Tipologi Komunikasi Interpersonal Mediator Perceraian Pengadilan Agama Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i2.23917Keywords:
Mediasi, Mediator, Perceraian, Quasi-Qualitative, Teori Komunikasi InterpersonalAbstract
Abstract. The high divorce rate in Bandung City which reached 4,934 cases in 2024 makes the mediation proces a crucial tool in curbing the erosion of family resilience. The success of such mediation depends heavily on the mediator’s interpersonal communication skills in resolving obstacles and managing emotionally charged disputes. This study aims to analyze the interpersonal communication practices of mediators at the Class 1A Religious Court in Bandung City using Joseph A. DeVito’s theoretical framework integrated with Islamic spiritual values. The object of this study is mediators’ interpersonal communication, with three key mediator informants as the research subjects. The approach used is quasi-qualitative with a combined deductive method through a post-positivist paradigm. Data collection was conducted using structured techniques, including in-depth interviews, non-participant observation, and documentation of mediation reports from 2025. Data analysis employed thematic analysis and categorization techniques. The research findings indicate that the five communication qualities are applied strategically and are influenced by three mediator typologies: M1 (Humorous-Persuasive), M2 (Firm-Patient), and M3 (Spiritual-Rational). Openness is manifested through facilitated disclosure; cognitive empathy through reframing; a supportive attitude in the form of the regulatory function of rules; interaction management as a balancer of the flow of dialogue (Qaulan Layyinan); and equality through power balancing (Al-Adl). This study produced the “Mediator Interpersonal Communication Transformation Model” as an instrument for restoring trust to facilitate peaceful resolutions (Ishlah) and amicable separations (Cerai Ma’ruf).
Keywords: Divorce, Interpersonal Communication Theory, Mediation, Mediator, Quasi-Qualitative
Abstrak. Tingginya angka perceraian di Kota Bandung yang mencapai 4.934 kasus pada tahun 2024 menempatkan proses mediasi sebagai instrumen krusial dalam menekan degradasi ketahanan keluarga. Keberhasilan mediasi tersebut sangat bergantung pada kualitas kompetensi komunikasi interpersonal mediator dalam mengurai hambatan dan mengelola sengketa yang sarat muatan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi interpersonal mediator di Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Bandung dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang diintegrasikan dengan nilai-nilai spiritual Islam. Objek penelitian ini adalah komunikasi interpersonal mediator dengan subjek penelitian tiga informan mediator kunci. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi-kualitatif dengan metode campuran deduktif (Combined Deductive) melalui paradigma post-positivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan secara terstruktur melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi laporan mediasi tahun 2025. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kualitas komunikasi diterapkan secara strategis yang dipengaruhi oleh tiga tipologi mediator: M1 (Humoris-Persuasif), M2 (Tegas-Sabar), dan M3 (Spiritual-Rasional). Keterbukaan diwujudkan lewat facilitated disclosure, empati secara kognitif melalui reframing, sikap mendukung berupa fungsi regulatif aturan, manajemen interaksi sebagai penyeimbang arus dialog (Qaulan Layyinan), dan kesetaraan melalui power balancing (Al-Adl). Penelitian ini menghasilkan "Model Transformasi Komunikasi Interpersonal Mediator" sebagai instrumen restorasi kepercayaan guna memfasilitasi keputusan damai (Ishlah) maupun perpisahan yang baik (Cerai Ma’ruf).
Kata Kunci: Mediasi, Mediator, Perceraian, Quasi-Qualitative, Teori Komunikasi Interpersonal
References
Afrianti, N., & Hendra, T. (2024). Strategi Komunikasi Mediator Dalam Upaya Pencegahan Perceraian Di Pengadilan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman. 2(9), 743–755.
Agus Dwi Darmawan. (2025, November 3). Jumlah Perceraian di Jawa Barat Periode 2019-2024. databoks.katadata.co.id. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/aa36f28caa9fd64/update-2024-jumlah-perceraian-jawa-barat-33-26-ribu-kasus
Andriansyah, & Indri Rachmawati. (2022). Representasi Konflik Komunikasi Keluarga di Film Minari. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 16–21. https://doi.org/10.29313/jrmk.v2i1.813
Azizah, N. (2023). Literasi Keuangan Digital Indonesia Baru Sentuh Angka 25 Persen | Republika Online. ekonomi.republika.co.id. https://ekonomi.republika.co.id/berita/rug3jn463/literasi-keuangan-digital-
Bashori, I. A. (2017). Mediasi Perspektif Hukum Islam (Studi Perma No.1 Tahun 2008 Tebtang Prosedur Mediasi Di Pengadilan). Istinbath Jurnal Hukum, 12(2), 194–214. https://e-journal.metrouniv.ac.id/istinbath/article/view/582
Bungin, B., & Bungin, M. A. (2025). Quasi-Qualitative Combined Research Methods: Prosedur Penelitian Paradigma Tengah untuk Memahami Fenomena Kompleks (1 ed.). Kencana.
Diyan Sari. (2025, Mei 28). Simak Faktor Utama Penyebab Perceraian di Indonesia 2024 . data.goodstats.id. https://data.goodstats.id/statistic/simak-faktor-utama-penyebab-perceraian-di-indonesia-2024-OJc0n
Drs. Rohmat Chozin, Ma., & Drs. Untoro, M. P. (2019). Pernikahan Dalam Islam. in, 86–114.
Ghedi Hatori Ismail, & Rachmawati, I. (2024). Makna Kepercayaan dalam Keluarga. Bandung Conference Series: Public Relations, 4(2), 455–459. https://doi.org/10.29313/bcspr.v4i2.12972
Joseph A. DeVito. (2016). The Interpersonal Communicationn Book (14 ed.). Pearson Education.
Khoirul Anam. (2021). Strategi Hakim Mediator Dalam Mencegah Terjadinya Perceraian. Jurnal YUSTITIABELEN, 7(1), 115–127. https://doi.org/10.36563/yustitiabelen.v7i1.323
Muhammad Farhan. (2025, Mei 11). Provinsi dengan Angka Perceraian Tertinggi 2024, Jawa Barat Peringkat 1 . data.goodstats.id. https://data.goodstats.id/statistic/provinsi-dengan-angka-perceraian-tertinggi-2024-jawa-barat-peringkat-1-qyzzH
Prawira, D. R. (2025). Mediasi Dalam Perspektif Islah: Upaya Preventif Penyelesaian Sengketa Rumah Tangga Di Pengadilan Adama. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 13(10), 11–20. https://doi.org/10.6679/cy1fhe42
Rahmi, L., & Firdaus, M. (2022). Komunikasi Interpersonal Mediator dalam Proses Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pekanbaru. 2, 90–99.
Rofli’ah, S. (2021). Pola Komunikasi Antara Mediator Non Hakim Dengan Pasangan Suami Istri Dalam Memberikan Solusi Kasus Perceraian Di Pengadilan Agama Jember. Institut Agama Islam Negeri Jember.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (2 ed.). Alfabeta.
Sumiyati. (2021). Komunikasi Interpersonal Mediator Non Hakim Dalam Mediasi Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Kelas 1A Jakarta Selatan. 3(2), 104–111.
Syafaah, D., & Lismawati, L. (2019). Komunikasi Interpersonal Mediator Dalam Proses Mediasi Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Tulungagung. Al-I’lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2(2), 46. https://doi.org/10.31764/jail.v2i1.1259