Analisis Komunikasi Keluarga dalam Membangun Kesehatan Mental Anak

Authors

  • Muhammad Faisal Maulani Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Indri Rachmawati Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i1.23201

Keywords:

family communication, parenting, children’s mental health, phenomenology

Abstract

Abstract. this study aims to understand how parents interpret family communication patterns after participating in a parenting program at SMP Taruna Bakti Bandung, how these interpretations are applied in daily interactions with their children, and how they relate to children’s mental health. This research employs a qualitative approach using a phenomenological method to explore parents’ subjective experiences regarding communication changes, the motives behind these changes, and their impact on the psychological condition of their children.Data were collected through semi-structured interviews and observations involving parents, guidance counselors, and homeroom teachers. The findings show that the parenting program encouraged a shift in communication patterns from initially one-way and instructive forms toward more open, empathetic, and collaborative interactions. Parents began practicing active listening, emotional validation, and involving their children in decision-making processes. These changes contributed to children becoming more comfortable in expressing themselves, emotionally stable, confident, and better equipped to manage academic and social pressures.This study illustrates that warm and supportive family communication can serve as a protective factor for children’s mental health. The findings are expected to serve as a reference for parents, schools, and other stakeholders in developing healthier parenting and communication practices within families.

Abstark. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana orang tua memaknai pola komunikasi keluarga setelah mengikuti kegiatan parenting di SMP Taruna Bakti Bandung, serta bagaimana makna tersebut diterapkan dalam interaksi sehari-hari dengan anak dan dikaitkan dengan kesehatan mental mereka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, untuk menggali pengalaman subjektif orang tua mengenai perubahan pola komunikasi, motif di balik perubahan tersebut, serta dampaknya terhadap kondisi psikologis anak. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi yang melibatkan orang tua, guru BK, dan wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan parenting mendorong perubahan pola komunikasi dari yang semula cenderung satu arah dan instruktif menjadi lebih terbuka, empatik, dan kolaboratif. Orang tua mulai menerapkan praktik seperti mendengarkan aktif, validasi emosi, serta melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini berpengaruh pada meningkatnya kenyamanan anak untuk bercerita, stabilitas emosi, rasa percaya diri, dan kemampuan anak dalam mengelola tekanan akademik maupun sosial. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa komunikasi keluarga yang hangat dan suportif dapat menjadi faktor pelindung bagi kesehatan mental anak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua, sekolah, maupun pihak lain yang berkepentingan dalam mengembangkan pola pengasuhan dan komunikasi keluarga yang lebih sehat.

 

References

Faishal Anshori, M., Prodi Manajemen Komunikasi, Y., Ilmu Komunikasi, F., & Islam Bandung, U. (n.d.). Komunikasi Antarpribadi Antara Orang Tua dan Anak yang Mengalamui Kehamilann Tidak Diinginkan.

Fathonah, D., & Yulianita, N. (2025). Phubbing dan Etika Komunikasi: Studi Fenomenologi Perilaku Mahasiswa STAI Al-Musaddadiyah Garut. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 75–86. https://doi.org/10.29313/jrmk.v5i1.5917

Qorib, F. (2024). Tinjauan Singkat Teori Komunikasi; Sejarah, Konsep, Perkembangan, dan Tantangannya. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 31–46. https://doi.org/10.29313/jrmk.v4i1.4014

Agustin, N., Pratiwi, D., & Nurmalasari, A. (2023). Komunikasi keluarga sebagai upaya pemulihan psikologis pasca pandemi. Jurnal Psikologi dan Pendidikan, 18(2), 112–120.

Triwardhani, I. J., Trigartanti, W., Rachmawati, I., & Putra, R. P. (2020). Strategi guru dalam membangun komunikasi dengan orang tua siswa di sekolah. Jurnal Kajian Komunikasi, 8(1), 99–113.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman.

DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book (14th ed.). Pearson.

Gottman, J. (1997). Raising an emotionally intelligent child. Simon & Schuster.

Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward a theory of family communication. Communication Theory, 12(1), 70–91.

Knapp, M. L., & Daly, J. A. (2011). The SAGE handbook of interpersonal communication (4th ed.). SAGE Publications.

Maslow, A. H. (1987). Motivation and personality (3rd ed.). Harper & Row.

Roshonah, F. (2019). Pola komunikasi keluarga dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 45–57.

Setyowati, R. (2005). Peran komunikasi orang tua dan dampaknya pada pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 89–96.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretatif, dan konstruktif. Alfabeta

Downloads

Published

2026-02-05