Strategi Komunikasi Guru Bimbingan Dan Konseling (BK) Pada Siswa Dalam Membangun Prestasi Akademik
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.23962Keywords:
Strategi Komunikasi, Broken Home, Guru Bimbingan dan KoonselingAbstract
Abstract. The increasing number of adolescents from broken homes has the potential to have serious impacts on the continuity of their education. Unstable family situations trigger a decrease in concentration and motivation to learn, which is then reflected in low academic achievement at school. In this situation, schools play a crucial role in providing psychosocial support, with guidance and counseling (BK) teachers in a strategic position as companions who interact directly with students to help them cope with family pressures while maintaining academic achievement. This study aims to determine the communication strategies used, obstacles during counseling, and to determine the integration of cognitive skill modeling and problem-based learning strategies implemented by BK teachers. This study used a qualitative method with a case study approach. This study utilized communication accommodation theory with data collection techniques through interviews, observation, and documentation with key informants: the BK teacher and a student from a broken home background. To validate the data, triangulation was conducted by involving experts in this field. The results showed that the communication strategies used by BK teachers were carried out in several stages: problem identification, building communication relationships, implementing individual counseling, providing motivation, and evaluation. In the counseling process, the guidance counselor implemented a strategy combining cognitive skill modeling and problem-based learning to encourage students to understand problems more rationally and foster problem-solving abilities, thereby impacting student motivation and academic achievement. Obstacles encountered during the counseling process included a lack of student openness, unstable emotional conditions, limited family support, and difficulty maintaining consistent student learning motivation.
Keywords: Communication Strategy, Broken Home, BK Teacher.
Abstrak. Peningkatan jumlah remaja yang berasal dari keluarga broken home berpotensi membawa dampak serius terhadap keberlangsungan pendidikan mereka. Situasi keluarga yang tidak stabil memicu penurunan konsentrasi dan motivasi belajar, yang kemudian tercermin pada rendahnya capaian akademik di sekolah. Dalam situasi ini sekolah berperan sebagai ruang penting yang mampu memberikan dukungan psikososial, dengan guru bimbingan dan konseling (BK) berada pada posisi strategis sebagai pendamping yang berinteraksi langsung dengan siswa untuk membantu mereka menghadapi tekanan keluarga sekaligus mempertahankan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan, hambatan selama konseling, dan mengetahui penggabungan strategi cognitive skill modeling dan problem based learning yang dilakukan oleh guru BK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori akomodasi komunikasi dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada informan utama yaitu guru BK dan seorang siswa dengan latar belakang broken home. Untuk validitas data, dilakukan triangulasi dengan melibatkan pakar yang ahli dalam bidang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh guru BK dilakukan beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah, pembangunan hubungan komunikasi, pelaksanaan konseling individual, pemberian motivasi, serta evaluasi. Dalam proses konseling, guru BK menerapkan startegi penggabungan cognitive skill modeling dan problem based learning untuk mendorong siswa dalam memahami permasalahan secara lebih rasional serta mendorong kemampuan pemecahan masalah, sehingga berdampak pada peningkatan motivasi dan prestasi akademik siswa. Hambatan yang ditemukan selama proses konseling meliputi kurangnya keterbukaan siswa, kondisi emosional siswa yang tidak stabil, keterbatasan dukungan keluarga, serta kesuilitan menjaga konsistensi motivasi belajar siswa
Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Broken Home, Guru Bimbingan dan Konseling
References
Batubara, J. R. (2016). Adolescent Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21. https://doi.org/10.14238/sp12.1.2010.21-9
Budiman, M., & Widyastuti, W. (2022). Dinamika psikologis remaja yang mengalami broken home karena orang tua bercerai. Cognicia, 10, 72–79. https://doi.org/10.22219/cognicia.v10i2.22072
Detta, B., & Abdullah, S. M. (2017). Dinamika Resiliensi Remaja Dengan Keluarga Broken Home. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 19(2), 71. https://doi.org/10.26486/psikologi.v19i2.600
Fauziah, R., & Nurfarhanah, N. (2024). Studi kasus: dampak broken home terhadap prestasi belajar siswa di madrasah aliyah negeri. Journal of Counseling, Education and Society, 5(1), 12–19. https://doi.org/10.29210/08jces398000
Joseph A. DeVito. (2016). The Interpersonal Communication Book (14th ed.). Pearson.
Mufida, U., & Naqiyah, N. (n.d.). Penerapan Strategi Pemodelan Kognitif untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa dalam Bertanya kepada Guru di SMAN 1 Krembung-Sidoarjo.
Naim, A. A. (2024). Analisis Faktor Penyebab dan Dampak Psikososial Keluarga Broken Home terhadap Anak: Studi Literatur Perspektif Psikologi dan Komunikasi Keluarga. Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research, 8(2), 159–171. https://doi.org/10.14421/skijier.2024.82.04
Pontoh, W. P. (2013). Peranan Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Meningkatkan Pengetahuan Anak. Jurnal Komunikasi, 21(2), 318.
Pranata, Y., Ahli, H., Puslitbang, P., Daya, S., & Kesehatan, P. (2021). Pentingnya Strategi Komunikasi Dalam Berkomunikasi. Jurnal Sudut Pandang, 2(5), 1–5.
Purnomo, H., Agustin, E. A., Priliana, W. K., Robert, D., Citrawati, N. K., Yanti, R. D., Hesty, H., Yufdel, Y., Heryana, N. R., & Adam, Y. (2024). Bunga Rampai Psikologi Remaja dan Permasalahannya.
Suheri, S. (2019). Akomodasi Komunikasi. Jurnal Network Media, 2(1), 40–48.
Yahya, N. A. (2025). Dampak perceraian orang tua terhadap prestasi akademik siswa Kelas VIII di MTs Al Maarif Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Yin, R. K. (2006). Studi Kasus Desain & Metode (M. D. Mudzakir, Ed.). PT RajaGrafindo Persada.