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2), 325–338. https://doi.org/10.22437/titian.v6i2.21211