Pola Komunikasi Pimpinan Dengan Karyawan
Abstract
Abstract. This study delves into the detailed investigation of cross-cultural communication patterns between foreign leaders and local employees at PT. Sinar ezzer Textile, with a focus on symbolic interaction. In this context, the main variables under scrutiny are communication patterns and quantitative interactions between these two groups. Through a symbolic interaction approach, the research aims to deeply understand how these communication patterns are formed, how cultural symbols are understood and utilized in daily interactions, and how cultural differences influence the interpretation of these symbols. The subjects of the study include foreign leaders, individuals from outside Indonesia, and local employees, individuals from Indonesia, at PT. Sinar ezzer Textile. Data collection is conducted through in-depth interviews and participant observation. (1) Foreign leaders demonstrate a high level of cultural awareness by adapting their communication style to the local context, (2) Communication can have different meanings depending on each cultural context, (3) Inhibiting factors include language differences and communication styles, while supporting factors are mutual respect and the willingness to adapt.
Abstrak. Penelitian ini menginvestigasi secara detail pola komunikasi lintas budaya antara pimpinan asing dan karyawan lokal di PT. Sinar ezzer Textile, dengan fokus pada interaksi simbolik. Dalam konteks ini, variabel yang utama adalah pola komunikasi dan interaksi kuantitatif antara kedua kelompok tersebut. Melalui pendekatan interaksi simbolik, penelitian bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pola komunikasi ini terbentuk, bagaimana simbol budaya dipahami dan digunakan dalam interaksi sehari-hari, serta bagaimana perbedaan budaya memengaruhi interpretasi simbol-simbol tersebut. Subjek penelitian meliputi pimpinan asing yang merupakan individu dari luar Indonesia dan karyawan lokal yang merupakan individu Indonesia di PT. Sinar ezzer Textile. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil dari penelitian ini, (1) pimpinan asing menunjukkan kesadaran budaya yang tinggi dengan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan konteks lokal, (2) simbol-simbol komunikasi dapat memiliki makna yang berbeda tergantung pada konteks budaya masing-masing. (3) faktor penghambat meliputi perbedaan bahasa dan gaya komunikasi, faktor pendukung sikap saling menghargai dan keinginan untuk beradaptasi.
References
Jung. (2021). Sistem Ekonomi Indonesia.
Kemenperin 2023. (2023).
BKPM. (2024).
Setyawasih. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia Global. Sumatera Barat.
Khotimah. ( 2023). Teacher Strategies and Student Preferences in Overcoming Disruptive Behavior of Elementary School Students. International Journal of Elementary Education, 7(1), 60–.
Indrianidkk. (2021). Pengaruh Kejutan Budaya Asing (Culture Shock) Terhadap Perilaku Dan Kinerja Karyawan Bank woori Saudara wilayah Bogor. Jurnal Aplikasi Manajemen dan Bisnis, Vol. 7 No. 2, Mei 2021.
Farhan, M. (2021). Diktat Komunikasi Lintas Budaya. Inhttp://digilib.uinkhas.ac.id/14171/1/DIKTAT%20KOMUNIKASI_FARHAN.pdf. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Khotimah, N. (2019). Faktor Pembeda Dalam Komunikasi Lintas Budaya Antara Wisawatan Asing Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Kandri Gunungpati Kota Semarang. Jurnal An-Nida, 11(1).
Moulita. (2018). Hambatan Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Interaksi, 2(1).
Surya, E., Safaatul, C., Sukoco, I., & Auliana, L. (2022). Analisis Penerapan Komunikasi Lintas Budaya dalam Perusahaan Multinasional (Suatu Telaah Pustaka). Jurnal DIMMENSI, 2(2).