Pemanfaatan Media Sosial Tiktok dalam Membangun Eksistensi Akun Komunitas Adventure

Authors

  • Mikail Abdu Sidqi Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Anne Maryani Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcscm.v6i1.22009

Keywords:

Media Sosial, Komunitas, Eksistensi

Abstract

Abstract. Social media has become a crucial space for building digital existence, including for non-formal communities such as Satuduagow, an adventure community that actively shares their activities through the TikTok platform. This study aims to explore how Satuduagow builds interaction with its audience, utilizes TikTok features, and the reasons for choosing TikTok as the main platform. This research employs a qualitative method with a case study approach and a constructivist paradigm. Data collection techniques include interviews and observation, analyzed using Lev Manovich’s New Media theory and Regina Luttrell’s SOME model (Share, Optimize, Manage, Engage). The findings show that Satuduagow engages with its audience through two-way communication, particularly via the comment section, and presents light content that is easily received by viewers. TikTok features such as hashtags, sound, video editing, and live streaming are used strategically to enhance content visibility and identity. The decision to use TikTok is based on its viral potential, the alignment of the platform’s characteristics with the community’s style, and the opportunity to expand their digital network.

Abstrak. Media sosial telah menjadi ruang penting dalam membangun eksistensi digital, termasuk bagi komunitas non-formal seperti Satuduagow, komunitas adventure yang aktif membagikan aktivitas mereka melalui platform TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Satuduagow membangun interaksi dengan audiens, memanfaatkan fitur TikTok, serta alasan memilih TikTok sebagai platform utama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, dengan analisis menggunakan teori New Media dari Lev Manovich dan model SOME (Share, Optimize, Manage, Engage) dari Regina Luttrell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satuduagow membangun keterlibatan dengan audiens melalui komunikasi dua arah, khususnya melalui kolom komentar, serta menghadirkan konten ringan yang mudah diterima. Fitur-fitur TikTok seperti hashtag, sound, edit video, dan live streaming digunakan secara strategis untuk memperkuat visibilitas dan karakter konten. Pemilihan TikTok didasarkan pada potensi viral, kesesuaian karakter platform dengan gaya komunitas, serta peluang membangun jejaring yang lebih luas

References

Adhipratama, D., & Ernungtyas, N. F. (2025). Tinjauan Sistematis Strategi dan Tantangan Periklanan Digital di Indonesia. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 103–112.

Aji, R. (2016). Digitalisasi, Era Tantangan Media (Analisis Kritis Kesiapan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Menyongsong Era Digital). Islamic Communication Journal, 1(1).

Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 1–9.

Gunawan, M. I. (2025). Pengaruh Konten Media Sosial Instagram Terhadap Minat Beli Produk Bening’s. Bandung Conference Series: Communication Management, 5(1), 71–78.

Itsna, I. R. (2025). STRATEGI PEDAGOGI KREATIF DALAM MENGHADAPI ZERO ATTENTION SPAN PADA SISWA PENGGUNA TIKTOK DAN REELS: KAJIAN LITERATUR TERHADAP PENDEKATAN PEMBELAJARAN ERA DIGITAL. Al-Mudarris: Journal Of Education, 8(2), 313–350.

Kase, A. D., Sukiatni, D. S., & Kusumandari, R. (2023). Resiliensi remaja korban kekerasan seksual di Kabupaten Timor Tengah Selatan: Analisis Model Miles dan Huberman. INNER: Journal of Psychological Research, 3(2), 301–311.

Krismasakti, B. (2019). Instagram Stories Dalam Ajang Pengungkapan Eksistensi Diri (Studi Kasus Selebgram@ Jihanputri). Jurnal Pustaka Komunikasi, 2(1), 1–14.

Purwo, R. H. S., & Puspasari, D. (2020). Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Positif Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(3), 458–467.

Putra, R. P., Rachmawati, I., & Triwardhani, I. J. (2023). Komunikasi Pemasaran Digital Dalam Program Santripreneur Sirojul Huda. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi Dan Informasi, 8(2), 289–303.

Reiza, M. N., & Wiwitan, T. (n.d.). Strategi Digital Marketing PR Produk Respiro. Retrieved https://journals.sangkuriangpublisher.com/person

Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1–228.

Susanto, G., Leo, D., Evelyn, R., & Felicio, H. (2023). Pemanfaatan Algoritma Tiktok Dan Instagram Untuk Meningkatkan Brand Awareness. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(22), 483–491.

Umanailo, M., & Basrun, C. (2018). Teknik praktis grounded theory dalam penelitian kualitatif. Universitas Iqra Buru, Kab. Buru.

Downloads

Published

2026-01-28